www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
DPRD Riau Dukung Sikap Tegas Kepala Satpol PP Pekanbaru Soal Razia Hiburan Malam
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Satpol PP Minta Opsi Bubar Kalau Meresahkan Warga
Rabu, 16/01/2019 - 14:00:54 WIB
Penurunan plang kantor Opsi Riau saat penggerebekan warga.
Penurunan plang kantor Opsi Riau saat penggerebekan warga.
TERKAIT:
PEKANBARU - Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengurus Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (Opsi) Riau, Rabu (16/1/2019). Pemanggilan itu berkaitan dengan laporan masyarakat adanya dugaan aktivitas Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di sekretariat Opsi di Jalan Uka, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Kita mendengar bahwa ada anggota dewan dan masyarakat melakukan penggerebekan terkait LGBT, bersamaan itu saya memanggil Opsi," kata Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono.

Agus menyebut, pemanggilan terhadap pengurus Opsi ini sudah berkaitan dengan ketertiban umum, yang membuat masyarakat resah. Sesuai Tupoksi Satpol PP, kata dia, intansi penegak peraturan daerah (Perda) itu wajib merespon.

"Mereka (Opsi) juga sudah punya kesepakatan dengan RT dan RW, nanti kita tanya kesepakatannya seperti apa, dan saya juga bilang sama Pak Ruli (Ketua Opsi), kalau ini meresahkan masyarakat lebih baik ditutup saja karena akan mengganggu aktivitas di masyarakat," tegasnya.

Lanjutnya, kepada Satpol PP, pengurus Opsi ini mengaku, aktivitas di sekretariat Opsi hanya meberikan konsultasi dan solusi kesehatan kepada komunitas, atau perorangan tentang seks dan HIV/Aids.

"Saya Kasat tentu menanyakan lebih dulu, kalau teknis badannya itu ada di Kesbangpol karena dia yang memberikan rekomendasi. Dari pemanggilan ini bisa saya simpulkan memang seperti itulah kejadiannya. Mereka mayoritas didominasi waria, dan Opsi memberikan konsultasi kesehatan," jelasnya.

Kelanjutan setelah pemanggilan itu, kata dia, pihaknya akan berkonsultasi dengan Badan Kesbangpol Kota Pekanbaru. Meski ada izin dari Kesbangpol, pihaknya bisa saja melakukan penyegelan jika memang meresahkan masyarakat.

"Yang jelas saya punya peraturan daerah menjaga ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, apa saja yang sudah memiliki legalitas yang sudah diizinkan pun bila sudah menimbulkan keresahan masyarakat saya bisa melakukan penyegelan agar tidak diteruskan," tegasnya.

Penulis: Delvi Adri
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • DPRD Riau Dukung Sikap Tegas Kepala Satpol PP Pekanbaru Soal Razia Hiburan Malam
  • AHM & Capella Honda Bawa Pembalap Muda Berprestasi di Honda Dream Cup Tour 2019
  • Kerap Transaksi Narkoba, Warga GAS Inhil Dicokok Polisi
  • Gubernur Riau Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Pasar Baru Inhil
  • Kebakaran Hebat di Pasar Sungai Apit Siak, 5 Unit Rumah Rata dengan Tanah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Gubri Ramah Tamah dengan Menteri Agama Muamalah dan Salat Arab Saudi
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved