PT.SRL Gali Kanal Lagi di Lahan Sengketa
Jumat, 27 April 2012 - 11:03:16 WIB
 |
Pembakaran escavator milik PT SRL beberapa waku yang lalu (Net)
|
TERKAIT:
RUPAT-Meski sempat menjadi ajang konflik beberapa bulan lalu, tampaknya tidak dipedulikan oleh manajemen PT.Sumatera Riang Lestari (SRL) untuk tetap terus melakukan pekerjaan penggalian kanal. Padahal sebelumnya puluhan alat berat milik perusahaan sub kontraktor serta tag boat dan camp pekerja sempat dibakar oleh ratusan massa yang mengamuk.
Lokasi yang sempat menjadi ajang sengketa itu berada di desa Pergam kecamatan Rupat. Panjang kanal untuk mengangkut kayu akasia dari lokasi hutan tanaman industri (HTI) mereka sepanjang 2 kilometer (KM) yang melintasi desa Pergam. Masyarakat di Pergam-pun mulai khawatir dan resah akibat sikap membandel pihak perusahaan mitra kerja PT.RAPP tersebut.
Seperti disampaikan oleh H.Ismail tokoh masyarakat Rupat, saat dihubungi MRNetwork via seluler Kamis (26/4) bahwa penggalian kanal sepanjang 2 KM di bekas lokasi kerusakaan beberapa waktu lewat itu dikhawatirkan akan memicu konflik lanjutan atau jilid dua. Pasalnya kanal yang dibuat PT.SRL itu merupakan lahan olahan warga sejak lama, namun entah bagaimana masuk dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) PT.SRL.
''Sebelumnya Humas PT.SRL sempat menyatakan tidak akan melakukan pekerjaan penggalian kanal di bekas lokasi kerusahan itu. Akan tetapi kenyataannya, pihak perusahaan tetap membandel dengan
terus menggali kanal sepanjang 2 KM dan ini meresahkan warga di Pergam serta beberapa desa lainnya,'' tegas Ismail.
Ismail juga mempertanyakan hasil kerja pansus DPRD Bengkalis soal HTI PT.SRL Pulau Rupat yang sampai sekarang belum memberitahukan apa hasil kerja mereka. Masyarakat sangat mengharapkan pansus DPRD berpihak kepada mereka, apalagi pasca kerusuhan beberapa waktu lalu sampai sekarang warga tidak bisa menerima penggalian kanal di lokasi tersebut.(Alf)
Komentar (0 Komentar)
Isi Komentar :