Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:35 - 5 Unit Kapal Kementerian ...
12:13 - Ikuti Kejurda Panjat Tebin...
07:15 - Keuangan Daerah Memprihati...
18:06 - Hadapi Berbagai Kendala, 1...
07:29 - Jelang Porprov IX 2017, KO...
22:17 - Pasca Dilecehkan, PWI Mera...
18:47 - Pertanyakan Dana Hibah Gur...
18:55 - Malaysia dan Meranti Terta...
06:16 - 2018, Pembangunan Dorak Po...
15:43 - Bupati Irwan Sayangkan Sik...
21:13 - 16 PNS Meranti Dipotong In...
21:25 - Bupati Meranti Tinjau dan ...
16:09 - Wakil Bupati dan Sekda Mer...
17:26 - 66 Dokter dan Bidan PTT Me...
06:00 - 12 Desa di Meranti Masuk P...
21:50 - BRG Nyerah Selesaikan Konf...
11:53 - Pemkab Meranti - UGM Jalin...
13:42 - Tersentuh Lihat Teman Sala...
15:29 - 118 Koperasi Tak Sehat di ...
10:26 - RAPP Sudah Realisasikan di...
15:35 - Kopi Luwak Meranti Dipasar...
11:38 - DPRD Kabupaten Lingga Berg...
14:35 - Eka Hospital Gelar Seminar...
16:33 - Selamatkan Pantai Mekong, ...
23:13 - 2017, Sudah 3 Warga Merant...
17:30 - Soal US yang Tiba di Meran...
21:21 - Puluhan Kendaraan di Meran...
08:33 - Selama Ramadan, Wabup Mera...
18:40 - Kemarin Hanya Ditegur, Sek...
19:32 - Fasilitas Umum di Pulau Ra...
06:44 - SBG Promosikan BWMF di Tre...
14:45 - Pendapatan Buruh Bongkar M...
13:41 - Jelang Ramadhan, Satpol PP...
20:48 - Pemkab Meranti Sampaikan K...
17:56 - Di Meranti, Belum Ada Lapo...
14:07 - Polres Meranti Antisipasi ...
06:14 - Bupati Teken MoU Pengelola...
06:08 - Sekda Meranti Minta Beri K...
18:45 - Sekda Harapkan Meranti Dib...
19:21 - Pemkab Larang Peternak Jua...
21:35 - Masuk Black List, Camat He...
15:48 - Selamatkan Ibu Hamil, Bert...
18:03 - Humas Pemkab Meranti Dimin...
16:26 - Niat Maju Pilgubri, Yopi D...
22:09 - Mie Sagu dan Kopi Luwak Di...
15:25 - Waspada!! Aliran Sesat Ber...
09:28 - Evaluasi SAKIP, Kepala OPD...
20:41 - Atasi Genangan Air, Dinas ...
20:41 - Bupati Irwan: Jadilah Peng...
15:20 - Sidak Apotek di Selatpanja...
 
Advertorial Pemkab Kepulauan Meranti
Meranti Menuju Kawasan Niaga Unggul; Geliat Pembangunan Tanah Jantan Makin Tunjukkan Perkembangan
Kamis, 22/12/2016 - 21:32:24 WIB

KABUPATEN Kepulauan Meranti resmi berdiri pada 19 Desember 2008, berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009. Memisahkan diri dari kabupaten induk, Bengkalis menjadi perjuangan masyarakat daerah berjuluk tanah jantan ini sejak 1957. Tujuannya hanya satu, yakni meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai cita-cita pemekaran.

Tahun 2016 ini menjadi tahun kedelapan Kepulauan Meranti mengurus rumah tangganya sendiri. Berbagai upaya pembangunan terus dilakukan untuk mengejar berbagai ketertinggalan. Baik dari segi infrastruktur dasar, jalan, listrik dan air bersih, maupun sektor penting lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.

Perlahan namun pasti, seiring berjalannya waktu apa yang menjadi cita-cita bersama tersebut mulai terwujud meskipun belum maksimal dan masih terdapat kekurangan di sana-sini. Meski begitu, semua pihak menyadari untuk melaksanakan pembangunan tentunya tidak semudah membalikkan telapan tangan. Apalagi kabupaten yang berada di pesisir Selatmalaka ini merupakan kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau.

Berdasarkan catatan statistik, tahun awal pemekaran angka kemiskinan di Meranti mencapai 43 persen dengan angka penduduk lebih kurang 180 ribu jiwa. Dibawah kepemimpinan Irwan Nasir sebagai bupati angka itu perlahan dapat ditekan. Kini tercatat angka kemiskinan menurun menjadi 33,4 persen dnegan pertambahan populasi penduduk menjadi 230 ribu jiwa.

"Dulu dengan angka kemiskinan yang tinggi menjadikan Meranti ini sarang premanisme sehingga menyebabkan kondisi yang tidak kondusif. Namun kini kondisi itu sudah jauh berubah berkat perjuangan kita bersama," tutur Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Kepulauan Meranti ke 8 Tahun 2016 di Halaman Kantor Bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (19/12/2016).

Target meningkatkan elektrifkasi atau pasokan listrik ke pemukiman masyarakat di berbagai pelosok desa juga mengembirakan. Jika awal pemekaran tingkat elektrifikasi di Meranti hanya sekitar 32 persen kini telah naik menjadi 87 persen.

"Sejak pemekaran, Pemkab Meranti telah merekrut lebih kurang 5000 pegawai aparatur sipil negara dan juga honorer," jelas Irwan.

Bupati Irwan sedang meninjau jalan Desa Mekong dan wakil bupati sedang monitoring jalan Kampung Balak.

Di periode kedua ini, Irwan terus melanjutkan visi dan misi yang sudah menjadi kerangka kerja pemerintahannya. Dengan visi Menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Menuju Masyarakat Madani. Untuk mewujudkan itu pula telah ditetapkan misi untuk 2016-2021, yakni Meningkatkan mental dan spritual masyarakat menuju masyarakat beraklakul kharimah, Meningkatkan infrastruktur dasar dalam rangka merangkai pulau, membuka isolasi daerah, termasuk revitalisasi air bersih dan peningkatan elektrifikasi. Kemudian meningkatkan kwalitas pendidikan sesuai kasanah dan kearifan lokal, meningkatkan kwalitas SDM dan produktifitas, meningkatkan hasil pertanian dan peternakan maayarakat, mendorong investasi dan kemudahan usaha. Misi selanjutnta mendorong upaya pembangunan berbasis lingkungan, birokrasi yang bersih bebas KKN serta mengembangkan kebudayaan sanggar dan olahraga berbasis kearifan lokal dan khasanah Melayu.

Dalam hal melakukan pembangunan kendala terbesar di kepulauan Meranti sebagai daerah baru yakni keterbatasan anggaran. makanya tak heran jika Pemkab Meranti terus berteriak kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi agar dapat membantu Kabupaten termuda di Riau itu. Sehingga nantinya percepatan pembangunan bisa diwujudkan.

"Kita tidak bisa sendiri untuk membangun daerah ini. Kita sangat butuh peran pusat dan provinsi di Kepulauan meranti," pinta Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi.

Apalagi dengan kondisi geografis berpulau tersebut tanggung jawab Pemerintah Provinsi yang menjadikan Kepulauan Meranti sebagai batas wilayah dengan Provinsi Kepulauan Riau, juga butuh tanggung jawab Pusat yang menjadikan kepulauan Meranti sebagai batas negara dengan sejumlah negara.

"Semestinya daerah kita yang menjadi beranda terdepan NKRI harus dibangun dengan baik. makanya tak heran jika ditengah laut ketika melihat wilayah Indonesia yang gelap gulita membuat kita miris," sebutnya.

Oleh karena itu Bupati Kepulauan Meranti berharap Pemerintah Pusat dan Provinsi mau membantu Pemkab Meranti untuk membangun infrstruktur dasar yang sangat dibutuhkan. Jika tidak, rencana pembangunan tersebut hanya menjadi angan dan setakat sebatas rencana saja. 

"Anggaran kita sangat terbatas. Bukan hanya infrstruktur saja yang harus kita pikirkan, tapi juga bagaimana kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Sebab secara persentase wilayah kita menjadi yang paling miskin di Provinsi Riau," terang Irwan

Namun dengan segala keterbatasan itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan langkah-langkah terobosan dengan meningkatkan pembangunan dalam memenuhi kebutuhan infrasruktur dasar yang dilaksanakan dalam berbagai bentuk program dan kegiatan, seperti: Pembangunan Jalan dan jembatan dengan konsep merangkai Pulau.

Saat ini telah dan sedang dilaksanakan pembangunan 4 koridor utama jalan yang menghubungkan antar kecamatan dalam kabupaten, dan antar kecamatan antar kabupaten dan antar provinsi. Koridor I pembangunan jalan Alai - Mengkikip yang membuka akses utama Kota Selatpanjang sebagi ibukota Kabupaten kepulauan Meranti menuju  Pelabuhan Buton di Siak. Koridor II Ruas jalan Lukun-Sungai Tohor- Tanjung Sari yang nantinya akan membuka akses Pelabuhan Tanjung sari menuju Tanjung Balai Karimun dan akses ke Selat Malaka. Koridor III Ruas jalan Lukit -  Tanjung Padang membuka akses antar kecamatan dan antar desa di Pulau padang. Koridor IV ruas jalan Melai-Kedabu Rapat yang membuka akses antar desa dan Kecamatan di Pulau Rangsang.

Kemudian pembangunan jalan Meranti Bunting-Belitung sepanjang 16,6 kilomter dengan biaya Rp 172 miliar. Setelah itu jalan Bantar-Tanjung Kedabu sepanjang 69,4 kilomter, jalan tanjung Samak-Tanjung Kedabu sepanjang 40,2 kilomter dengan biaya Rp 738 miliar.

Selanjutnya Program Pembangunan Jembatan, Pada tahun 2012 telah dimulai pembangunan Jembatan Selat Rengit yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pulau Merbau. Untuk pembangunan Jembatan Selat Rengit ini, Pemerintah Daerah telah berupaya maksimal guna mewujudkan konsep merangkai pulau dengan membangun akses jembatan yang menghubungkan dua pulau. Namun pada pelaksanaannya mengalami beberapa kendala teknis yang sulit untuk dihindari dan perlu dilakukan redesign ulang pelaksanaan pengerjaannya. Untuk itu mewujudkan hal tersebut, Pada tahun 2017 mendatang pengerjaan redesign Jembatan Selat Rengit tersebut akan dilanjutkan.

Selanjutnya Pembangunan Bidang Perhubungan, telah dilaksanakan pembangunan ro-ro Kampung Balak yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pantai Timur Sumatera bagian tengah (Tanjung Buton di Siak) dimana pada tahun 2012 yang lalu sudah dilaksanakan peresmian shoft opening pengoperasionalnya.

Sedangkan untuk Pelabuhan penumpang dan barang, tengah dibangun pelabuhan internasional penumpang dan kargo di Dorak, Selatpanjang terus digesa pengerjaannya hingga pada saatnya dapat dinikmati oleh masyarakat Kepulauan Meranti.

Selain itu, pemerintah daerah juga membangun pelabuhan rakyat di setiap desa, kantor dinas, dan pasar modern dan pasar pariwisata.

"Pembangunan jalan ini akan terus kita lakukan setiap tahunnya dan akan menjadi prioritas bagi kita.Fokus membangun jalan ini dimaksudkan untuk menyambung rentang akses antar desa, dan kecamatan yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk membawa hasil pertanian dan sebagai akses lainnya. Pembangunan jalan ini juga kita pusatkan terlebih dahulu antar desa, untuk saat ini kita juga menunda pembangunan kantor pemerintahan, karena membangun kantor itu tidak susah, karena jika kantor yang dibangun terlebih dahulu maka yang menikmati hanya segelintir, namun jika akses jalan yang dibangun maka yang menikmatinya seluruh masyarakat Meranti.Sedangkan pembangunan infrstruktur lainnya akan kita lakukan secara berangsur dan bertahap. Selain membutuhkan biaya yang besar, juga membutuhkan komitmen dari rekanan yang mengerjakannya nanti," terang Irwan.

Program kegiatan pembangunan bidang kesehatan difokuskan pada Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat. Ada tiga faktor determinan yang sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat yaitu  lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan.  Secara esensial pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan  pada aspek aksesibilitas  dan mutu pelayanan. Program/kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai berikut, Pembangunan pusat-pusat kesehatan masyarakat sampai ke tingkat Desa (Pustu/Puskesdes), Penambahan jumlah tenaga medis dan paramedis untuk meningkatkan pelayanan sampai ke tingkat desa, meningkatkan jangkauan transportasi bagi orang sakit dengan menyediakan ambulan laut.   

Selanjutnya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar sampai ke front line Kabupaten Kepulauan Meranti telah memiliki 52 unit Puskesmas Pembantu, 19 unit Poskesdes dan 9 unit Puskesmas ditambah 1 unit Rumah Sakit dan setiap puskesmas tingkat kecamatan dilengkapi dengan ambulance darat dan ambulance laut.

"Berbagai capaian yang telah diperoleh untuk kemajuan Kabupaten Kepulauan Meranti selama kurun waktu hampir delapan tahun ini menjadi refleksi bagi kita semua, bahwa sebuah capaian kemajuan tidak ada artinya tanpa peran serta masyarakat secara keseluruhan," kata Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi. (Adv)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Krisis Masjid Al-Aqsa, Menag Serukan PBB & OKI Bersikap
  • Komisi I DPRD Kunjungi Kantor KPID Riau
  • Tak Masuk APBD, Pemko Pekanbaru Diminta Cari Sumber Dana Pemeliharaan RTH
  • Akomodasi Kenyamanan dan Kelegaan Kabin, Mitsubishi Kenalkan Expander
  • Besok, Bupati Harris Buka MTQ Tingkat Kabupaten Pelalawan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved