Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

20:08 - Pelaku IKM Meranti Ikuti S...
19:42 - Waduh, Oknum ASN Meranti A...
13:25 - Dinas Perhubungan Meranti ...
06:45 - Afizan Kholil, Penderita J...
22:16 - Kepulauan Meranti Raih Kab...
21:45 - Sempat Viral, Mualim Guru ...
18:04 - Diikuti 341 Peserta, MTQ X...
17:17 - 18 Ribu Hektar Lahan Konse...
20:54 - 28 PNS dan Honorer di Mera...
14:21 - OPD Rampung Ajukan Formasi...
15:55 - Pemkab Meranti Sediakan L...
15:07 - Protes, Oknum Pejabat Mera...
19:40 - PWI Meranti Gelar Lomba Ka...
19:33 - Cuti Haji, Direktur RSUD M...
19:39 - Kelar Persiapan Berkas, Bu...
19:28 - Realisasi Penerimaan Pajak...
19:15 - LPHD Enam Desa di Meranti ...
13:35 - Bupati Kepulauan Meranti T...
19:38 - Ribuan Hektar Lahan Desa d...
20:08 - Turap Pelabuhan Camat Ambr...
15:17 - Meranti Mulai Perkuat Tata...
09:17 - Bujang Dara Dapat Tunjuk A...
21:42 - Bertemu Finalis Bujang Dar...
20:14 - Rekonstruksi Pembunuhan Er...
06:01 - Pemkab Meranti Tanggung Bi...
05:50 - MTQ XI 2019 Tingkat Kabupa...
17:54 - Sejumlah Orang Tua di Mera...
17:09 - Hingga Juni 2019, 13 Kasus...
11:55 - Tiga Penutup Gorong-gorong...
15:29 - Kapolda Riau Resmikan Mako...
11:21 - Ramah Tamah Bersama Kapold...
20:56 - Jenguk Andra Bayi Penderit...
17:38 - Diresmikan Besok, Bupati T...
18:03 - Dugaan Korupsi Dana Bantah...
11:10 - Sambut HUT Bhayangkara ke ...
20:08 - Roro Insit Meranti Kembali...
22:05 - Predikat Paripurna Bintang...
20:56 - Jika Benar, DPRD Tak akan ...
19:28 - Tunggakan BPJS Mandiri Mas...
21:28 - Tim Kemenko Polhukam Kunju...
19:35 - Ponton Pelabuhan Tanjung S...
17:05 - Pesta Sungai Bokor 2019 ak...
22:09 - KPID Riau Bentuk KCSI di K...
21:50 - Bupati Meranti Buka Kejurd...
17:12 - Mobil Dinas Pemkab Meranti...
14:18 - Embarkasi Antara Riau Tida...
19:06 - KPU Meranti Ajukan Anggara...
19:43 - Ramdoor Pelabuhan Tanjung ...
18:03 - Polemik Penetapan Ibukota ...
20:19 - Tidak Ada Izin, Papan Rekl...
 
Istri Polisi Pojokkan Bupati Meranti di Medsos, Pemkab akan Somasi dan Tempuh Jalur Hukum
Jumat, 10/05/2019 - 16:22:12 WIB
Surat dari istri perwira polisi untuk Presiden Jokowi yang menyudutkan Bupati Meranti.
Surat dari istri perwira polisi untuk Presiden Jokowi yang menyudutkan Bupati Meranti.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Seorang istri perwira polisi yang bertugas di Polres Kepulauan Meranti yang juga menjabat sebagai Ketua Srikandi Jokowi Kepulauan Meranti membuat surat terbuka kepada Presiden RI yang isinya memojokkan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir.

Surat terbuka yang dibuatnya itu diposting oleh akun Ahan Chen di group Facebook Relawan Jokowi Amin 2019 pada 7 Mei 2019 lalu. Postingan ini sudah dibagikan sebanyak 148 kali pada pukul 08.00, Jumat (10/5/2019).

Dalam tulisannya, anggota Bhayangkari tersebut mengaku bernama Rita Mariana istri dari Ipda Mulyadi Nrp 71100373.

"Assalamu'alaikum. .

Saya perkenalkan diri Nama saya Adalah Rita Mariana saya adalah Bhayangkari dari IPDA MULYADI Nrp 71100373 Bertugas di Polres Kabupaten Kep Meranti Selatpanjang.

Kebetulan saya adalah Ketua Srikandi Jokowi di kab ini pak...
Dan di Riau, Bapak menang di Kep Meranti," sebutnya.

Dalam tulisannya pula ada beberapa hal yang ditulis mengenai bupati dua periode itu di antaranya di bawah kepemimpinannya ada sebanyak 60 desa dalam keadaan miskin namun disembunyikan dan tidak teperhatikan kondisinya dan informasi tentang itu sudah disembunyikan.

Desa itu juga dikatakannya tidak ada penerangan sama sekali, penduduknya kebanyakan buta huruf dan bodoh. Bisa berbahasa menulis tidak bisa, bisa menulis berbahasa tidak bisa, dan begitu miskinnya desa itu, tempat buang air kecil dan air besar di semak atau belakang hutan, karena untuk makan saja susah apalagi buat WC.

"Pak .. 

Saya mau melaporkan keadaan dan kondisi desa desa miskin yang disembunyikan oleh pemerintah selat panjang.. 
Ada sekitar 60 desa miskin yg tidak terperhatikan kondisi nya .

Ada beberapa desa yang sama sekali tidak maju, dan tidak ada sarana pendidikan juga kesehatan di sini. Kabar berhembus dari orang peduli sebelum saya, informasi tentang keadaan desa tersebut sengaja diputus atau disembunyikan, guna objek bagi Bupati dan kepala desa.  Salah satu desa itu sangat miskin dan tidak ada penerangan listrik, penduduknya kebanyakan buta huruf dan bodoh. Bisa berbahasa menulis tidak bisa, bisa menulis berbahasa tidak bisa, dan saking miskinnya desa itu tempat buang air kecil dan air besar di semak atau belakang hutan, karena untuk makan saja susah apalagi buat WC. "Maaf pak. Tapi memang itulah kenyataannya," sebutnya lagi. 

Dalam tulisan itu juga disebutkan desa-desa itu tidak ada fasilitas Puskesmas dan mantrinya. Salah satu desa yang disebutkannya adalah Desa Sesap di Tebingtinggi Barat, dimana desa tersebut yang mayoritas didiami oleh Suku Akit tidak memiliki surat tanah.

Dalam tulisan itu disebutkan masyarakat di Desa Sesap tidak tahu arti agama dan merayakan perayaan agama apa saja. Dia juga menyinggung rumah Suku Akit seperti rumah tidak layak huni yang tidak memiliki dinding dan pembatas.

"Desa desa itu tidak ada fasilitas puskesmas atau setidaknya mantri , jadi jika mereka penduduk miskin itu sakit hanya keajaiban Allah ada orang peduli yg tidak sengaja melihat keadaan mereka ke desa desa itu .. dan salah satu desa yg terkenal dengan suku akit Atau suku Asli nama desa nya  SESAP,  penduduk disana Tidak satupun memiliki surat Tanah yg mereka hunyi. Sementara konon katanya mereka adalah suku yg pertama menghuni pulau ini ke unikan penduduk Sesap adalah mereka mengikuti semua Agama bagi yg blm modern. . Apa pun hari raya Agama mereka ikut merayakan nya , karena kebanyakan mereka tidak tau arti agama , dan bagi mereka penduduk desa sesap yg menikah dengan orang diluar desa itu baru memiliki Agama," tulisnya.

Terhadap desa yang disebutkan itu, informasinya banyak disembunyikan dari media dan publik oleh Bupati dan pejabat yang mengetahui kemiskinan desa itu.

Dalam tulisan itu juga disebutkan, Bupati Irwan Nasir yang menjabat dua periode itu dengan sebutan Monster. Dimana dengan kepintarannya bupati itu menutup semua keburukannya.

Disebutkannya, keburukan itu berupa bisnis besar Narkoba oleh adiknya dan bisnis gelap lainnya. 

Bupati juga disebutkan juga menguasai semua mafia di Meranti, tempat hiburan, perjudian dan ilegal logging. Bupati juga dituduhkan telah menikah sampai enam kali.

"Perlu Bapak Presiden ketahui Iwan Nassir yg menjabat 2 periode di Meranti ini Adalah monster , atau dijuluki kepala daerah terkuat di Riau apapun kesalahan nya dan tidak layak nya beliau jadi pemimpin Tidak satupun yg bisa melawan Kepintaran dan kecerdikan nya menutup semua keburukan nya , seperti bisnis besar Narkoba adiknya , dan bisnis2 gelap lain nya, selain BUPATI dia juga menguasai semua mafia di Meranti, tempat hiburan, perjudian dan ilegal logging.  Demi tuhan Pak presiden cuma beliau yg menikah sampai 6 istri sebagai pemerintah daerah yg masyarakatnya hanya diam .. karena takut melawan manusia licik dan bisa berbuat apa saja.. termasuk jika mengganggu bisnisnya.. ," tulisnya lagi.

Tidak sampai di situ, media dan wartawan pun ikut menjadi tertuduh. Dimana disebutkan media dan wartawan seolah pura-pura tidak tahu karena siraman uang.

Disebutkan, pejabat dan anggota dewan seolah bahu membahu menyembunyikan desa miskin itu untuk objek mereka menjadi kaya raya.

"Sebagai Srikandi Jokowi. Saya hanya memberikan laporan Singkat masih banyak kasus desa2 miskin yg tidak bisa terlihat oleh pemerintah pusat Jakarta atau bapak presiden masyarakat yg seolah bungkam seperti putus asa,  dan media wartawan seolah pura² tidak tau karena siraman uang, dan pejabat2 lain anggota dewan seoalah bahu membahu menyembunyikan desa2 miskin itu untuk objek mereka menjadi kaya raya , dan punya rumah mewah di Pekanbaru..  Bapak Presiden Kep Meranti ini bukan pulau miskin tapi sengaja di miskin kan oleh Kepala daerah nya yg punya sifat Seperti Dajjal. juga anggota2 dewan nya yg hanya ngumpulin uang.. tak satupun yg sempurna di realisasikan mereka yg 2 periode di negeri Kejam ini..," urainya.

Dalam tulisan itu pun disebutkan, Meranti dipimpin oleh kepala daerah yang punya sifat Dajjal. Begitu juga dengan anggota dewan yang tak satupun sempurna dalam realisasi.

Dalam mendukung Jokowi, Bupati Irwan Nasir juga disebut mendukung dengan pura-pura dan hanya untuk mencari aman saja. Dimana Bupati disebut hanya membantu istrinya yang ikut dalam pesta demokrasi.

"Hak bahagia penduduknya ditangan kepala Daerah beserta Staf dan Dewan nya..  oh ya pak Iwan Nassir deklarasi dukung bapak pura² aja dan cari aman.. buktinya Bapak menang di Meranti demi ALLAH DAN RASULNYA PAKAI BIAYA PRIBADI SAYA 22Juta , tidak ada satupun dia membantu pergerakan kami , dia hanya prioritaskan istrinya yg juga Caleg dari partai Pan Nirwana," tulisnya lagi.

Paragraf terakhir dalam tulisan, disebutkan desa - desa tertinggal sengaja disembunyikan dan masyarakat dibiarkan bodoh dan seperti hewan dalam hutan.

"Sekian dulu pak .. desa² tertinggal atau desa yg disembunyikan  dan penduduk nya di biarkan bodoh dan seperti hewan dlm hutan , Butuh perhatian Bapak.. Apapun hasil dari Laporan saya ke Bapak, saya sudah siap walaupun nyawa saya terancam

Wassalam Ketua Srikandi Jokowi Kep Meranti," ungkapnya.

Rita Mariana ketika dikonfirmasi mengaku bahwa dia yang telah menulis tulisan tersebut.

"Iya betul. Dan saya buat itu untuk kepentingan orang banyak," ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp pada Jumat (10/5/2019) pagi.

Walaupun demikian dirinya mengatakan bahwa surat tersebut dibuatnya bukan secara terbuka, namun disampaikan langsung kepada Presiden Jokowi secara pribadi.

"Sebenarnya itu bukan surat terbuka, itu surat buat pak presiden ya jelas diposting sama pengkhianatnya. Iya saya kan gak mungkin tulis surat terbuka seperti itu," ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, apabila ada pihak yang merasa dirugikan oleh surat tersebut, dirinya siap menerima konsekuensi. "Saya siap menerima konsekwensinya yang ada," ujarnya.

Terkait postingan tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Kepulauan Meranti, Hery Saputra SH saat dikonfirmasi mengatakan juga mengetahui postingan tersebut.

Dirinya juga mengatakan bahwa menyayangkan pihak yang membuat postingan tersebut. 

"Kita sangat menyesalkan postingan seperti itu, karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Hery.

Dirinya mengatakan bahwa nantinya pihak Pemkab akan melakukan jalur hukum terhadap persoalan ini.

"Yang jelas kita minta arahan pimpinan dan kemungkinan kita akan lakukan somasi karena bermuatan fitnah postingannya dan cenderung mengandung hate Speech atau ujaran kebencian," pungkasnya.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Terima SK DPW LSM Amarah Riau, Miswan Diminta Putuskan Mata Rantai Koruptor di Riau
  • Bappebti Hentikan Seminar PBK Illegal "Bincang Bisnis OctaFX Explorer" di Yogyakarta
  • Mau Kuota 60 GB dan Gratis Telepon Semua Operator, Ini Pilihan Paket New Freedom Indosat Ooredoo
  • Polsek Bangko Amankan Pelaku Sabu di Kebun Sawit
  • Tekan Angka Stunting, Koramil 05/Kampar Kiri Hadiri Rapat Lintas Sektoral
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved