Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:17 - 18 Ribu Hektar Lahan Konse...
20:54 - 28 PNS dan Honorer di Mera...
14:21 - OPD Rampung Ajukan Formasi...
15:55 - Pemkab Meranti Sediakan L...
15:07 - Protes, Oknum Pejabat Mera...
19:40 - PWI Meranti Gelar Lomba Ka...
19:33 - Cuti Haji, Direktur RSUD M...
19:39 - Kelar Persiapan Berkas, Bu...
19:28 - Realisasi Penerimaan Pajak...
19:15 - LPHD Enam Desa di Meranti ...
13:35 - Bupati Kepulauan Meranti T...
19:38 - Ribuan Hektar Lahan Desa d...
20:08 - Turap Pelabuhan Camat Ambr...
15:17 - Meranti Mulai Perkuat Tata...
09:17 - Bujang Dara Dapat Tunjuk A...
21:42 - Bertemu Finalis Bujang Dar...
20:14 - Rekonstruksi Pembunuhan Er...
06:01 - Pemkab Meranti Tanggung Bi...
05:50 - MTQ XI 2019 Tingkat Kabupa...
17:54 - Sejumlah Orang Tua di Mera...
17:09 - Hingga Juni 2019, 13 Kasus...
11:55 - Tiga Penutup Gorong-gorong...
15:29 - Kapolda Riau Resmikan Mako...
11:21 - Ramah Tamah Bersama Kapold...
20:56 - Jenguk Andra Bayi Penderit...
17:38 - Diresmikan Besok, Bupati T...
18:03 - Dugaan Korupsi Dana Bantah...
11:10 - Sambut HUT Bhayangkara ke ...
20:08 - Roro Insit Meranti Kembali...
22:05 - Predikat Paripurna Bintang...
20:56 - Jika Benar, DPRD Tak akan ...
19:28 - Tunggakan BPJS Mandiri Mas...
21:28 - Tim Kemenko Polhukam Kunju...
19:35 - Ponton Pelabuhan Tanjung S...
17:05 - Pesta Sungai Bokor 2019 ak...
22:09 - KPID Riau Bentuk KCSI di K...
21:50 - Bupati Meranti Buka Kejurd...
17:12 - Mobil Dinas Pemkab Meranti...
14:18 - Embarkasi Antara Riau Tida...
19:06 - KPU Meranti Ajukan Anggara...
19:43 - Ramdoor Pelabuhan Tanjung ...
18:03 - Polemik Penetapan Ibukota ...
20:19 - Tidak Ada Izin, Papan Rekl...
17:47 - ASN dan Honorer di Meranti...
19:16 - Nambah Cuti Idul Fitri, Pe...
16:03 - Tidak Dipungut Retribusi, ...
20:28 - Pulang Mudik, Kabid Kebers...
17:09 - Layanan Angkut Libur Lebar...
19:30 - Antrean Panjang Mengular C...
11:56 - Bupati Meranti Dijadwalkan...
 
BBM Putus, Pengecer BBM Dadakan Raih Untung Besar
Jumat, 29/03/2019 - 21:28:15 WIB

SELATPANJANG - Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti sulit untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. 

Antrian panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi pemandangan saat ini. 

Masyarakat rela mengantri berjam-jam yang mengakibatkan antrian semakin panjang mengular hingga keluar area SPBU.  Sementara itu puluhan pengecer mendadak menutup kios mereka.

Akibat antrian panjang pembelian BBM di SPBU, sejumlah masyarakat memanfaatkannya dengan menjual BBM eceran dadakan persimpangan dan dipinggir jalan. Alhasil untung banyak pun mereka dapatkan.

Salah seorang penjual eceran di Jalan Dorak Sepanjang mengatakan dia membeli premium di SPBU menggunakan motor dengan tangki besar.

Setelah itu premium tersebut dia tuang ke botol-botol kecil untuk dijual eceran di pinggir jalan. Dia menjual Rp15 ribu perbotol ke pembeli. Sementara itu pengecer lainnya menjual premium dengan harga Rp10 ribu perbotol dengan ukuran 750 mili liter. Jika pada hari biasa, harga premium di kios pengecer dijual dengan harga Rp11 ribu perbotol air mineral berukuran 1500 mililiter.

"Lumayan juga lah untungnya, kita antri membeli bensin saja lama, tak mungkin dijual murah," ujar pengecer yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, salah seorang  masyarakat, Indra yang membeli bensin di pengecer pinggiran jalan tidak merasa keberatan dengan harga yang terbilang mahal dari harga biasanya.

"Memang mahal, tapi daripada tidak dapat minyak sama sekali. Karena kalau harus ke SPBU harus mengantri lama dan berpanas - panas," ujar Indra. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti menjamin BBM jenis premium di Kepulauan Meranti, khususnya di Kota Selatpanjang masih tersedia. Untuk APMS PT Mas Arta Sarana, atau dikenal dengan SPBU Imam Bonjol masih tersedia stok premium sebanyak 70 KL (kilo liter). Namun pihak SPBU belum bisa menjual ke warga karena terjadi kerusakan pada panel mesin pompanya. Sementara itu APMS PT Meranti Sopia Mandiri atau dikenal dengan  SPBU Alahair juga masih tersedia sekitar 70 KL. Hanya saja distribusi Premium dari pelabuhan Dorak menuju SPBU mengalami kendala akibat mobil pengangkut BBM mengalami kerusakan. 

Sedangkan ratusan pengecer di Kota Selatpanjang yang menutup kios disebabkan stok premium di dua APMS lainnya yakni PT Bumi Meranti Sejahtera dan PT Tujuh Saudara Sejahtera yang menjadi langganan para pengencer juga masih kosong. 

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Anggota TNI Dikabarkan Tertembak dalam Serangan KKB di Camp BUMN
  • Babinsa Koramil 12/XIII Koto Kampar Ajak Pemuda Jaga Ketertiban
  • Babinsa Aktifkan Patroli Cegah Karhutla
  • Festival Blue Core Yamaha, Ada Promo Menarik Cicilan Heboh
  • Marcus/Kevin Menang, Jumpa Ahsan/Hendra di Final Indonesia Open 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved