Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

21:43 - Defisit, Proyeksi Belanja ...
16:39 - Tunda Salur, APBD Perubaha...
19:50 - Semakin Panas, Kursi Ketua...
15:12 - Sempat Terbengkalai, Kapal...
14:58 - Terbengkalai Nyaris 2 Tahu...
19:35 - Rusak Tanah Melayu, LAMR K...
20:20 - 50 Pemuda dan Pemudi di Me...
19:46 - Lantai Dua Pasar Modern Ak...
11:40 - Sumber Air Kering, BPBD Me...
19:18 - Satpol PP wanita di Merant...
17:02 - RAPP Turut Sukseskan Festi...
15:17 - Sediakan Layanan 'Petik Ma...
21:12 - Wakil Bupati Meranti Beri ...
15:46 - Di Tengah Lahan Terbakar T...
06:10 - Produk UMKM di Meranti Did...
21:28 - 168 Koperasi Tidak Aktif d...
20:26 - Sediakan Layanan 'Petik Ma...
05:39 - Sejak 2015, Sebanyak 1.48...
14:48 - Bokor Wakili Meranti Ikuti...
21:27 - Disdagprinkop-UKM Meranti ...
18:02 - Meranti Perpanjang Status ...
17:35 - Karhutla Mengganas Picu Ka...
21:04 - Lantunan Takbir Diputar Re...
15:32 - Setelah Dicek, Hewan Kurba...
19:33 - Wabup Meranti: Jabatan Jan...
15:36 - Wartawan di Meranti Kompak...
15:28 - Hormati Idul Adha, Kasatpo...
14:47 - Pemkab Meranti Bagikan 25 ...
10:37 - PT SRL Bersama Lintas Sekt...
13:55 - DKPTPP Meranti Periksa Hew...
11:51 - Pasar Modern Selatpanjang ...
14:34 - Walau Tak Didukung Pemkab,...
17:47 - Melalui BP3TKI, Pemkab Mer...
14:09 - 111 Pejabat Eselon Meranti...
06:57 - Dinas PMD Upayakan Bantuan...
18:50 - Posyantekdes Bina Maju Wak...
14:19 - Kepulauan Meranti Tutup Iz...
13:12 - Kunjungan Kepala BNPB RI, ...
13:05 - Satpol PP Meranti Gelar Pa...
22:14 - Kepulauan Meranti Jadi Mod...
22:09 - Pemcam Tebing Tinggi Bersa...
19:08 - Pemerintah Optimis Bulan I...
21:18 - Penuhi Bantuan Benih Ikan,...
15:36 - Wakil Bupati Meranti Surve...
21:28 - Rosihan, Pemuda Meranti Wa...
20:01 - Sapa Warga Kurang Mampu, P...
16:34 - Dinsos P3APPKB Bantah Pern...
13:04 - Kisah Dokter Hewan di Mera...
17:31 - Baru Sandang Gelar KLA, di...
20:53 - Papan Astaka dan Bazar MTQ...
 
Kunjungan Kepala BNPB RI, Kepulauan Meranti Jadi Model Penanganan Karhutla di Indonesia
Sabtu, 03/08/2019 - 13:12:22 WIB
Kunjungan Kepala BNPB RI ke Kepulauan Meranti.
Kunjungan Kepala BNPB RI ke Kepulauan Meranti.
TERKAIT:
 
  • Kunjungan Kepala BNPB RI, Kepulauan Meranti Jadi Model Penanganan Karhutla di Indonesia
  •  

    SUNGAI TOHOR - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen Doni Bonardo, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) RI Nazir Foead dan Gubernur Riau Syamsuar melakukan kunjungan ke Kepulauan Meranti dalam rangka penanggulangan kebakaran, Jumat (2/8/2019).

    Mereka mengawali kunjungan dengan melakukan rapat koordinasi dan berdialog dengan masyarakat Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur.

    Dalam pemaparannya, Kepala BNPB RI, Letjen Doni Bonardo mengatakan hutan yang ditebang maupun yang mengalami kebakaran dapat mengurangi oksigen, sebaliknya, jika dijaga dengan baik, maka akan bermanfaat untuk manusia itu sendiri. Doni menyebutkan tanaman hutan itu berfungsi untuk menyerap karbon dan menghasilkan oksigen.

    "Wajah Meranti sudah berubah, jika pada 2014 sebagai pengekspor asap, maka pada tahun ini Meranti penghasil oksigen nomor satu di Riau. Jika kita menebang pohon, maka sama dengan kita menyiapkan lubang kubur untuk kita sendiri dalam jangka panjang," kata Doni Bonardo.

    Lebih lanjut dikatakan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diakibatkan oleh ulah manusia, untuk itu penangganannya diperlukan dengan cara melakukan pendekatan dan memberdayakan ekonomi masyarakat itu sendiri.

    "Karhutla itu 99 persen diakibatkan oleh manusia. Dari sini saya membuat konsep lebih baik mencegah daripada memadamkan. Untuk mencegah ini perlu dilakukan pendekatan kepada masyarakat yang selama ini yang menjadi penyebab kebakaran yakni dengan memberdayakan ekonomi mereka, hanya dengan ini bisa merubah mindset masyarakat agar tidak merusak hutan," ujar Doni.

    "Kalau terbakar banyak uang dan tenaga yang kita keluarkan. Seharusnya kita belajar dari negara maju, kita tidak ingin Indonesia jadi pengekspor asap, yang kita inginkan Indonesia penyerap karbon dan menghasilkan oksigen," ujar Doni lagi.

    Mantan Danjen Koppasus itu akan menerapkan keberhasilan Kepulauan Meranti dalam mengantisipasi kebakaran di lahan gambut untuk diterapkan di seluruh Indonesia yang memiliki lahan gambut.

    "Keberhasilan di Meranti dalam menjaga gambut akan kita copy paste untuk diterapkan di daerah lain di Indonesia yang terjadi kebakaran," kata Doni.

    "Saya datang kemari karena dapat informasi dari Deputi IV BRG RI, dimana daerah Meranti yang mengalami kebakaran hebat bisa mengembalikan keadaan. Sekaligus memberdayakan ekonomis masyarakat tanpa merusak ekologis yakni dengan menanam sagu," kata Doni lagi.

    Dikatakan lulusan Akademi Militer tahun 1985 ini sagu sangat bernilai ekonomis, jika ini diurus maka tidak ada lagi yang melakukan pembakaran.

    Selain itu sekat kanal menjaga air dan membasahi gambut sepanjang waktu.

    "Saya akan keliling Indonesia yang ada lahan gambutnya. Bagaimana kita bisa menyebarkan keberhasilan ini untuk ditularkan ke tempat lain, karena kita tidak mau kehabisan tenaga hanya untuk mengurus kebakaran," ujarnya.

    "Sagu itu pangan masa depan, saya melihat peluang, dimana Indonesia mengimpor gandum sebanyak 11 juta ton, jika ini diganti dengan sagu, maka masyarakat yang menanam sagu bisa makmur, tapi dengan syarat harus meningkatkan kualitas. Selain itu saya minta siapkan tim dari Meranti untuk kita bawa keliling Indonesia yang bermasalah dengan Karhutla, biayanya nanti dari BNPB," ungkapnya.

    Kepala BRG RI, Nazir Foead mengatakan bahwa Kepulauan Meranti merupakan tonggak sejarah restorasi gambut di Indonesia.

    "Meranti tonggak sejarah restorasi gambut di Indonesia. Dimana presiden menyaksikan langsung gambut bisa dipulihkan kembali, kami belajar dari masyakat yang melakukan turun temurun membasahi gambut dengan sekat kanal. Keberhasilan Meranti bisa menjadi contoh semua daerah di Riau dan di Indonesia," ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, tren kebakaran di Riau berubah keatas, dimana Riau bagian pesisir yang menjadi langganan kebakaran berpindah ke Riau bagian daratan.

    "Tren kebakaran di Riau berpindah, dimana kebakaran pindah ke Riau dataran, yang tidak pernah terbakar pun ikut terbakar, ini pasti ada sesuatu. Saya mengapresiasi penanggulangan kebakaran di Meranti yang dipimpin bupati," ungkap Syamsuar.

    Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan mengatakan semua pihak bergerak untuk mengatasi kebakaran, sehingga bisa diminimalkan. Irwan juga mengatakan jika pihaknya menginisiasi pembangunan sekat kanal agar lahan gambut tetap basah dan mempertahankan tanaman endemik yakni sagu.

    "Selain membangun sekat kanal dan mempertahankan sagu, sudah 10 tahun ini kita menutup untuk perkebunan sawit, karena tidak cocok dan akan mengakibatkan  Subsiden tanah gambut," ujar Irwan. 

    Kepala BNPB bersama Gubernur Riau dan Kepala BRG RI juga melakukan penanaman sagu di areal embung Desa Sungai Tohor. Rombongan itu juga menyempatkan untuk melihat tanaman sagu yang ditanam Presiden Jokowi dan melihat sentra industri sagu yang akan menjadi percontohan nasional. 

    Penulis : Ali Imron
    Editor : Fauzia


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Kasus Gubernur Nurdin Basirun, KPK Minta Pejabat Kepri Tak Beri Keterangan Palsu
  • Liga Inggris, Salah Kantongi 2 Gol, Liverpool Menang Mudah atas Arsenal
  • Hasil Kejuaraan Dunia, Ahsan/Hendra Melenggang ke Final Usai Kalahkan Fajar/Rian
  • Makin Luas, Kapolres Pelalawan Terpaksa Menginap di Lokasi Karhutla
  • Dampingi Gubri saat Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Tembilahan, Bupati Wardan Minta Pedagang Bersabar
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved