Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

15:13 - Proyeksi RAPBD Meranti 201...
22:33 - Meranti Jadi Pilot Project...
09:32 - Bupati Meranti Jadi Pemate...
17:19 - Puskesmas di Meranti Sudah...
16:15 - Semangat Hari Pahlawan, Bu...
18:45 - Peringatan Hari Pahlawan, ...
17:02 - Manajemen KTV Paragon Sela...
18:49 - Baru Dibangun, Pos Jaga Pe...
13:25 - Kebutuhan Mendesak, Tapi P...
17:40 - Enam Unit Mobil Dinas Terl...
22:39 - Tiga Pengusaha TV Kabel di...
17:44 - Kabar Gembira, Peserta yan...
17:26 - Meranti Rawan Teror Buaya,...
18:36 - Rayan Pribadi Terpilih Sec...
21:32 - Bupati Irwan Serahkan Bant...
19:20 - Seleksi SKD CPNS di Merant...
14:49 - Jalin Silaturahmi, PWI Mer...
12:34 - Tahun 2018, Tiga Warga Mer...
19:12 - Diprediksi Banyak Formasi ...
11:23 - Said Hasyim: Jangan Berika...
19:26 - Hari Ketiga SKD-CAT, Baru ...
14:14 - 60 Orang Terjangkit HIV, R...
19:09 - Sisi Lain Tes CPNS Meranti...
21:20 - Hari I Ujian Tes CPNS Kepu...
15:19 - Bupati Meranti: Jika Ada P...
12:23 - Hari Pertama Tes CPNS, Bup...
15:17 - Sekat Kanal Bantuan Jokowi...
15:13 - BPK Turun, Pejabat Pengada...
09:17 - Dari Hasil Verifikasi Ulan...
17:12 - Terindikasi Judi, Jackpot ...
18:50 - Tunda Salur DBH, Program d...
18:05 - APBD 2019 Meranti Dipredik...
19:34 - Bupati Meranti: Kita Tidak...
16:35 - 43 Petani Pulau Padang Iku...
22:27 - Naik 8,03 Persen, UMK Mera...
19:16 - Sekda Berharap Sagu Merant...
22:20 - TP4D Gelar Bimtek Kelola K...
20:24 - 355 Berkas Pelamar CPNS Me...
15:22 - Warga Dua Desa di Pulau Pa...
14:47 - Hari Ini Terakhir Pendafta...
15:10 - Dibangun Tahun Depan, Pemb...
06:37 - Pokir Anggota DPRD Meranti...
16:43 - Dolar Naik, Harga Sagu Men...
17:44 - Lantik 58 Pejabat Eselon I...
17:16 - Pembangunan Jalan di Meran...
14:26 - Di Meranti, Jalan Dibangun...
06:59 - Desa Kundur Masuk Nominasi...
15:49 - Satu Desa di Meranti Ogah ...
22:06 - PT Timah Kembali Salurkan ...
19:20 - Menata dan Memperindah Kot...
 
BBPOM Temukan Boraks Pada Mie Tiaw dan Rodhamin B pada Nata De Coco di Selatpanjang
Rabu, 30/05/2018 - 12:05:05 WIB

SELATPANJANG - Pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti melakukan inspeksi ke tempat sarana yang menjual bahan baku untuk makanan berbuka puasa di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Rabu (30/5/2018) pagi.

Petugas BBPOM menyisir sejumlah toko yang menjual bahan makanan tersebut, diantaranya di Pasar Sandang Pangan, Pasar Sungai Juling dan beberapa toko yang berada di Jalan Ahmad Yani, selain itu petugas BBPOM juga menyambangi toko obat dan apotik. Untuk pengujian sample makanan dilakukan di dalam mobil yang diparkirkan di Jalan Merdeka Selatpanjang.

Petugas BBPOM Pekanbaru merincikan dari 20 sample yang diuji, ada 2 jenis bahan makanan yang berbeda ditemukan mengandung bahan berbahaya yakni Mie Tiaw yang mengandung Boraks dan Nata De Coco  yang mengandung Rhodamin B atau menggunakan zat pewarna pakaian.

"Dari 20 sample yang diuji, ada 4 sample dari 2 jenis yang ditemukan bahan berbahaya, diantaranya Nata De Coco yang mengandung Rhodamin B dan Mie Tiaw yang mengandung Boraks, 4 jenis itu didapatkan dari penjual yang berbeda," kata petugas BBPOM.

Dalam sample makanan yang diuji itu, warnanya lebih tajam dan mencolok. Pada mie tidak mudah putus dan pada Nata de Coco agak sedikit keras.

Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri mengatakan sidak ini dilakukan untuk memberikan perhatian serius terhadap penjual makanan untuk berbuka puasa.

Hal itu juga untuk mengantisipasi adanya makanan yang diduga mengandung bahan-bahan berbahaya. Sehingga ini akan memberikan rasa aman kepada warga dari makanan yang mengandung formalin, borak dan pewarna.

"Dua bahan berbahaya ini mampu menarik masyarakat awam karena warnanya terkesan hidup, untuk itu masyarakat diminta untuk lebih selektif memilih bahan makanan," kata Kashuri.

Meski demikian, pihaknya meminta agar masyarakat berhati-hati dengan jenis makanan yang memiliki bau menyengat dan warna pekat karena disinyalir mengandung zat berbahaya tersebut. Pasalnya, BBPOM tidak mungkin bisa mengawasi seluruh penjual takjil yang notabene penjual musiman.

Selanjutnya BBPOM akan memeriksa makanan yang dijual di pasar Ramadan yang berada di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang.

"Nanti sore kita akan kembali menggelar Sidak terhadap makanan Takjil yang dijual di pasar Ramadhan," kata Kepala BBPOM itu.

Adapun temuan panganan dengan bahan berbahaya itu didata oleh BBPOM dan direkomendasikan ke Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti untuk ditindaklanjuti.

Penulis : Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Bapenda dan Satpol PP Rohil Tertibkan Reklame Ilegal
  • Aneh, Harimau Sumatra Terjebak di Antara Ruko Milik Masyarakat Inhil
  • Pemkab Bengkalis Serahkan Langsung Sumbangan ke Palu Rp263 Juta
  • Peserta dan Panitia Siak Internasional Serindit Boat Race 2018 Diasuransikan
  • Soal Kartu Nikah, Kemenag Pekanbaru sudah Siapkan Aplikasi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved