Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

18:58 - Kadin Meranti Minta Nilai ...
17:22 - Mobil Crane Terperosok di ...
16:57 - PT Cipta Krida Bahari Foku...
10:40 - Begini Penjelasan kenapa C...
10:10 - Jalan Diponegoro Selatpanj...
10:30 - Intsiawati Ayus: Kepala OP...
11:11 - Balai Benih Ikan Desa Gogo...
18:05 - Baru Selesai Dibangun, Box...
18:59 - Buang Sampah dan Merokok S...
19:27 - RKU PT RAPP Dibatalkan, Se...
05:52 - Warga Keluhkan Kondisi Jal...
10:20 - Bupati Harap Pemerintah Pu...
07:16 - Anggota DPRD Meranti Bawa ...
11:10 - UMK Meranti Tahun 2018 Dip...
18:54 - Masyarakat Kecewa, Rumah S...
18:09 - Notaris Mengeluh Urus BPHT...
18:16 - Realisasi Fisik APBD 2017 ...
11:04 - Petugas Damkar Meranti Dib...
15:15 - BPBD Meranti Serahkan Bant...
05:10 - Pasar Modern Akan Dikelola...
12:32 - Tarif Baru Pelabuhan Tanju...
00:29 - Pejabat Meranti Punya Wani...
17:21 - 13 Desa di Meranti Terima ...
16:50 - Eks Pekerja PT RAPP: Bukan...
18:21 - Lapangan Kerja Tidak Terse...
08:50 - Izin Terancam Dicabut, Mit...
18:46 - Forum Kades Meranti Kecewa...
19:29 - Izin Terancam Dicabut, Rat...
18:08 - Belum Ada Anggaran, Pemkab...
16:51 - Masyarakat Minta Pemerinta...
16:30 - Ada Potensi Longsor Susula...
14:17 - 'Bah Jamel' dari Meranti J...
08:13 - Diguyur Hujan Deras, Kebun...
05:26 - Akses Jalan Menuju Roro Ka...
10:27 - 18 Desa di Meranti Tak Mil...
15:37 - Ketua Pengda Riau Kukuhkan...
10:19 - Berubah Tipe, KPPBC Selat ...
19:21 - 4.463 Unit Rumah di Merant...
12:27 - 13 Unit Pamsimas Dibangung...
10:50 - Mantab! RSUD Meranti Juara...
18:05 - Farewell Parade Kapolres M...
11:19 - Karcis Parkir di Selatpanj...
11:03 - Dua Anggota DPRD Walk Out,...
16:50 - Personel TNI AL Gotong Roy...
18:39 - Dua Unit Hybrid PLTS Kemen...
20:59 - Bupati Sambut Kepulangan 8...
17:24 - Keuangan Defisit, Pemkab M...
17:00 - Dishub Meranti Bagi-bagi H...
19:33 - Tanoto Foundation Bangun R...
16:41 - Lewat Tengah Malam, Bupati...
 
Tubing Mangrove, Wahana Permainan Baru di Hulu Sungai Bokor Meranti
Minggu, 12/02/2017 - 12:13:38 WIB

RANGSANG BARAT - Permainan arung jeram dengan menggunakan ban di sungai yang dikelilingi hutan mangrove atau lebih dikenal dengan Tubing Mangrove semakin melengkapi obyek wisata di Sungai Bokor yang berada di Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tubing Mangrove merupakan salah satu wahana permainan baru yang mulai dikembangkan dan diperkenalkan oleh kelompok musik Sanggar Bathin Galang selain lari diatas tual sagu dan mendayung sampan.

Selama menyusuri aliran hulu sungai dengan menggunakan tubing, wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekitar, termasuk hutan mangrove yang rimbun yang tumbuh sepanjang tepian sungai. 

Sebagaimana diketahui, Tubing hampir mirip dengan rafting, bedanya alat yang dipakai adalah ban dalam ukuran besar. Kalau rafting yang dipakai adalah perahu karet yang diisi sampai enam orang, sementara tubing hanya digunakan satu orang untuk setiap ban. Jadi berlaku secara individual.

Ketua Sanggar Bathin Galang, Sopandi Rozali SSos, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sudah mulai mencoba wahana permainan Tubing Mangrove di Hulu Sungai Bokor ini.

"Kami mencoba dari hulu Sungai Bokor yang merupakan hutan mangrove paling lebat dan rimbun, sebelumnya areal permainan tubing ini sudah kami bersihkan, jadinya sangat aman bagi para pengunjung," ujarnya.

Diakui Sopandi, pada awalnya percobaan itu dilakukannya bersama anggota sanggar yang lain.

Ia juga menjelaskan, timbulnya ide tubing mangrove dikarenakan potensi alam Bokor sangat baik untuk dikembangkan permainan ini. Dengan adanya permainan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini.

"Kami hanya mencoba terlebih dahulu untuk selanjutnya kegiatan ini akan kita jadikan paket wisata menarik bagi pengunjung yang mau mencoba permainan di desa wisata Budaya ini," kata Sopandi lagi.

Selain tubing menyusuri mangrove, di hulu sungai ini para wisatawan juga bisa menikmati buah-buahan yang ketika musim buah tiba dan bisa dipetik langsung dari pohonnya, seperti buah durian, manggis dan rambutan.

Walaupun tubing mangrove sudah populer di beberapa wilayah di Indonesia, namun wahana permainan di sungai yang dipopulerkan oleh Sanggar Bathin Galang ini disebut sebut pertama di Kepulauan Meranti bahkan di Propinsi Riau.

Lebih jauh dikatakan pemuda yang telah memperkenalkan Desa Bokor ke dunia internasional ini potensi pariwisata di Kepulauan Meranti tidak kalah banyak dan menarik dengan tempat lainnya di Indonesia. 

"Kalau kita menengok lebih dalam, banyaknya potensi itu justru membuat peluang dalam pengembangannya. Apalagi saat ini, banyak potensi itu bisa melahirkan peluang bagi pemberdayaan masyarakat secara luas.

Potensi pariwasata yang sudah ada sekarang ini, tinggal mengembangkan dan menggalakkan. Untuk itu, peran semua pihak akan sangat dibutuhkan ," kata Sopandi.

Penulis: Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Buruan Manfaatkan Toyota Expo di Tembilahan, Banyak Diskon dan Hadiah Lho
  • Kadin Meranti Minta Nilai Perdagangan Lintas Batas Dinaikkan
  • Danlanud Rsn Pekanbaru Kirim Anggotanya Penuhi Panggilan Kegiatan Sosial
  • Tahanan Narkoba Terhukum 15 Tahun Penjara Kabur dari Lapas Bengkalis
  • Pemkab Rohil Terus Benahi Berbagai Insfrastruktur
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved