Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:53 - Lihat Jalan Rusak, Anggota...
09:55 - Tahun 2018, Kepulauan Mera...
12:55 - Langgar Sumpah, 4 Pejabat ...
17:11 - Kapal Rusak, Suami Istri P...
19:05 - Target Tak Tercapai, Sekto...
14:58 - Tanggul Jebol, Ribuan Hekt...
15:51 - Bupati Kecewa dengan Penge...
18:14 - Efisiensi Anggaran, Pejaba...
18:03 - Kades Putri Puyu: Akhirnya...
14:37 - Agar Tidak Tenggelam, Jalu...
16:36 - Buruknya Sistem Drainase P...
20:33 - Sambut Malam Pergantian Ta...
18:14 - Puluhan Warga Selatpanjang...
18:59 - Balita Naya yang Ceria Kin...
09:53 - LM2R Berunjukrasa Minta Ke...
18:30 - Efektif Cegah Karlahut, Fr...
17:09 - Kain Songket Pulau Padang ...
18:55 - Bank Riau Kepri Serahkan C...
13:53 - YFMM dan Remaja Mesjid Agu...
17:34 - Kafilah Meranti Pertahanka...
13:46 - Walau Tidak Beroperasi, RA...
20:13 - Wakil Bupati Minta Penahan...
14:28 - Beri Pengobatan Gratis, Wa...
12:59 - Meranti Siap Jadi Tuan Rum...
18:39 - Alhamdulillah, Dua Wanita ...
18:27 - Kuota Dikurangi, Disperind...
13:49 - Ditolak DPRD, Kenaikan Ret...
05:47 - Guru Terobos Banjir Rob De...
19:23 - Anggota Komisi VII DPR RI ...
17:45 - DPRD Minta Pembangunan Jem...
19:03 - Pemkab Meranti dan Beacuka...
08:53 - Jalan Poros Tergenangi Air...
10:14 - Bankeu Propinsi Tidak Masu...
13:26 - Ikut Pesta di Rumah Kadis,...
18:29 - Instruksi Wabup Meranti: K...
20:14 - Kabel Utilitas Ganggu Kein...
18:03 - BKKBN Bersama Pemkab Meran...
18:08 - Puluhan Massa Berunjuk Ras...
18:54 - Rakor Bersama Kades, Camat...
20:28 - Sekda Minta Pertahankan da...
20:01 - Pemcam Tebingtinggi Barat ...
18:02 - Meranti Terima Mobil Damka...
10:25 - Pemkab Meranti Ajukan 1.18...
18:58 - Kadin Meranti Minta Nilai ...
17:22 - Mobil Crane Terperosok di ...
16:57 - PT Cipta Krida Bahari Foku...
10:40 - Begini Penjelasan kenapa C...
10:10 - Jalan Diponegoro Selatpanj...
10:30 - Intsiawati Ayus: Kepala OP...
11:11 - Balai Benih Ikan Desa Gogo...
 
Rokok Ilegal Banyak Beredar di Meranti
Kamis, 26/01/2017 - 12:15:30 WIB
Penangkapan rokok ilegal di Mapolda Riau, beberapa waktu lalu
Penangkapan rokok ilegal di Mapolda Riau, beberapa waktu lalu
TERKAIT:
 
  • Rokok Ilegal Banyak Beredar di Meranti
  •  

    SELATPANJANG(halloriau) - Rokok ilegal atau tanpa cukai belakangan ini sudah banyak beredar di Kepulauan Meranti. Kendati sempat berhasil disita oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Selatpanjang bukan berarti peredarannya berhenti.

    Terakhir jumlah rokok ilegal yang berhasil diamankan KPPBC Selatpanjang sebanyak 2.343 slop yang terdiri atas 405.840 batang barang kena cukai jenis hasil tembakau atau rokok.

    Rokok yang sudah hampir dua tahun beredar itu dijual mulai dengan Rp4000 dan Rp5000. Selain munculnya rokok tanpa cukai, beredar pula rokok dengan merek-merek yang tidak lazim ditemukan di warung atau mini market.

    Merek rokok tersebut, Gudang Cengkeh hingga Gudang Gaman, Evolution, Tidak hanya itu, ada juga merek Luffman dan Advan dan merek lainnya.

    Berbagai merek rokok ilegal dan tak bercukai ini lebih banyak dipasarkan di kedai-kedai kecil yang berada di pinggir kota. Seperti desa desa yang jauh dari ibukota kabupaten.

    "Potensi beredarnya rokok ilegal tanpa cukai yang meluas didasari daya beli masyarakat, karena harga rokok saat ini mahal, bisa saja mereka beralih ke rokok yang lain," kata Kasi Pengawasan, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM,M Noor, Kamis (26/1/2017).

    Diakuinya saat ini rokok ilegal itu telah beredar luas di Kepulauan Meranti, kendatipun caranya masih secara diam-diam.

    "Pemasarannya tidak secara terbuka, jika ada yang beli baru dikeluarkan. Memang dengan begini masyarakat dalam ekonomi yang lemah menjadi terbantu untuk membeli rokok, namun disatu sisi negara dirugikan. Itu juga masuknya kan juga dari jalur ilegal, dari pelabuhan tikus," ucapnya.

    Untuk pengawasan dan penindakan terhadap rokok ilegal ini, dia mengatakan bahwa pihaknya tidak lagi memiliki wewenang untuk itu karena wewenang itu sudah ditarik ke provinsi.

    "Untuk pengawasan sudah tidak berada lagi di kabupaten namun sudah ditarik ke provinsi, kalaupun ada temuan atau indikasi, pihak kita hanya bersifat melaporkan saja melalui surat atau sms gateway ke nomor 085259393938," katanya lagi.

    Di tempat terpisah, salah seorang warga masyarakat yang perokok mengatakan bahwa dengan adanya sejumlah rokok tanpa cukai dengan berbagai merek dirinya tidak lagi merasa terbebani dengan harga yang sebelumnya.

    "Kalau sebelumnya harga rokok yang saya beli harganya Rp10 hingga Rp12 ribu, sekarang bisa dibeli seharga Rp6 ribu saja, rasanya pun tidak jauh beda," katanya.

    Penulis: Ali Imroen
    Editor: Budy

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Empat Pimpinan OPD di Kuansing Dibiarkan Kosong
  • Dua Terdakwa Tahanan Kejari Pekanbaru Diduga Nyabu di Dalam Sel, Polisi Bakal Test Urine
  • Lebih Agresif di 2018, Smartfren akan Bangun 10 Ribu BTS
  • Gedung LAMR Belum Serah Terima, LAM Kecewa dengan Kota Pekanbaru
  • Walikota Instruksikan Percepat Lelang Swastanisasi Sampah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved