Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

22:27 - Naik 8,03 Persen, UMK Mera...
19:16 - Sekda Berharap Sagu Merant...
22:20 - TP4D Gelar Bimtek Kelola K...
20:24 - 355 Berkas Pelamar CPNS Me...
15:22 - Warga Dua Desa di Pulau Pa...
14:47 - Hari Ini Terakhir Pendafta...
15:10 - Dibangun Tahun Depan, Pemb...
06:37 - Pokir Anggota DPRD Meranti...
16:43 - Dolar Naik, Harga Sagu Men...
17:44 - Lantik 58 Pejabat Eselon I...
17:16 - Pembangunan Jalan di Meran...
14:26 - Di Meranti, Jalan Dibangun...
06:59 - Desa Kundur Masuk Nominasi...
15:49 - Satu Desa di Meranti Ogah ...
22:06 - PT Timah Kembali Salurkan ...
19:20 - Menata dan Memperindah Kot...
19:57 - APBD-P Kepulauan Meranti 2...
18:46 - BKD Meranti Temukan Banyak...
20:14 - Penyampaian Nota Keuangan,...
19:06 - Hibahkan Lahan untuk Kanto...
16:50 - Kirab GP Ansor Riau di Mer...
17:45 - Akui Kecolongan, BPPRD Mer...
13:55 - Latih Wirausaha Muda Pasar...
12:26 - Tersandung Kasus Narkoba, ...
12:06 - Operasi Mantap Brata di Ke...
19:38 - Tiga Desa di Meranti Raih ...
16:58 - Bupati Meranti Ajak Masyar...
20:47 - Pendistribusian ZCD Baznas...
20:13 - 81 Jemaah Haji Tiba dengan...
07:46 - 81 Jemaah Haji Meranti Tib...
17:34 - Terjebak Sistem Ijon, Peng...
18:08 - Sarat Muatan, Kapal Pembaw...
19:25 - Diajukan 248, Kuota CPNS M...
07:25 - Bupati Meranti dan Siak Ra...
15:28 - Tersangkut Korupsi, 7 PNS ...
15:00 - Izin HO Dicabut, PAD Meran...
11:19 - Pencanangan Imunisasi MR, ...
10:16 - Jembatan Pelantar Ambruk, ...
19:00 - 9 ASN Meranti Dikirim Ikut...
10:19 - Disdukcapil Meranti sudah ...
14:26 - Dalam Sehari, 5 Hektare La...
13:18 - KPA di Meranti Diinstruksi...
07:33 - BPBD Meranti Butuh Tambaha...
10:41 - 6 Rumah di Selat Panjang D...
14:26 - Belum Rampung, Proyek Jala...
14:07 - Ratusan Warga Selat Panjan...
13:46 - Di Sinilah Awalnya Bendera...
12:07 - Bupati Meranti Kukuhkan Pa...
19:47 - Dianggarkan Rp4,3 Miliar, ...
14:39 - Bersama Bupati Meranti, UA...
 
Dianggarkan Rp4,3 Miliar, Dermaga Semukut Hanya Dikerjakan Dua Bulan
Rabu, 15/08/2018 - 19:47:16 WIB
Ilustrasi pengerjaan proyek
Ilustrasi pengerjaan proyek
TERKAIT:
 
  • Dianggarkan Rp4,3 Miliar, Dermaga Semukut Hanya Dikerjakan Dua Bulan
  •  

    SELATPANJANG - Pembangunan Dermaga Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau yang dikerjakan PT Reka Kontruksi terkesan molor.

    Saat ini pelaksanaan pembangunannya masih 0 persen dari rentang waktu masa penandatanganan kontrak yang dilakukan pada 3 Mei lalu, sedangkan masa kontrak akan berakhir pada Oktober mendatang. Itu artinya pekerjaan proyek yang menelan dana Rp4.306.435.000 ini hanya akan dikerjakan dalam jangka waktu efektif dua bulan.

    Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan Dermaga Desa Semukut, Ade Juliansyah mengatakan bahwa pihaknya optimis pekerjaan tersebut akan selesai sampai dengan waktu yang telah ditentukan.

    "Masa pelaksanaan pekerjaan berakhir pada bulan Oktober, jadi masih ada waktu efektif dua bulan. Saat ini tiang pancang sudah selesai produksi dan peralatan serta material lainnya tinggal dimobilisasi kontraktor dari Batam ke lokasi dan dalam waktu dekat akan sampai, semoga tidak ada kendala dalam tahap pelaksanaannya," kata Ade Juliansyah, Rabu (15/8/2018).

    "Yang jelas jika pembangunannya molor, itu merupakan kelalaian dari pihak kontraktor," tegas Ade.

    Ahli kontruksi bangunan, Sabri ST mengatakan dirinya pesimistis pembangunan dermaga itu selesai pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini berdasarkan kondisi perkembangan pengerjaan bangunan hingga saat ini.

    "Tergantung bangunannya seperti apa dulu. Kalau jembatan kontruksi beton itu sulit," kata Sabri ST.

    Sementara itu anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Dr M Tartib mendesak kepada Dinas Perhubungan sebagai OPD terkait untuk segera menindaklanjuti permasalahan di lapangan.

    "Jika sudah ada pemenang lelang, maka ini harus segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait, jika tidak perusahaan tersebut direkomendasi saja untuk di blacklist," kata Dr M Tartib.

    Lebih lanjut dikatakan, jika pembangunan tidak segera digesa, maka nasibnya akan sama dengan Jembatan Selat Rengit yang juga gagal dalam pembangunannya.

    "Kita rugi waktu jika OPD terkait bersama kontraktor tidak serius membangun Meranti. Selain mengobati luka atas gagalnya pembangunan Jembatan Selat Rengit, dermaga ini fungsinya membantu urat nadi perekonomian masyarakat, jadi harus segera dikerjakan, apalagi Pulau Merbau merupakan kantong kemiskinan di Meranti," ungkap M Tartib.

    Penulis: Ali Imroen
    Editor: Budy

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pemerintah Kembali Jalin Kerja Sama dengan Cina, Kali Ini Kelola SDA
  • Warga Geger dengan Temuan Kerangka Manusia yang Duduk Bertapa
  • Capella Edukasi Berkendara Murid SMK Bangko
  • Naik 8,03 Persen, UMK Meranti 2019 Diprediksi Rp2.749.909
  • Kemunculan Buaya 3 Meter di Sungai Siak Gemparkan Warga Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved