Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

19:41 - Camat Rangsang Pesisir Ing...
19:15 - Pemkab Meranti akan Sambut...
20:15 - Rumah Singgah Meranti di K...
10:03 - Apel Gelar Pasukan di Mera...
21:25 - Peran Pendamping UMKM di M...
20:08 - Camat Tebingtinggi Himbau ...
17:47 - Kota Selatpanjang Diselimu...
20:09 - BPRD Meranti Tertibkan Tia...
18:59 - Akibat Angin Kencang, Api ...
18:16 - Kementan Tetapkan Pelabuha...
15:52 - Karhutla di Riau Meluas, M...
11:06 - BRK Peduli Tenaga Kerja Re...
06:37 - Pembangunan Jembatan Selat...
19:09 - Satukan Persepsi, Bupati A...
09:28 - Kepulauan Meranti, Kabupat...
09:21 - Temui Kemenkes, Bupati aka...
19:20 - BRK Serahkan CSR BPJS Kete...
16:52 - Pola Kemitraan Ubah Olahan...
10:17 - Terungkap, Kapal Penumpang...
17:23 - Permintaan Kopi Liberika M...
09:14 - Kepala Disparpora: Seni Fo...
20:21 - Gencar Perintahkan Razia d...
19:15 - 216 CPNS Meranti Terima SK...
17:37 - Minimalisir Penderita Tube...
15:25 - Limbah Jadi Berkah, Kebutu...
11:41 - Bulan Mei, Program Rastra ...
19:58 - Lestarikan Permainan Gasin...
16:03 - Lakukan Pendinginan, Regu ...
22:05 - Sekda Meranti Tinjau Karhu...
16:46 - Kebakaran Lahan di Meranti...
17:11 - Dua Perawat dan Dokter Can...
22:06 - Metrologi Legal Meranti Su...
19:48 - PT SRL All Out untuk Karhu...
14:19 - Bupati Dorong Pengusaha Mu...
12:50 - Budaya Melayu Meranti akan...
20:59 - Pemkab Meranti Bakal Awasi...
16:33 - Irwan: Pemuda harus Ikuti ...
14:05 - Kostum Wonderful Perang Ai...
06:03 - Orientasi CPNS Meranti, Wa...
17:25 - Kostum Wonderful Perang Ai...
12:35 - Pengelolaan Pasar Modern M...
11:08 - Tinjau Karhutla, Wakil Bup...
16:12 - Program Jumat Berkah, Cama...
10:35 - Laporan Harta Kekayaan Mas...
16:52 - Tindak Tegas, Izin Operasi...
14:43 - RSUD Meranti Gandeng Pihak...
20:02 - Piutang Menumpuk, Pelayana...
14:14 - Siaga Karhutla 2019, BPBD ...
19:42 - Bupati Tak Permasalahkan P...
18:06 - Bupati Meranti Tunda Tanda...
 
Penuturan Istri di Meranti: Disiksa Suami Selama 5 Tahun hingga Dibacok 3 Kali, Saya Tetap Bertahan
Selasa, 19/02/2019 - 16:52:08 WIB
Ibu rumah tangga berinisial S di Kepulauan Meranti mengalami puluhan kali KDRT selama 5 tahun pernikahan mereka.
Ibu rumah tangga berinisial S di Kepulauan Meranti mengalami puluhan kali KDRT selama 5 tahun pernikahan mereka.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Seorang ibu rumah tangga berinisial S di Kepulauan Meranti mengalami puluhan kali KDRT selama 5 tahun pernikahannya dengan sang suami yang sangat arogan.

Awal mula hubungan terjalin, S sudah mendapat perlakuan tidak menyenangkan, dimana kata - kata kasar dan tangan suaminya sudah berulang kali mendarat di pipinya.

"Semenjak menikah bukan awal bahagia kami. Saya sudah berulang kali mendapat perlakuan kasar," ungkap S saat dihadirkan menjadi narasumber acara penyuluhan antisipasi dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3APPKB Kepulauan Meranti, Selasa (19/2/2019).

Perlakuan kasar yang dialaminya tidak sampai di situ, bahkan sampai mereka dikarunia dua orang anak, tindakan itu terus dialaminya.

"Sebenarnya saya tidak sanggup menanggung beban derita ini. Namun saya belum mau melaporkan ke polisi karena banyak yang saya pikirkan, salah satunya adalah tak ada yang memberi nafkah," kata S.

S berujar setiap kali kemarahannya mereda, sang suami akan meminta maaf keesokan harinya untuk menghilangkan kata-kata menyakitkan yang ia ucapkan kemarin malam.

"Bertahun - tahun saya hampir mati dipukul suami," katanya.

Sampai pada akhirnya S sudah tidak tahan dengan perlakuan suaminya, dimana puncak kemarahan sang suami terjadi ketika pada malam hari, dia membacok S menggunakan sebilah parang panjang.

"Pada malam itu, suami saya baru pulang ke rumah. Ketika saya keluar kamar, suami saya sudah memegang parang di tangannya. Dia langsung membacok saya, ada tiga kali dia membacok, di kepala, leher, dan punggung. Dengan bersimbah darah malam itu juga saya melapor ke polisi," ungkap S.

S mengaku sebenarnya ia menjalin ikatan pernikahan bersama suaminya atas dasar cinta dan tidak dengan paksaan. Namun ketika suaminya terpengaruh oleh Narkoba, perilakunya menjadi kasar.

"Kami menikah atas dasar cinta. Dia sering memukul karena dia memakai Narkoba. Emosinya tinggi, saya yang jadi tempias, apalagi keadaan ekonomi kami yang susah," ungkap S.

Keesokan harinya, suami S langsung ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baru 4 bulan menjalani hukuman, S menjadi bingung untuk menafkahi anak - anaknya.

"Baru 4 bulan suami ditahan saya menjadi bingung. Akhirnya saya mencoba untuk mencabut tuntutan hukuman, namun tidak bisa. Akhirnya pengadilan mengurangi masa tahanan suami saya yang semula 2 tahun menjadi 9 bulan," ungkap S.

Karena didasari rasa cinta yang telah lama bersemai. Saat ini S dan suaminya kembali berkumpul bersama keluarga setelah suaminya menjalani masa hukumannya.

"Suami saya sudah berubah total setelah keluar penjara. Saat ini dia sudah menjadi lebih baik dan tidak kasar lagi," ujarnya.

Penulis : Ali Imroen
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pembatasan Siaran TV Kabel, GO Nilai Ada Praktik Kotor
  • Perkantoran Walikota Tenayan Raya Sudah Mulai Digunakan
  • Kursi Wabup Rohul Masih Kosong, Ini Penyebabnya
  • Danrem 031 WB Pimpin Apel Gelar Pasukan PAM VVIP Presiden Jokowi di Dumai
  • Camat Rangsang Pesisir Ingatkan Warganya untuk Tidak Main Api
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved