Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

10:41 - 6 Rumah di Selat Panjang D...
14:26 - Belum Rampung, Proyek Jala...
14:07 - Ratusan Warga Selat Panjan...
13:46 - Di Sinilah Awalnya Bendera...
12:07 - Bupati Meranti Kukuhkan Pa...
19:47 - Dianggarkan Rp4,3 Miliar, ...
14:39 - Bersama Bupati Meranti, UA...
10:21 - Lautan Manusia Banjiri Kan...
19:14 - Kerjasama dengan Baznas, K...
11:34 - Pemesan Kamar Hotel Memblu...
16:06 - Sunatan Massal Bantu Ringa...
13:50 - Dilengkapi Fasilitas Baru,...
11:47 - Tidak Istitho’ah, Satu J...
08:21 - Wakil Bupati Lepas Keberan...
10:11 - Bupati Meranti Saran Bagi ...
12:08 - Buang Sampah Sembarangan, ...
17:51 - DPRD Ngotot Lahan Pasar Mo...
10:00 - EMP-MS Optimalkan Keselama...
14:17 - Mako Polres Meranti Selesa...
12:00 - Jadi Narasumber Pangan Nus...
18:16 - Habib Hamidi dan Sri Astut...
10:26 - Dijemput Bujang Dara, Atle...
15:28 - Mahasiswa UR Olah Kelapa J...
15:03 - Belum Beroperasi, RAPP Kem...
07:23 - Maksimalkan Peran BUMDes, ...
19:46 - Lima Perwakilan Negara dan...
15:56 - Tekan Angka Kekerasan Terh...
08:18 - Bank Sampah Selatpanjang B...
10:14 - Kapolsek Rangsang Raih Per...
17:17 - Protes Jalan Rusak, Warga ...
17:48 - Hingga Desember 2018, 44 K...
18:56 - Tujuh Kepala OPD Pemkab Ke...
18:20 - Limbah Sagu Diduga Penyeba...
16:21 - Tarif PBB di Meranti Dises...
18:55 - Pembangunan Dermaga Desa S...
07:44 - KPU Meranti Bakar 1081 lem...
17:24 - Tiga ASN dan 52 Honorer Pe...
07:08 - KPU Meranti Temukan 27 Sur...
17:53 - Bujang Dara Meranti Jalin ...
15:00 - Kapal Pembawa Minuman Kebu...
15:48 - Sanksi Menanti Pejabat Mer...
17:56 - Minyak Genangi Geladak Kap...
18:40 - Bupati Meranti Hadiri Rako...
04:34 - BBPOM Temukan Makanan Meng...
15:32 - Festival Cian Cui Kepulaua...
12:05 - BBPOM Temukan Boraks Pada ...
05:45 - KPID Riau Gelar Seminar Li...
10:04 - Dua Kali Berunjuk Rasa, Tu...
04:47 - Selama Ramadan, ASN Merant...
20:03 - Para Kades dan BNPB Apresi...
 
Buruknya Sistem Drainase Pemicu Banjir Selatpanjang
Selasa, 02/01/2018 - 16:36:55 WIB

SELATPANJANG - Banjir yang kerap menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti ketika curah hujan tinggi dipicu buruknya sistem drainase.

Pembuangan air tidak maksimal lantaran saluran mengalami sedimentasi dan ditutup beton untuk bangunan permanen. Selain itu, tidak sedikit saluran air merupakan peninggalan zaman Bengkalis yang mendesak segera untuk direvitalisasi. Seperti drainase di sepanjang Jalan Imam Bonjol, Kartini dan Jalan Siak. Selain berusia tua, saluran air tersebut mengalami pendangkalan parah dan dipenuhi sampah, selain itu banyak drainase yang sudah retak retak.

“Kondisi drainase itu memang sudah tua, yang dibangun sejak zaman Bengkalis, dan diperparah dengan bangunan yang berdiri di atasnya. Untuk mengatasi banjir dan genangan, saluran air yang ada kita belum ada anggaran untuk revitalisasi, namun kita ada kegiatan dari propinsi untuk normalisasi sungai, sehingga bisa mengalirkan banjir ke arah laut," ujar Pj Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPU PRPKP, Syamsul, Selasa (2/1/2018).

Pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Pemukiman dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti juga mengakui drainase Kota Selatpanjang tidak mampu lagi untuk menampung curah hujan dengan intensitas tinggi seperti yang terjadi pada Senin (1/1/2018) kemarin.

"Kalau hanya hujan ringan, drainase kota masih sanggup. Tapi kalau intensitas hujan tinggi, air drainase akan naik dan melimpah ke jalan," kata Syamsul.

Hal itu disebabkan, kondisi drainase tidak lagi sesuai dengan pertumbuhan kota yang semakin padat.

"Resapan air sudah jauh berkurang akibat padatnya bangunan, sementara drainase Kota Selatpanjang dibangun sejak zaman Bengkalis dulu. Masalah lainnya tindakan ilegal, di mana banyak warga yang mendirikan bangunan permanen di atas drainase," katanya.

Untuk mencegah kembalinya genangan air saat intensitas hujan tinggi, Syamsul mengatakan hanya bisa melakukan pengerukan sedimentasi saja.

"Tidak bisa didalamkan ataupun dilebarkan, hanya bisa dinormalisasi saja. Membersihkan lumpur ataupun sampah dari drainase," kata Syamsul.

Syamsul juga menjelaskan tergenangnya air di jalanan Kota Selatpanjang juga disebabkan kurangnya daerah resapan air seiring meningkatnya pembangunan.

Untuk mengatasi berbagai persoalan mengatasi banjir ini DPU PRPKP Kabupaten Kepulauan Meranti juga berencana akan menormalisasi sungai yang ada di Pulau Tebing Tinggi itu.

Pj Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPU PRPKP, Syamsul mengungkapkan, untuk melakukan normalisasi pihaknya telah mengajukannya ke Provinsi Riau.

"Ada 8 sungai yang kita ajukan normalisasi ke Provinsi Riau," ujar Syamsul.

Kedelapan anak sungai yang akan dinormalisasi yaitu, Sungai Kasmin, Juling, Gelora, Nipah, Mat Taher, Rintis, Parit dan Sungai Banglas.

"Mudah-mudahan 2018 ini bisa direalisasikan, sehingga bisa meminimalisir banjir di Selatpanjang," ujarnya.

Menurut, Syamsul kedelapan anak sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan akibat air pasang laut.

"Setiap laut pasang, lumpur memasuki anak sungai. Hal itu mengakibatkan pendangkalan," ujarnya.

Penulis: Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 6 Rumah di Selat Panjang Dilalap Si Jago Merah
  • Trafik dan Payload Data Telkomsel Naik 720 % di Pembukaan Asian Games
  • Ponpes Ngruki dan MTA Laksanakan Salat Idul Adha Selasa Besok
  • Kamis, PWI Riau akan Sembelih 2 Ekor Sapi dan 2 Ekor Kambing
  • Sembelih 25 Hewan Kurban, Pemko Kirim Rendang ke NTB
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved