Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

18:36 - Desa Sungai Cina Wakili Me...
09:18 - Irwan Nasir: Karhutla Buka...
02:11 - Pelantikan DPRD Meranti Di...
20:15 - Nihil Hotspot, Pemkab Past...
15:15 - AM3 Bakal Demo Pelantikan ...
05:39 - Disiapkan Perbup, Oktober ...
22:05 - Tahun Ini Dinkes Meranti K...
19:44 - Bupati Irwan: Jika Nilai S...
09:23 - Sejumlah Organisasi Kepemu...
06:05 - Dorong Masyarakat Hidup Be...
20:56 - Tim Fact Finding Kemenpora...
16:39 - KSOP Selatpanjang dan Telu...
17:10 - Gandeng Dinkes, Satpol PP ...
16:27 - Akibat Kabut Asap Kapal Po...
15:00 - Masrul Kasmy, Orang Pertam...
17:12 - Sekolah di Meranti Tidak D...
07:05 - Keajaiban Segelas Kopi di ...
16:09 - Lima Kali Gagal Tes Tak Bu...
05:47 - Sempat Menang, Cakades di ...
13:56 - Bersatu, Pers Meranti Sepa...
16:58 - Selisih Satu Suara, Pilkad...
12:46 - Orang Gila Rusak Sekolah d...
11:18 - Wakili Riau di Sumut, Tiga...
19:35 - Wartawan Metro Riau Raih T...
17:46 - Armada Kurang dan Banyak R...
18:30 - Ambruk, Dua Pelabuhan di M...
18:45 - 15 Pejabat Eselon Dilantik...
19:05 - Walau Kekurangan Biaya, Ti...
18:47 - Tinjau RTH LAMR, Bupati Ir...
14:28 - Penyegaran di Polres Meran...
12:19 - Konsen Bangun Infrakstrukt...
17:00 - Pacu Peningkatan PAD, BPPR...
16:20 - Tim Saber Pungli Riau Laku...
09:02 - Kesbangpol Meranti Naik Ja...
20:27 - UAS Dilaporkan, Aliansi Pe...
10:56 - Pilkades Meranti, Calon Ka...
10:22 - Pilkades Serentak Meranti ...
21:21 - Pilkades Serentak di Meran...
19:54 - Wakil Bupati Meranti Ingat...
09:19 - Pertama Kalinya, Meranti J...
18:55 - Tim Gabungan Karhutla Terp...
15:23 - Dikeluhkan Jemaah Haji, Pe...
21:43 - Defisit, Proyeksi Belanja ...
16:39 - Tunda Salur, APBD Perubaha...
19:50 - Semakin Panas, Kursi Ketua...
15:12 - Sempat Terbengkalai, Kapal...
14:58 - Terbengkalai Nyaris 2 Tahu...
19:35 - Rusak Tanah Melayu, LAMR K...
20:20 - 50 Pemuda dan Pemudi di Me...
19:46 - Lantai Dua Pasar Modern Ak...
 
Belajar Pengolahan Air Gambut, Kepala Desa se-Konawe Utara akan Kunjungi Meranti
Senin, 06/05/2019 - 18:40:22 WIB

SELATPANJANG - Kabupaten Kepulauan Meranti tidak hanya menjadi tujuan bagi kabupaten kota di Indonesia untuk melakukan studi banding cara pengolahan sagu. Namun untuk pengolahan air gambut menjadi air bersih, Kepulauan Meranti juga menjadi tujuan studi banding.

Dimana seluruh kepala desa se Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara akan mengunjungi Desa Kundur Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti untuk melakukan studi banding pengolahan air gambut menjadi air bersih.

Kedatangan rombongan diagendakan pada bulan Juni mendatang. Ada sebanyak 200 orang yang akan berkunjung ke Meranti. Informasi ini disampaikan oleh Kepala PMD Kabupaten Konawe Utara.

"Kami berencana akan mengunjungi Desa Kundur, Kepulauan Meranti untuk melihat langsung pengolahan air gambut menjadi air bersih," kata Kepala PMD Konawe Utara, Sulkarnain Sinapoi.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kepulauan Meranti, Ikhwani mengatakan dengan adanya kunjungan ini diharapkan desa yang lain bisa terpacu untuk mengembangkan inovasi sesuai dengan potensi yang ada di desa.

"Kunjungan daerah lain untuk belajar ke Desa Kundur bisa dijadikan motivasi bagi desa lain untuk berinovasi mengembangkan potensi desa. Apalagi tentang inovasi air yang sudah menjadi kebutuhan banyak orang," ujar Ikhwani, Senin (6/5/2019).

Lebih lanjut dikatakan Ikhwani, pihaknya sudah melakukan motivasi terhadap seluruh kepala desa di Kepulauan Meranti dan melakukan studi banding ke beberapa daerah di Indonesia terkait pengembangan potensi desa.

"Kita sudah berusaha memotivasi mereka (kepala desa) terkait pengembangan potensi dan inovasi desa, tergantung kepala desa mau mengembangkan seperti apa, karena banyak potensi desa di Meranti yang mau dikembangkan," ujarnya lagi.

Untuk diketahui, Desa Kundur, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti telah berhasil menghasilkan inovasi untuk mengolah air gambut menjadi air bersih layak minum.

Sebelumnya warga desa setempat terpaksa menggunakan air gambut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air gambut tersebut memiliki warna merah bening dan bisa dikatakan belum layak minum walaupun sudah dimasak.

Pemasaran air minum ini melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Usaha Sejati dimana produksi sedikitnya 100 galon perhari.

Pj Kepala Desa Kundur, Miswanto mengatakan air minum yang diproduksi tidak kalah dengan air minum galon yang biasa diproduksi. Hal itu dikarenakan air yang diolah berasal langsung dari mata air, hanya saja sudah bercampur dengan tanah gambut.

"Air galon lain itu biasa air hujan, kualitas kadar asamnya masih ada, kalo ini dijamin hampir sama dengan Aqua, pH 6, sehingga lebih segar," ujarnya.

Dirinya mengatakan ada 3 orang yang mengelola BUMDes tersebut dimana 2 orang teknisi dan 1 orang untuk pemasaran.

Bagian pemasaran, Doni mengatakan bahwa respon masyarakat untuk air minum tersebut semakin meningkat. Bahkan tidak hanya bagi masyarakat desa, namun mulai diminati seluruh masyarakat di kabupaten Meranti.

Untuk harga jual juga relatif standar dengan air galon yang dijual biasanya yaitu Rp 4.000 untuk lokal (Desa Kundur) dan Rp 5.000 untuk di luar Desa Kundur.

Pengelolaan air gambut ini digagas pertama kali oleh Sutrisno yang saat itu menjabat sebagai kepala Desa Kundur.

Secara singkat air gambut yang diambil dari kanal Desa Kundur dimasukkan ke dalam bak yang telah disediakan. Di bak itu air dicampur dengan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan diaduk. Proses ini disebut Flock (warna air gambut).

Air yang dicampur PAC dan diaduk itu akan berwarna coklat susu. Setelah melalui proses pemecahan, air ini dialiri ke bak penampungan. Jika diendapkan akan terlihat air jernih di bagian atasnya.

Air dari endapan akan masuk ke Water Treatment. Selanjutnya melewati proses reverse osmosis (RO). Hasil akhir air gambut akan menjadi bersih dan bening. Melewati ultraviolet siap untuk diminum dengan Sekitar pH sekitar 4 sampai 5.

Air minum ini diberi nama Salwa oleh pihak BUMDes yang artinya kebahagiaan.

Tahun ini juga, kata Doni Pemerintah Desa Kundur bersama-sama dengan Dinas PMD Kepulauan Meranti melalui Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Desa akan mengupayakan bantuan alat untuk air mineral dalam kemasan (AMDK).

"Sehingga nanti kita sudah punya kemasan sendiri untuk air minum kita," ujarnya.

Berkat karya dan inovasi tersebut Desa Kundur juga dinobatkan sebagai desa terbaik se Provinsi Riau pada tahun 2018, melalui Prestasi setelah memenangkan lomba desa terbaik program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Riau di Hotel Mutiara Merdeka pada Selasa (18/9/2018) lalu.

Lebih lagi Desa Kundur berhasil meraih juara I Desa Terbaik Nasional Kategori Prakarsa dan Inovasi Desa tahun 2018.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kadis LHK Riau: Kami Tidak Tahu Perusahaan Itu Terkena Sanksi, Penilaian Jalan Terus
  • E- Samsat Kepri Resmi Diluncurkan melalui E-Channel Bank Riau Kepri
  • Bupati Sukiman Bangga Wisata Hutan Air Panas Sudah Mulai Dilirik Wisatawan
  • Unjuk Rasa Ricuh Lagi, Pagar Besi Mapolda Riau Roboh, 13 Mahasiswa dan 7 Aparat Terluka
  • Penanganan Kasus Karhutla Tak Maksimal, Kapolri: Kapolda, Kapolres dan Kapolsek Saya Out
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved