Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

16:52 - Penuturan Istri di Meranti...
15:17 - Kasus Meningkat, Dinsos P3...
19:56 - Ini Jawaban Kepala DLH Mer...
17:32 - Puluhan Massa Unjukrasa Tu...
21:36 - YFMM Berbagi Kebaikan dala...
12:47 - Dikepung Titik Panas, Beso...
11:54 - Soal Polemik Sampah, DLH M...
11:51 - Pemindahan Embarkasi Haji ...
19:26 - Forum Genre Meranti Sosial...
17:17 - Jenazah Mirhak Awak Kapal ...
21:13 - Pejabat Eselon II Meranti ...
14:05 - Protes Asap Busuk, Warga G...
17:55 - Ketua DPRD Meranti: Jika T...
15:15 - Usulan Program Minim, Peja...
08:19 - Dinsos P3APPKB Meranti Dor...
22:04 - Kemeriahan Perang Air Mera...
16:31 - Volume Sampah di Selatpanj...
17:05 - Digelar 6 Hari, Begini Per...
16:10 - Polemik Pakaian Minim Saat...
14:42 - LAMR Meranti Tegaskan Tida...
18:50 - Gerakan Peduli orang Sakit...
16:23 - Impor Ditolak, Warga Tetap...
20:45 - Polemik Lomba Mancing Masi...
15:55 - Melompat dari Sampan, Jefr...
14:23 - Persoalan Lomba Mancing Ma...
20:05 - Listrik di Rangsang Sudah ...
11:28 - Dituduh Curang, Pemenang L...
11:25 - Boros, Lampu Kantor Bupati...
18:46 - PPK Tebingtinggi Kesulitan...
16:51 - Tahun Ini Pemkab Meranti R...
18:00 - Pacu Peningkatan PAD, BPPR...
14:28 - Diterjang Angin Badai, Der...
17:21 - Festival Perang Air akan P...
17:06 - HIPMAM Gelar Seminar Motiv...
21:18 - Meranti Berpotensi Jadi Ko...
19:38 - Kasus DBD di Meranti, Satu...
20:23 - 337 Sertifikat PTSL Dibagi...
17:01 - Mayat yang Hanyut di Laut ...
20:10 - Jalan Pramuka akan Tambah ...
19:21 - Segera Rampung, Pelabuhan ...
15:19 - Pendapatan Denda Atas Pind...
17:47 - Pemkab Meranti Keluarkan S...
16:41 - Bupati Meranti Sebut Nilai...
16:28 - Penyerahan DPA Tahun Angga...
16:46 - Kofisel Meranti Gelar Pame...
15:25 - 235 Pejabat Eselon Kepulau...
10:48 - Peserta Tes Kesehatan CPNS...
21:54 - Ini Jadwal Pemeriksaan Kes...
21:13 - Pilkades Serentak Kepulaua...
16:20 - DPW FPI Kepulauan Meranti ...
 
Tanggul Jebol, Ribuan Hektar Sawah di Meranti Terendam Air Laut
Jumat, 12/01/2018 - 14:58:49 WIB
TERKAIT:
 
  • Tanggul Jebol, Ribuan Hektar Sawah di Meranti Terendam Air Laut
  • Pemkab Meranti Siap Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Air Laut
  •  

    SELATPANJANG - Dampak fenomena Supermoon yang terjadi pada awal tahun dan akhir Januari 2018 lalu menyebabkan air laut meluap membanjiri daratan. Akibatnya luapan air asin yang membawa lumpur masuk ke area persawahan dan halaman rumah warga di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

    Sawah yang terendam merata di beberapa desa, seperti Desa Sungai Tohor, Bina Maju, Ke Rabu Rapat dan Desa Tanjung Sari.

    Di Desa Kedabu Rapat tanggul yang jebol menyebabkan 10 hektar tanaman padi terendam.

    Zahari (40) warga Dusun Sejunjung, Desa Ke rabu Rapat mengatakan para petani sempat cemas dan khawatir gagal panen.

    "Sekitar 10 hektar sawah yang baru siap ditanami terendam air asin. Lumpur asin yang tinggal menyebabkan tanaman padi mati. Bayangan gagal panen jelas menghantui petani," ungkap Zahari.

    Pembangunan tanggul sepanjang 24 KM itu dibiayai APBD Provinsi Riau 2017 dengan anggaran miliaran rupiah, diharapkan mampu membendung masuknya air asin ke persawahan dan perkebunan kopi serta kelapa milik masyarakat. Namun, tidak sempurnanya proyek pembangunan tanggul tersebut menyebabkan banjir air asin tak terbendung.

    PJS Kepala Desa Bina Sempian, Pranoto membenarkan kejadian tersebut. Volume bangunan tanggul yang jebol tersebut berkisar 5 meter x 2 meter. Dia mengatakan pihak perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan tanggul tersebut enggan menutup titik lokasi bangunan tanggul yang jebol tersebut. Alasannya repot karena sulitnya menggerakkan alat berat karena butuh anggaran biaya yang besar.

    "Akhirnya masyarakat yang turun tangan dengan gotong royong. Kalau tidak ditutup tanggul yang jebol tersebut, bukan hanya 10 hektar sawah saja yang terendam air asin. Tumpahan air asin akan turut membanjiri 50 hektar sawah di Dusun Parit Jang Desa Kedaburapat," tegas PJS Desa Bina Sempian tersebut.

    Sementara itu di Desa Tanjung Sari, sawah yang terendam mencapai 60 hektar, sawah tersebut baru saja ditanami. Itu juga dikarenakan jebolnya tanggul yang dibangun.

    Kabid Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Ketahanan Pangan dan Peternakan (DTPKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafril mengatakan dari 2 ribu hektare lebih sawah di Meranti yang terendam, 200 hektare di antaranya sudah terdaftar dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) program Kementrian Pertanian.

    "200 hektare sawah tersebut diolah oleh 300 petani," ujarnya.

    Minimnya sawah di Meranti yang diasuransikan lantaran program asuransi baru dijalankan di Meranti pada baru-baru ini.

    Syafril menjelaskan, dengan program tersebut petani yang gagal panen bisa mendapatkan dana klaim sebesar Rp6 juta per hektare dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).

    "Sawah yang ditanggung oleh pihak asuransi maksimal hanya 2 hektare, per hektarenya petani cukup membayar premi sebesar Rp36 ribu per musim tanam," ujar Syafril.

    Agar terdaftar di asuransi tersebut, para petani cukup memberikan fotocopy KTP dan surat rekomendasi dari ketua kelompok taninya masing-masing.

    "Nanti para penyuluh kami membantu mendaftarkan ke PT Jasindo. Begitu juga saat petani akan mengklaimnya," ujar Syafril.

    Saat ini kata Syafril, pihaknya masih melakukan sosialisi ke seluruh desa agar seluruh petani di Meranti terdaftar di AUTP.

    "Seharusnya 3.580 hektare sawah di Meranti yang akan ditanami sudah masuk ke asuransi. Namun saat ini, belum semuanya bisa ditanam karena intensitas hujan yang tinggi," ujarnya.

    Selain itu kata Syafril, untuk mengatasi terendamnya sawah karena air hujan dan pasang laut pihaknya telah mengajukan proposal ke Balai Wilayah Sumatera III untuk menanggulangi genangan air yang membanjiri ribuan sawah di Meranti.

    Ia mengatakan, bantuan yang diajukan ke Balai Wilayah Sumatera III yaitu, pembangunan 80 kilometer tanggul di Rangsang Barat.

    "Tanggulnya sepanjang Desa Anaksetatah hingga Desa Melai di Kecamatan Rangsang Barat," ujar Syafril,

    Selain tanggul, proposal yang diajukan pada 2017 lalu, pihaknya juga mengajukan pengadaan pintu klep berukuran besar sebanyak 8 unit.

    "Tim dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III sudah survei lokasi dan melakukan pengukuran, konsultannya juga sudah melakukan kajian selama satu bulan di Rangsang Barat," terang Syafril.

    Syafril berharap usulan DTPKPP bisa direalisasikan pada tahun 2018 ini juga.

    Selain mengajukan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera III, Syafril mengatakan pada tahun ini pihaknya juga mengajukan bantuan pembangunan tanggul dan pintu klep untuk di seluruh desa yang rawan tergenang air ke Provinsi Riau.

    "Total panjang tanggul 400 kilometer, sedangkan pintu klepnya sebanyak 50 unit," ujarnya.

    Ia mengatakan tanggul dan pintu klep tersebut sangat dibutuhkan para petani di Meranti.

    Pasalnya setiap musim penghujan, ribuan hektare sawah di Meranti terendam air.

    "Hampir 4 ribu hektare sawah di Meranti yang berada di 5 kecamatan, lebih separuhnya selalu tergenang air," ujarnya.

    Selain itu pihaknya juga akan merubah jadwal tanam, dimana pada awalnya ditanam pada bulan Juni maka akan di mundur dan akan ditanam pada bulan April. Selain itu bibit juga akan diganti, dimana pada sebelumnya menggunakan padi jenis Batang Pariaman, maka ke depannya akan dicoba menggunakan padi jenis varietas tahan air asin.

    Penulis : Ali Imroen
    Editor: Yusni Fatimah


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Liga Champion Atletico Vs Juventus, Berikut Jadwalnya Malam Ini
  • KBRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Kairo
  • Hari Ini, Presiden Jokowi Lantik Gubri dan Wagubri Terpilih
  • Bupati Inhil Prihatin atas Musibah Kebakaran yang Menimpa Warga Sungai Guntung
  • Bupati Inhil Prihatin Atas Musibah Kebakaran yang Menimpa Warga Sungai Guntung
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved