Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:27 - Disparpora Meranti Gelar F...
16:05 - Jalin Silaturahmi, zAzg Me...
15:32 - Warga Selatpanjang Waspada...
13:42 - Setelah Masuk Rekor MURI d...
18:04 - Sidak Bulan Ramadan, Pegaw...
12:05 - Safari Ramadan Gubri ke Me...
16:14 - Pemkab Meranti Anggarkan R...
22:30 - Bupati dan Kades Se-Merant...
18:31 - Mahasiswa Diharap Bersabar...
16:22 - Istri Polisi Pojokkan Bupa...
16:07 - Pemkab Meranti Fasilitasi ...
15:00 - Pemerintah Desa Fokus Pada...
18:25 - Pemkab Meranti Minta Pemil...
15:05 - Pertama di Riau, Kepulauan...
19:32 - Selama Ramadan, Pemkab Mer...
16:36 - Prabowo-Sandi Menang Tipis...
19:52 - Resmikan Bazar Ramadan, Se...
18:40 - Belajar Pengolahan Air Gam...
18:45 - Tradisi Menjelang Ramadan,...
16:38 - Satpol PP Meranti Tertibka...
19:05 - Tarhib Ramadan, Ribuan Pel...
18:52 - Sambut Ramadan 1440 H, RSU...
14:56 - Baznas Kepulauan Meranti ...
14:29 - Cegah Korupsi, Pemkab Mera...
17:48 - Sekda Meranti Akui Sering ...
09:44 - SK PTDH 9 PNS di Meranti S...
22:36 - Sebelum Lebaran, Roro Insi...
19:33 - Banyak Anggota Bolos, Rapa...
08:55 - Ikut Berpartisipasi, Hotel...
08:48 - Empat PSU di Meranti, Prab...
06:10 - Kelelahan, Petugas KPPS di...
11:54 - Berbagai Produk Kerajinan ...
19:38 - Sore Tadi Api Lahap Tiga R...
13:08 - Guru di Meranti Lahirkan B...
20:00 - Pertama di Riau, Kepulauan...
19:33 - 700 Warga Meranti Ikuti Di...
17:47 - Pererat Silaturahmi Pasca ...
18:31 - Bupati Meranti Perintahkan...
16:17 - Ketua dan Komisioner KPU M...
15:58 - Lima Sekolah Dasar di Sela...
21:23 - Warga Terindikasi DBD, Din...
20:15 - Hitung Surat Suara hingga ...
15:59 - Disdikbud Meranti Sebut UN...
15:37 - Langka, Sapi Milik Kabag H...
19:20 - Bentuk Solidaritas, Satu P...
10:22 - Tidak Banyak yang Nyoblos,...
16:34 - Usai Nyoblos, Bupati Kepul...
19:34 - Rapat Terakhir, Kondisi Me...
19:09 - Bandel, Wakil Bupati Meran...
10:22 - Petugas Retribusi Gadungan...
 
Diguyur Hujan dan Water Bombing, Meranti Nihil Hotspot
Kamis, 28/03/2019 - 17:26:00 WIB
Desa Lukun di Meranti masih terbakar.
Desa Lukun di Meranti masih terbakar.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (28/3/2019) sore, Kepulauan Meranti terbebas dari hotspot.

Sebelumnya pada pagi hari sempat terpantau sebanyak delapan titik api di beberapa wilayah daerah berpulau tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti juga memastikan hal tersebut. Hal ini terjadi karena beberapa wilayah di Kepulauan Meranti diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sedang.

Kepala BPBD Kepulauan Meranti M Edy Afrizal mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau untuk melakukan pemadaman di wilayah yang tidak diguyur hujan.

Hasil dari koordinasi tersebut, BPBD Riau pun mengerahkan Helikopter jenis RA - 22582 (MI- 8R) yang dikemudikan Captain Sergei Andrianov melakukan water bombing sebanyak 43 sorti di Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

"Desa Lukun masih terbakar, namun di sana tidak turun hujan. Makanya kita berkoordinasi dengan Satgas Udara BPBD Provinsi untuk melakukan water bombing," kata Edy.

Hingga saat ini Desa Lukun yang menjadi lokasi kebakaran masih dipantau oleh pihak BPBD bersama ratusan masyarakat dan tim pemadam PT NSP.

"Dua petugas BPBD masih berada di lokasi bersama ratusan masyarakat dan pihak perusahaan PT NSP untuk melakukan pemadaman. Api sudah padam, namun masih berasap," katanya.

Sementara itu, dua regu tim gabungan yang terdiri dari petugas BPBD Kepulauan Meranti, personel Polres Kepulauan Meranti, tim Koramil Tebingtinggi juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman di Desa Gayung Kiri, Kecamatan Rangsang.

"Dua regu kita kirimkan ke Desa Gayung Kiri. Namun karena di sana hujan tim diarahkan ke Desa Wonosari yang juga mengalami kebakaran," ungkap Edy.

Dirinya mengatakan hingga sore hari masih menunggu Informasi dari tim yang berada di Desa Wonosari, Kecamatan Rangsang.

"Kita masih belum dapat informasi karena tim belum sampai di lokasi," ujar Edy.

Edy mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah tidak ada titik api di wilayah Kepulauan Meranti. "hingga saat ini ini hotspot sudah nihil," ungkapnya.

Meski tak ada hotspot, namun pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita dari Karhutla yang nantinya bisa memicu terjadinya kabut asap," katanya.

Penulis : Ali Imron
Editor : Fauzia

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tolak Proyek Jalan Membelah Hutan Talang, Begini Penjelasan Aktivis Lingkungan Riau
  • Jika Dihadang Berangkat ke Jakarta, Ulama Madura Ancam Tutup Suramadu
  • Hakim Nyatakan Sekjen KONI Terbukti Beri Rp 11,5 Miliar ke Kemenpora, Berikut Rinciannya
  • Polres Rohul Sudah Kunjungi 40 Sekolah Lebih Terkait Langkah Preventif
  • PT RAPP Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Pemangku Kepentingan di Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved