www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Lakukan Pemeliharaan Gardu, PLN Pelalawan Besok Padamkan Listrik 8 Jam
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Tinggal Satu Unit, Tiga Heli Pemadam Karhutla Dipindahkan dari Riau
Kamis, 17/10/2019 - 08:23:31 WIB
Helikopter Bolkow BO-105 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan water bombing di atas lahan gambut yang terbakar, di perkebunan sawit di Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/10).  FOTO: Antara
Helikopter Bolkow BO-105 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan water bombing di atas lahan gambut yang terbakar, di perkebunan sawit di Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Rabu (21/10). FOTO: Antara
TERKAIT:
PEKANBARU - Tiga unit helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang semula ditempatkan di Riau dipindahkan untuk membantu pemadaman karhutla di daerah rawan lainnya.

"Dua heli sudah ditarik dari Riau dan diperbantukan ke Provinsi Jambi dan Jawa Barat. Satu heli lagi masih menunggu izin dari BNPB untuk diperbantukan ke Sumatera Selatan," kata Wakil Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau, Edwar Sanger, kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa kemarin.

Ia mengatakan jumlah titik panas di Riau relatif lebih sedikit dibandingkan daerah lainnya di Sumatera, seperti Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). Tiga heli yang dipindahkan sebelumnya memperkuat Satgas Udara untuk melakukan operasi pemadaman dari udara (water bombing).

Sebelumnya di Riau terdapat tujuh heli bantuan dari BNPB dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dengan dipindahkan tiga heli, maka akan tersisa empat heli yang memperkuat Satgas Karhutla Riau.

Sejauh ini Riau masih terdapat karhutla, namun beberapa daerah mulai turun hujan sehingga kondisi relatif bisa dikendalikan.

"Di Riau masih ada tiga helikopter water bombing (bom air) dan satu unit helikopter patroli," katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra Aqua pada Selasa pagi mendeteksi ada 689 titik panas yang jadi indikasi awal Karhutla di wilayah Sumatera. Daerah paling banyak titik panas adalah Sumsel, yakni 465 titik dan Jambi 170 titik panas.

Daerah lainnya ada di Bangka Belitung ada 23 titik, Lampung ada 17 titik, dan Riau paling sedikit karena hanya ada 14 titik panas. Titik panas di Riau paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir 6 titik, Indragiri Hulu 4 titik, kemudian Pelalawan dan Kepulauan Meranti masing-masing ada dua titik panas.

Dari jumlah itu dipastikan ada tujuh titik api karhutla, paling banyak di Indragiri Hulu sebanyak tiga titik dan Meranti serta Indragiri Hilir masing-masing dua titik. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Lakukan Pemeliharaan Gardu, PLN Pelalawan Besok Padamkan Listrik 8 Jam
  • Ini Zat di Rokok Elektrik yang Bisa Timbulkan Kanker
  • Polda Kepri Amankan 1,5 Kg Sabu dari Jaringan Internasional
  • Gubri Sayangkan Desa di Riau Masih Banyak yang Belum Punya Bumdes
  • Masih Sepi, Pendaftar CPNS Hari Kedua di Kuansing Masih 89 Orang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Wako Pekanbaru Firdaus MT Terima Kunjungan Kapolresta
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved