Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

14:39 - Bersama Bupati Meranti, UA...
10:21 - Lautan Manusia Banjiri Kan...
19:14 - Kerjasama dengan Baznas, K...
11:34 - Pemesan Kamar Hotel Memblu...
16:06 - Sunatan Massal Bantu Ringa...
13:50 - Dilengkapi Fasilitas Baru,...
11:47 - Tidak Istitho’ah, Satu J...
08:21 - Wakil Bupati Lepas Keberan...
10:11 - Bupati Meranti Saran Bagi ...
12:08 - Buang Sampah Sembarangan, ...
17:51 - DPRD Ngotot Lahan Pasar Mo...
10:00 - EMP-MS Optimalkan Keselama...
14:17 - Mako Polres Meranti Selesa...
12:00 - Jadi Narasumber Pangan Nus...
18:16 - Habib Hamidi dan Sri Astut...
10:26 - Dijemput Bujang Dara, Atle...
15:28 - Mahasiswa UR Olah Kelapa J...
15:03 - Belum Beroperasi, RAPP Kem...
07:23 - Maksimalkan Peran BUMDes, ...
19:46 - Lima Perwakilan Negara dan...
15:56 - Tekan Angka Kekerasan Terh...
08:18 - Bank Sampah Selatpanjang B...
10:14 - Kapolsek Rangsang Raih Per...
17:17 - Protes Jalan Rusak, Warga ...
17:48 - Hingga Desember 2018, 44 K...
18:56 - Tujuh Kepala OPD Pemkab Ke...
18:20 - Limbah Sagu Diduga Penyeba...
16:21 - Tarif PBB di Meranti Dises...
18:55 - Pembangunan Dermaga Desa S...
07:44 - KPU Meranti Bakar 1081 lem...
17:24 - Tiga ASN dan 52 Honorer Pe...
07:08 - KPU Meranti Temukan 27 Sur...
17:53 - Bujang Dara Meranti Jalin ...
15:00 - Kapal Pembawa Minuman Kebu...
15:48 - Sanksi Menanti Pejabat Mer...
17:56 - Minyak Genangi Geladak Kap...
18:40 - Bupati Meranti Hadiri Rako...
04:34 - BBPOM Temukan Makanan Meng...
15:32 - Festival Cian Cui Kepulaua...
12:05 - BBPOM Temukan Boraks Pada ...
05:45 - KPID Riau Gelar Seminar Li...
10:04 - Dua Kali Berunjuk Rasa, Tu...
04:47 - Selama Ramadan, ASN Merant...
20:03 - Para Kades dan BNPB Apresi...
13:45 - Employee Volunteering Prog...
11:08 - Pemkab Meranti Buka 248 Fo...
09:58 - Lahan RSUD Meranti Digugat...
23:25 - Pemkab Meranti Minta BPN P...
10:54 - Tanjung Padang Jadi Masyar...
15:36 - Rekor Double Hattrick, Kep...
 
Kapal Pembawa Minuman Kebutuhan Lebaran Tertangkap, Pemkab Meranti Surati BC Tanjung Balai
Minggu, 10/06/2018 - 15:00:30 WIB

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKop UKM) telah melayangkan surat kepada Kanwil Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Hal ini terkait ditahannya 4 unit kapal milik pengusaha asal Kepulauan Meranti yang membawa minuman kaleng untuk kebutuhan lebaran dari negara Jiran Malaysia.

Kepala Bidang Perdagangan, DisperindagKop UKM Kepulauan Meranti, Ade Suhartian mengatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kepulauan Meranti dalam persiapan lebaran.

"Saat menjelang lebaran, bagi masyarakat Kepulauan Meranti minuman kaleng ini menjadi wajib dan tradisi untuk disuguhkan saat ada tamu yang datang, jadi bisa dikatakan tidak afdhal jika lebaran tidak ada air kaleng," kata Ade, Minggu (10/6/2018).

Akibat ditahannya empat unit kapal lintas batas itu, air kaleng di Kepulauan Meranti menjadi langka dan harganya pun melambung tinggi.

"Kita sifatnya hanya menyurati dan memohon agar kapal tersebut dilepaskan yang notabene membawa kebutuhan lebaran. Sebelumnya Bupati juga sudah berkoordinasi kesana, saat ini stok sudah menipis dan harganya pun mahal," ungkap Ade.

Minuman kaleng asal Malaysia sudah menjadi kegemaran sejak turun temurun bagi masyarakat pesisir Riau khususnya Kepulauan Meranti, apalagi saat menjelang lebaran tiba, permintaan akan air kaleng ini mencapai puluhan ribu cans.

"Ada beberapa faktor yang menjadikan kenapa air kaleng Malaysia ini menjadi favorit saat lebaran. Selain enak, harganya pun lebih murah dibandingkan produk dalam negeri, selisih harga mencapai 15 ribu, dan jaraknya pun dekat sehingga tidak membutuhkan cost tinggi untuk pengiriman," kata Ade Suhartian lagi. 

Ditahannya empat kapal pembawa kebutuhan lebaran ini pun menimbulkan polemik di sebagian masyarakat. 

Buruh serta puluhan masyarakat Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti menggeruduk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Selatpanjang, Jumat (8/6/2018) malam.

Mereka menuntut pihak beacukai menjelaskan bertanggung jawab atas penangkapan ini.

Dalam aksi tersebut pihak Bea Cukai menerima beberapa perwakilan buruh serta masyarakat untuk bermediasi serta mendengarkan aspirasi ke dalam ruang pertemuan kantor Bea Cukai Selatpanjang.

Salah seorang perwakilan masyarakat dengan tegas mempertanyakan mengapa sampai saat ini kapal tersebut tidak dilepaskan.

"Terkesan berbelit-belit dalam proses pemeriksaan tersebut. Apakah Beacukai tidak tahu bahwa kapal itu membawa stok minuman untuk masyarakat Meranti. Kalau kita lihat dari izin serta kelengkapan surat kapal serta manifes sudah sesuai aturan, apakah ini ada indikasi ingin menyengsarakan masyarakat Meranti. Kebiasaan masyarakat Meranti kalau lebaran itu ada minuman kaleng pak,” teriak seorang perwakilan masyarakat.

"Ini menyangkut khalayak ramai, hajat hidup orang banyak seperti buruh bongkar muat dan yang paling penting adalah langkanya minuman kaleng serta harga yang tinggi makin mencekik masyarakat meranti, beacukai harus tahu itu,” kata seorang perwakilan buruh.

Sementara itu kepala kantor pos Bea Cukai Selatpanjang, Frengki menjelaskan pihaknya akan komunikasikan hal ini ke kantor Bea Cukai Bengkalis serta ke kanwil Bea Cukai Pekanbaru untuk dikomunikasikan ke kanwil Tanjung Bapai, apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang hadir. 

“Saya sangat mengerti dengan keluhan masyarakat Meranti terkait stok minuman yang masih tertahan. Sekali lagi saya sampaikakan tidak ada konspirasi oleh pihak Bea Cukai terkait tertahannya minuman ini,” tutup Frengki.

Penulis: Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Bara Api Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi 6 Daerah di Riau
  • Beginilah Cara Viar Hapus Citra sebagai Motor Gerobak
  • Lomba Masak Serba Ikan 2018, Bupati Rohul Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan
  • Festival Menongkah Dikukuhkan Sebagai WBTB Pertama di Inhil
  • Berkat Kerja Profesional, Securitech Wrapping Raih Penghargaan Prestisius
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved