Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

11:48 - Bupati Irwan Buka Diklat B...
10:33 - Pantauan Air Visual; Kuali...
18:36 - Desa Sungai Cina Wakili Me...
09:18 - Irwan Nasir: Karhutla Buka...
02:11 - Pelantikan DPRD Meranti Di...
20:15 - Nihil Hotspot, Pemkab Past...
15:15 - AM3 Bakal Demo Pelantikan ...
05:39 - Disiapkan Perbup, Oktober ...
22:05 - Tahun Ini Dinkes Meranti K...
19:44 - Bupati Irwan: Jika Nilai S...
09:23 - Sejumlah Organisasi Kepemu...
06:05 - Dorong Masyarakat Hidup Be...
20:56 - Tim Fact Finding Kemenpora...
16:39 - KSOP Selatpanjang dan Telu...
17:10 - Gandeng Dinkes, Satpol PP ...
16:27 - Akibat Kabut Asap Kapal Po...
15:00 - Masrul Kasmy, Orang Pertam...
17:12 - Sekolah di Meranti Tidak D...
07:05 - Keajaiban Segelas Kopi di ...
16:09 - Lima Kali Gagal Tes Tak Bu...
05:47 - Sempat Menang, Cakades di ...
13:56 - Bersatu, Pers Meranti Sepa...
16:58 - Selisih Satu Suara, Pilkad...
12:46 - Orang Gila Rusak Sekolah d...
11:18 - Wakili Riau di Sumut, Tiga...
19:35 - Wartawan Metro Riau Raih T...
17:46 - Armada Kurang dan Banyak R...
18:30 - Ambruk, Dua Pelabuhan di M...
18:45 - 15 Pejabat Eselon Dilantik...
19:05 - Walau Kekurangan Biaya, Ti...
18:47 - Tinjau RTH LAMR, Bupati Ir...
14:28 - Penyegaran di Polres Meran...
12:19 - Konsen Bangun Infrakstrukt...
17:00 - Pacu Peningkatan PAD, BPPR...
16:20 - Tim Saber Pungli Riau Laku...
09:02 - Kesbangpol Meranti Naik Ja...
20:27 - UAS Dilaporkan, Aliansi Pe...
10:56 - Pilkades Meranti, Calon Ka...
10:22 - Pilkades Serentak Meranti ...
21:21 - Pilkades Serentak di Meran...
19:54 - Wakil Bupati Meranti Ingat...
09:19 - Pertama Kalinya, Meranti J...
18:55 - Tim Gabungan Karhutla Terp...
15:23 - Dikeluhkan Jemaah Haji, Pe...
21:43 - Defisit, Proyeksi Belanja ...
16:39 - Tunda Salur, APBD Perubaha...
19:50 - Semakin Panas, Kursi Ketua...
15:12 - Sempat Terbengkalai, Kapal...
14:58 - Terbengkalai Nyaris 2 Tahu...
19:35 - Rusak Tanah Melayu, LAMR K...
 
Merangkai Pulau Majulah Negeri
Konsen Bangun Infrakstruktur, Ekonomi Masyarakat Pun Kian Menggeliat
Jumat, 30/08/2019 - 12:19:35 WIB
Bupati tinjau jalan poros penghubung antar desa di Pulau Rangsang.
Bupati tinjau jalan poros penghubung antar desa di Pulau Rangsang.
TERKAIT:
 
  • Konsen Bangun Infrakstruktur, Ekonomi Masyarakat Pun Kian Menggeliat
  •  

    HARI itu Jumat, 23 Agustus 2019, jarum jam baru menunjukkan pukul 05.00 WIB. Akan tetapi, deru mesin kendaraan bermotor sudah seperti aktivitas di jalan tol. Namun yang terjadi tidaklah demikian, pengendara sepeda motor yang berlalu lalang di jalan itu adalah para pedagang kedai yang akan pergi berbelanja ke pasar.

    Jalan yang riuh di kabupaten yang kerap disebut sebagai Tanah Jantan itu adalah jalan poros di Pulau Padang, dari Desa Meranti Bunting menuju Teluk Belitung. Jalan tersebut membentang sepanjang 16,6 kilometer yang pembangunannya menelan dana sekitar Rp172 miliar.

    Perjalanan menuju Teluk Belitung yang merupakan jantung Kecamatan Merbau tak sampai di situ saja, tapi harus melintasi beberapa perkampungan lainnya seperti Sungai Kamal, Mekarsari, dan Ulu Asam.

    Kondisi jalan yang sudah di-base itu terlihat sangat bagus, sehingga masyarakat bisa berkendara dengan nyaman dan tak banyak waktu terbuang hanya gara-gara terhambat lubang.

    "Alhamdulillah, jalan jadi elok karena sudah di-base. Kalau dulu payah melintas, banyak lubang besar-besar. Badan jalan cor yang pecah-pecah juga bisa membuat kita terhentak-hentak. Apalagi kalau hujan turun, lubang tergenang air, dan berlumpur. Pokoknya dulu payah," kata Iswandi, warga Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau, yang melintas di jalan itu.

    Akses jalan yang bagus juga dirasakan masyarakat di sepanjang jalan poros Desa Tanjung Pisang-Tanjung Padang. Dengan terbukanya akses jalan, masyarakat menikmati pembangunan seutuhnya dan keinginan meningkatkan ekonomi bisa terjawab.

    Kepala Desa Mekar sari, Herman pun mengapresiasi kinerja Pemkab Kepulauan Meranti karena jalan itu vital bagi kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat.

    "Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab dalam mewujudkan harapan masyarakat. Dengan adanya pembangunan jalan ini, desa kami tidak lagi terisolasi di saat musim hujan tiba. Jalan ini menjadi penopang perekonomian masyarakat," tutur Herman.

    Perubahan signifikan terhadap infrastruktur juga dirasakan masyarakat Desa Mekar Delima, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Sutrisno. Setelah sekian lama harus berjuang melewati jalan-jalan rusak, kini dia bisa tersenyum lega.

    Sutrisno berujar, kondisi jalan yang bagus telah dinantikan seluruh warga kampungnya selama puluhan tahun.

    "Alhamdulillah, kita tentu sangat bersyukur kondisi jalan kini sudah bagus. Lebih 10 tahun kami menantikan, dan sekarang sudah terwujud," ucapnya.

    Akses jalan base yang layak dengan kualitas bagus juga menghubungkan Teluk Belitung dengan Desa Dedap di Kecamatan Tasik Putripuyu yang melewati delapan desa.

    "Kampung kami tak terisolir lagi, terutama saat musim hujan seperti dulu. Sekarang warga cukup menggunakan sepeda motor untuk berurusan ke ibukota kabupaten di Selatpanjang. Kalau dulu, terpaksa naik kapal laut sekitar tiga sampai empat jam,” ungkap Sutrisno.

    Infrastruktur jalan yang bagus juga dirasakan masyarakat di Perbatasan negara, Pulau Rangsang.
     
    Delapan tahun lalu, Sutomo memerlukan waktu hampir setengah hari untuk membawa hasil panennya nenas menuju Selatpanjang. Kini, dengan keranjang besar ia sekaligus membawa nenas ke pengepul hanya dalam waktu sekitar satu jam menuju penyeberangan Peranggas.

    Sebelumnya bapak satu anak ini harus berjibaku mengangkut hasil perkebunan itu dengan susah payah. Bahkan keranjang yang berada disisi kanan dan kiri sepeda motor itu pernah terbalik akibat kondisi jalan yang hancur.

    “Dulu jalan antar kampung sini, rusak parah. Jalan semenisasi banyak yang hancur. Tanahnya kan gambut jadi sangat becek terutama saat hujan. Dulu waktu saya angkut nenas motor sering terbalik dan terbenam sehingga butuh waktu tiga sampai empat jam baru sampai,” kenangnya, sekarang sejak dibangun jadi enak jalannya," kenangnya.

    Kepulauan Meranti memiliki total luas wilayah Kepulauan Meranti seluas 6.822,85 KM2. Dimana luas daratan seluas 3.598,06 dan luas lautan 3.224,79 Km. Daerah ini juga merupakan beranda terdepan Indonesia.

    Memiliki wilayah perairan yang hampir menyamai luas daratan dan kondisi geografis yang berpulau menjadi
    salah satu penyebab lambatnya pembangunan dan perkembangan ekonomi masyarakat di Kepulauan Meranti karena belum terbukanya akses di sejumlah wilayah.

    problematika yang dihadapi wilayah berjuluk tanah jantan ini sangat komplit, dimana selain belum terbukanya sejumlah akses,  membangun sejumlah infrastruktur Meranti harus dihitung minimal dua kali lipat dari anggaran normal selama ini.

    Dimana jika melihat kondisi Kepulauan meranti lebih dalam, butuh waktu yang sangat panjang untuk menjadikan daerah itu bisa lebih maju. Apalagi kondisi tanah di Pulau-pulau di Kepulauan Meranti merupakan lahan gambut yang membutuhkan dukungan dari daerah lain.

    Selain itu, alam Kepulauan Meranti yang tidak memiliki bahan galian C untuk bahan material pembangunan, masih butuh pasokan material dari daerah lain. Seperti untuk kebutuhan tanah uruk, tanah timbun, tanah sirtu, pasir maupun berbagai jenis bebatuan lainnya dalam rangka pelaksanaan konstruksi bangunan.

    Dengan berbagai kendala yang dihadapi, tidak membuat pemerintah Kepulauan Meranti patah arang dalam membuat berbagai terobosan untuk membangun daerah ini.

    Pemerintah terus melakukan langkah-langkah terobosan dengan meningkatkan pembangunan dalam memenuhi kebutuhan infrasruktur dasar yang dilaksanakan dalam berbagai bentuk program dan kegiatan, seperti pembangunan jalan dan jembatan dengan konsep merangkai pulau.

    Pembangunan di berbagai sektor telah dilakukan Pemkab Kepulauan Meranti untuk mengejar ketertinggalan dari kabupaten/kota lain. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program besar pemerintahan Bupati Kepulauan Meranti itu.

    Ia menyebutkan, langkah-langkah yang dilakukan untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan telah membawa Kepulauan Meranti kepada kemajuan yang cukup berarti, walaupun masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi.

    Selain itu, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengaku memang menjadikan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas. Menurutnya, hanya dengan membangun jalan-jalan poros, maka akan membuka isolasi desa-desa sehingga aksesibilitas transportasi, kegiatan ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat dijangkau seluruh masyarakat.

    “Kita menyadari sangat tertinggal jauh dengan daerah lain karena desa-desa kita terisolasi akibat tidak memiliki jalan yang memadai. Dulu kapal laut adalah jalur keluar masuk satu-satunya ke pulau-pulau dan desa-desa. Sekarang sudah banyak desa yang dapat ditembus dengan jalan darat," ungkapnya belum lama ini.

    Irwan yang di periode kedua jabatannya berpasangan dengan Said Hasyim memang memasang jargon Merangkai Pulau Membangun Negeri. Dia memperkirakan untuk membangun jalan poros berkualitas baik yang menghubungkan seluruh kecamatan dan desa dibutuhkan anggaran sekitar tujuh sampai sembilan triliun rupiah.

    Dalam kurun waktu satu dekade ini, banyak capaian pembangunan untuk memenuhi harapan masyarakat, dan searah dengan cita-cita pemekaran.

    "Di usianya yang sudah 10 tahun kami benar-benar menyadari bahwa untuk maju dan berkembang serta mengejar ketertinggalan dari daerah lain di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau. Kami harus secara intens dan terencana melakukan berbagai langkah pengkajian sistematis dalam memformulasikan kebijakan pembangunan daerah ini," tutur Irwan.

    Bupati Kepulauan Meranti itu menyadari sekali pada masa lalu Kepulauan Meranti yang telah mengenyam kejayaan dibidang ekonomi, harus berbenah sesuai dengan kebutuhan zaman. Pembenahan mendasar tentu saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menyokong rencana menjadikan Kepulauan Meranti kembali menjadi daerah perdagangan nantinya.

    Perlahan namun pasti, seiring berjalannya waktu apa yang menjadi cita-cita bersama tersebut mulai terwujud meskipun belum maksimal dan masih terdapat kekurangan di sana-sini. Meski begitu, semua pihak menyadari untuk melaksanakan pembangunan tentunya tidak semudah membalikkan telapan tangan. Apalagi kabupaten yang berada di pesisir Selat Malaka ini merupakan kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau.

    "Untuk membangun daerah kita ingin tidak bisa dilakukan dalam satu periode, atau dua periode. Paling tidak untuk membangun Kepulauan Meranti secara keseluruhan, mencapai 20 sampai 30 tahun mendatang," ungkap Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan.

    Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sebab Bupati Irwan menyadari kondisi wilayahnya yang berpulau-pulau.

    Langkah utama yang dilakukannya sesuai dengan perencanaan yang dilakukan adalah bagaimana menyatukan seluruh pulau-pulau tersebut. Baik melalui kapal roll of roll on ataupun dengan jembatan.

    Irwan mengungkapkan sebagai beranda terdepan Indonesia, Kepulauan Meranti yang berbatasan langsung dengan negara Jiran Malaysia pembangunan dan perbaikan infrastuktur dipandang sangat penting untuk dilakukan.

    Untuk membangun berbagai infrastuktur tersebut, kabupaten termuda di Propinsi Riau itu membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit, mengingat daerah penghasil sagu terbaik di dunia itu terus saja mengalami rasionalisasi dan keterbatasan anggaran.

    Makanya tak heran jika Pemkab Kepulauan Meranti terus berteriak kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi agar dapat membantu Kabupaten termuda di Riau itu. Sehingga nantinya percepatan pembangunan bisa diwujudkan.

    "Kita tidak bisa sendiri untuk membangun daerah ini. Kita sangat butuh peran pusat dan provinsi di Kepulauan meranti," kata Bupati Kepulauan Meranti H Irwan.

    Apalagi dengan kondisi geografis berpulau tersebut tanggung jawab Pemerintah Provinsi yang menjadikan Kepulauan Meranti sebagai batas wilayah dengan Provinsi Kepulauan Riau, juga butuh tanggung jawab Pusat yang menjadikan kepulauan Meranti sebagai batas negara dengan sejumlah negara.

    Dalam 10 tahun terakhir pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan dasar memang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, terutama jalan poros yang menghubungkan antar kecamatan dan desa. Dalam kurun waktu itu, daerah yang dimekarkan pada 19 Desember 2008 ini telah membangun 929,41 kilometer jalan. Sebagian besar masih berupa jalan base.

    Sejalan dengan upaya itu, Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti juga menyiapkan berbagai infrastruktur yang memadai. Mulai dari menyiapkan pelabuhan, jembatan, jalan sampai sarana dan prasarana lainnya.

    Penyiapan infrastruktur itu dilakukan sebagai persiapan agar Kepulauan Meranti bisa menjadi daerah transit bagi wilayah daratan di Pulau Sumatera yang ingin bepergian ke sejumlah negara tetangga dan Provinsi Tetangga.

    Itu artinya Kepulauan Meranti akan menjadi daerah interkoneksi dengan sejumlah daerah didalam negeri dan luar negeri. Peran itu menjadi tujuan utama dalam rencana pembangunan pada jangka panjang.

    Gencarnya pembangunan infrastruktur menyuntikkan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kerja keras Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam satu dekade telah menampakkan hasil yang sangat menggembirakan.

    Fokus Dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan

    Fokus pada pembangunan jalan dimaksudkan Irwan untuk mempercepat rentang akses antardesa dan kecamatan terutama kemudahan mobilitas warga membawa hasil pertanian. Menurutnya, tingginya kemiskinan di daerah yang dipimpinnya diakibatkan sulitnya akses bagi masyarakat desa membawa hasil produksi perkebunan ke pasar. Dulu, warga harus menggunakan kapal laut yang disebut pompong untuk membawa hasil pertanian ke pasar di Selatpanjang.

    Pembangunan jalan yang signifikan sejak Kepulauan Meranti menjadi daerah otonom berpisah dari Kabupaten Bengkalis, disambut gembira oleh masyarakat. Mereka mengapresiasi kinerja Pemkab Kepulauan Meranti di bidang bina marga tersebut.

    Pembangunan jalan poros dengan base berkualitas tinggi telah dilakukan hampir di seluruh pulau-pulau besar di daerah ini yakni di Pulau Tebing Tinggi yang memiliki tiga kecamatan (Tebingtinggi Timur, Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat), Pulau Rangsang dengan tiga kecamatan (Rangsang, Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir) dan Pulau Padang dengan Kecamatan Tasik Putri Puyu dan Kecamatan Merbau. Hanya di Pulau Merbau yang belum tersentuh jalan base namun kondisi jalan semenisasi di pulau tersebut masih lumayan bagus.

    Sejumlah masyarakat menilai sejak jalan poros penghubung antar kecamatan dan desa itu dibase, mobilitas masyarakat jadi sangat tinggi. Sejak subuh sudah banyak warga terutama petani yang membawa hasil taninya seperti sayur mayur menggunakan sepeda motor dan gerobak menuju ke pasar-pasar baik di kecamatan maupun ke ibukota kabupaten.

    “Mobilitas warga yang tinggi akibat jalan yang sudah bagus, membuat perekonomian warga juga meningkat. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah,” imbuhnya.

    Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Meranti, ada 12 jalan poros yang diprioritaskan untuk dibangun di seluruh pulau di kabupaten tersebut. Yakni, jalan Bandul-Tanjung Padang sepanjang 38,2 Km, Mengkopot-Bandul 29,5 Km, Meranti Bunting-Teluk Belitung 16,6 Km, Lukit-Meranti Bunting 18 Km, jalan Lingkar Pulau Merbau 98,97 Km, jalan Bantar-Tanjung Kedabu 69,4 Km, serta Tanjung Samak-Tanjung Kedabu 40,2 Km. Selanjutnya Tanjung Samak menuju Repan sepanjang 35 Km, Melai-Kedabu Rapat 15 Km, Alai-Mengkikip 46,7 Km, dan Lukun-Sungai Tohor 23 Km.

    Dari 12 jalan poros ini, yang sudah dikerjakan dalam bentuk jalan base adalah Lukun-Sungai Tohor, Alai-Mengkikip, Bandul-Tanjung Padang, Meranti Bunting-Teluk Belitung, dan Bantar-Tanjung Kedabu, Peranggas – Kayu Ara yang dilanjutkan mengarah ke Sonde dan Desa Tanah Merah. Namun, pembangunannya masih dalam tahap base.
     
    Untuk menopang jalan poros tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti juga membangun jembatan. Dua jembatan sudah hampir rampung pengerjaannya yakni Pembangunan Jembatan Sungai Tohor Kanan Kecamatan Tebingtinggi Timur dengan anggaran Rp14,59 miliar dan pembangunan Jembatan Kengkam Kecamatan Merbau dengan anggaran Rp14,97 miliar pada tahun 2017 lalu. Selain itu dirancang pula detail engineering design (DED) Jembatan Sungai Baki Tanjung Pisang, Jembatan Sungai Belokop, Jembatan Sungai Galang, Jembatan Mengkopot, Jembatan Sungai Dedap, Jembatan Lalang Tanjung, Jembatan Panglima Sampul, Jembatan Selat Rengit, dan Jembatan Sungai Bokor.

    Untuk penghubung antar pulau, Pemkab Kepulauan Meranti juga membangun pelabuhan roll on roll off (roro) untuk penyeberangan. Saat ini sudah beroperasi roro Kampung Balak-Buton (Kabupaten Siak) dan Roro Insit - Tanjung Buton dan juga sudah rampung pengerjaan Roro Insit- Pecah Buyung yang menghubungkan Pulau Rangsang dengan Pulau Tebing Tinggi.

    Sedang roro lainnya dalam tahap pengerjaan yakni roro Lukit-Buton yang menghubungkan Pulau Padang dengan daratan Pulau Sumatera. Saat ini urusan penyeberangan dilayani kempang, angkutan laut yang dimodifikasi mirip roro yang dioperasionalkan secara mandiri oleh masyarakat.

    Selain itu juga akan direncanakan pembangunan roro lainnya yang menghubungkan antar pulau dan wilayah di kepulauan Meranti.

    Diantara rencana pembangunan roro yang akan dilakukan yakni roro tanjung Padang- Sei Selari, Bengkalis, roro Dakal-Ketam putih, Bengkalis yang diprediksi memakan biaya Rp 43,7 miliyar. Selanjutnya Roro Kampung Balak-Meranti Bunting, dan roro Tanjung Sari-Tanjung Samak yang diprediksi memakan biaya Rp 45 miliyar.

    Tak dapat dipungkiri keberadaan infrastruktur yang memadai adalah kunci untuk menggesa pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, karena infrastruktur dasar, seperti jalan jembatan, dan pelabuhan merupakan akses penghubung dalam rangka membuka isolasi dan memperlancar mobilisasi barang dan manusia yang mampu mempercepat roda perekonomian di suatu wilayah.

    Atas dasar itu, Pemkab Kepulauan Meranti mengutamakan pembangunan infrastruktur mulai dari pedesaan hingga ke ibukota kabupaten. Menurut wakil Bupati, Said Hasyim, infrastruktur sangat penting untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengatasi kesenjangan antar wilayah.

    "Dari hasil evaluasi yang dilakukan kita punya beberapa masalah krusial, yakni masih terbatasnya infrastruktur dalam rangka membuka isolasi desa dan kecamatan. Ini yang perlu dan segera dituntaskan," ujar Said Hasyim.

    Bangun Jalan, Tunda Bangun Kantor

    Meski memasuki periode kedua menjabat kepala daerah, Bupati Irwan belum bernafsu membangun kantor pemerintahan yang megah dan mewah. Dia terlebih dahulu mengutamakan kebutuhan masyarakat banyak. "Untuk saat ini kami menunda pembangunan kantor pemerintahan,” tegas dia.

    Membangun kantor itu tidak susah, gumam Irwan. Menurutnya, jika kantor yang dibangun terlebih dahulu maka yang menikmati hanya segelintir. Tapi jika jalan yang dibangun maka yang menikmatinya seluruh masyarakat. Namun dia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap karena terbatasnya anggaran.

    Beban membangun infrastruktur jalan di daerah ini merupakan yang terberat di Provinsi Riau. Butuh anggaran dua kali lipat dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran tersebut Irwan sangat berharap sharing budget provinsi dan pemerintah pusat.

    Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengajukan usulan kenaikan status jalan poros tersebut menjadi jalan nasional atau jalan provinsi sehingga beban biayanya ditanggung APBD provinsi maupun APBN pusat.

    “Kita tidak banyak dapat anggaran pembangunan jalan dari pusat dan provinsi karena tidak ada satu pun status jalan di daerah kita ini berstatus jalan nasional dan jalan provinsi. Akibatnya kita terpaksa membangun dengan dana sendiri,” keluh mantan Camat Lubuk Baja Kota Batam itu.

    Sementara itu walaupun sudah banyak jalan yang terbangun, Bupati mengakui akses jalan di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di tiap kecamatan masih banyak yang belum memadai.

    "Baik buruknya akses jalan sangat mempengaruhi aktivitas dan perekonomian masyarakat. Saat ini masih banyak pedesaan yang ekonominya tidak berkembang karena buruknya akses jalan," ujarnya.

    Saat ini kata Irwan, Kepulauan Meranti terus membuka akses jalan poros dan jalan desa hal itu untuk memangkas rentang kendali dan terbukanya akses perekonomian.

    Roro Sudah beroperasi, Program Merangkai Pulau Terwujud

    Operasional kapal roll on roll off (roro) dari Insit Kepulauan Meranti tujuan Tanjung Buton, Kabupaten Siak sudah beroperasi. Dalam peresmian beberapa waktu lalu Wakil Bupati menegaskan bahwa pengoperasian roro tersebut masih dalam tahap ujicoba. Ujicoba ini, dinilai penting untuk menjamin kelancaran dan keamanan penumpang. Selain itu, untuk mengevaluasi kekurangan-kekurangan agar dapat disempurnakan sehingga kedepan tidak ada masalah.

    "Kita akan coba menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Sumatera menggunakan roro yang sudah dinanti-nantikan masyarakat Kepulauan Meranti sejak tujuh tahun lalu. Semoga berjalan lancar dan aman sesuai harapan," ujarnya.

    Dengan beroperasinya roro tersebut diharapkan juga dapat membuka akses Meranti dengan Pulau Sumatera.

    Untuk diketahui, Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Riau yang masih terisolasi dari sisi akses. Namun dengan operasional roro itu nantinya bisa membuka akses dan menjadikan daerah pemekaran baru itu terhubung dengan daerah lain di Provinsi Riau dan Kepuluan Riau.

    Wakil Bupati berharap dengan pengoperasian roro menjadi pendorong untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kepulauan Meranti yakni menjadi bandar perdagangan yang maju. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat di Kabupaten termuda di Riau itu.

    Kinerja Pemerintah daerah yang dinilai berhasil membangun infrastruktur dasar diapresiasi dan mendapat tanggapan dari Dedi Putra wakil rakyat yang duduk di Komisi B DPRD Kepulauan Meranti.
     
    Anggota Komisi yang membidangi permasalahan ekonomi dan pembangunan itu mengatakan pemerintah daerah tentu memiliki banyak keterbatasan untuk memenuhi seluruh harapan masyarakat. Namun setidaknya, dengan sedikit sentuhan itu membuat tidak ada lagi masyarakat yang terisolir.

    "Ini sudah bagus, namun pembangunan yang dilakukan hendaknya lebih mementingkan kualitas daripada kuantitas, karena itu sangat penting bagi kelanjutan pembangunan kedepannya," kata Dedi.

    Politisi Partai berlambang Ka'bah itu juga menilai belum membangun kantor dan fokus ke infrastruktur adalah pilihan tepat mengingat banyak infrastuktur yang belum memadai.

    "Inilah yang dinamakan pemerintahan yang pro rakyat yang tidak semata mata mementingkan kepentingan pemerintahan saja. Kalau bangun kantor itu dilihat dari aspek kebutuhannya, kalau bangun jalan kan sudah jelas," ungkap Dedi.

    Dan pada akhirnya, semua persoalan mendasar tersebut yang dibutuhkan masyarakat hampir terpenuhi melalui
    kebijakan strategis dari pemerintah. Hal itu demi kepentingan serta masa depan masyarakat Kepulauan Meranti itu sendiri.

    Sehingga sebagai wilayah yang terkoneksi akan membuat semakin cepatnya pertumbuhan bagi ekonomi masyarakat nantinya. Hanya tinggal bagaimana masyarakat dapat memanfaatkannya dan menjadi pelaku dirumah sendiri, bukan hanya sekedar menjadi penonton saja.

    Penulis : Ali Imron

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Dampak Kabut Asap Karhutla; Penderita ISPA di Dumai Meningkat Jadi 2.639 Jiwa
  • Korban Tewas Ambruknya Pelabuhan Buton Siak Ternyata Tertimpa Reruntuhan
  • Bupati Irwan Buka Diklat BST Angkatan XXV Gelombang V Tahun 2019
  • Gawat! Hari Ini Hotspot di Riau Capai 334, Jarak Pandang Terbatas
  • Kejari Kuansing Gelar Acara Pendampingan dan Penyuluhan Hukum Terhadap Program PTSL
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved