Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

21:23 - Warga Terindikasi DBD, Din...
20:15 - Hitung Surat Suara hingga ...
15:59 - Disdikbud Meranti Sebut UN...
15:37 - Langka, Sapi Milik Kabag H...
19:20 - Bentuk Solidaritas, Satu P...
10:22 - Tidak Banyak yang Nyoblos,...
16:34 - Usai Nyoblos, Bupati Kepul...
19:34 - Rapat Terakhir, Kondisi Me...
19:09 - Bandel, Wakil Bupati Meran...
10:22 - Petugas Retribusi Gadungan...
17:31 - Kebijakan Pemerintah Pusat...
14:08 - Merusak Ekosistem, Wakil B...
10:17 - KPU Meranti Distribusikan ...
14:32 - DPD PPNI Meranti Gelar Bak...
16:13 - Gandeng Pemkab Kepulauan M...
15:04 - DLH Meranti Beri Efek Jera...
03:10 - Bupati Meranti Komitmen Ti...
07:56 - Meranti Dukung Pengembanga...
18:23 - Masyarakat Diimbau Jangan ...
17:50 - DLH Meranti Tempatkan Angg...
20:25 - Kapal Hibah Bernilai Rp 2...
19:59 - Tidak Ada Pembabatan Hutan...
17:17 - Laga Amal Usai, Rp 12.451....
17:37 - Diduga Kawasan Hutan Lindu...
15:08 - Gubri: Membangun Infrastru...
14:53 - Siswa SMP di Meranti Tengg...
12:01 - Antisipasi Bencana, BPBD M...
17:05 - Masyarakat Rangsang Barat ...
14:55 - 52 Personel BPBD Meranti D...
12:19 - Susun Anggaran, Bupati Min...
11:36 - Meningkatnya Dana Desa, Bu...
11:24 - Pemkab Meranti akan Kemban...
10:54 - Perdagangan Lintas Batas J...
10:38 - Bupati Meranti: Buka Akses...
21:20 - Pemkab Meranti Siapkan UMK...
17:31 - Baru Disahkan, Perda Retri...
20:40 - Kementerian Koperasi dan U...
19:34 - Pemenang Jung Titis Merant...
16:10 - Ajukan Banding, Caleg Geri...
21:19 - UNBK di Meranti Aman, Satu...
11:53 - Langgar Kesepakatan, Tiket...
20:25 - Festival Jung Titis Merant...
18:43 - Disdagprinkop-UKM Kepulaua...
17:23 - Belum Lapor LHKPN, 81 Peja...
21:28 - BBM Putus, Pengecer BBM Da...
10:19 - Enam Perwira Polres Merant...
17:26 - Diguyur Hujan dan Water Bo...
13:47 - Kapolres Meranti Jamin Ket...
21:51 - Pelabuhan Selatpanjang Dit...
19:25 - Disambut Wakil Bupati, Atl...
 
BBPOM Temukan Boraks Pada Mie Tiaw dan Rodhamin B pada Nata De Coco di Selatpanjang
Rabu, 30/05/2018 - 12:05:05 WIB
Petugas BBPOM saat uji sampel makanan.
Petugas BBPOM saat uji sampel makanan.
TERKAIT:

SELATPANJANG - Pihak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti melakukan inspeksi ke tempat sarana yang menjual bahan baku untuk makanan berbuka puasa di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Rabu (30/5/2018) pagi.

Petugas BBPOM menyisir sejumlah toko yang menjual bahan makanan tersebut, diantaranya di Pasar Sandang Pangan, Pasar Sungai Juling dan beberapa toko yang berada di Jalan Ahmad Yani, selain itu petugas BBPOM juga menyambangi toko obat dan apotik. Untuk pengujian sample makanan dilakukan di dalam mobil yang diparkirkan di Jalan Merdeka Selatpanjang.

Petugas BBPOM Pekanbaru merincikan dari 20 sample yang diuji, ada 2 jenis bahan makanan yang berbeda ditemukan mengandung bahan berbahaya yakni Mie Tiaw yang mengandung Boraks dan Nata De Coco  yang mengandung Rhodamin B atau menggunakan zat pewarna pakaian.

"Dari 20 sample yang diuji, ada 4 sample dari 2 jenis yang ditemukan bahan berbahaya, diantaranya Nata De Coco yang mengandung Rhodamin B dan Mie Tiaw yang mengandung Boraks, 4 jenis itu didapatkan dari penjual yang berbeda," kata petugas BBPOM.

Dalam sample makanan yang diuji itu, warnanya lebih tajam dan mencolok. Pada mie tidak mudah putus dan pada Nata de Coco agak sedikit keras.

Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri mengatakan sidak ini dilakukan untuk memberikan perhatian serius terhadap penjual makanan untuk berbuka puasa.

Hal itu juga untuk mengantisipasi adanya makanan yang diduga mengandung bahan-bahan berbahaya. Sehingga ini akan memberikan rasa aman kepada warga dari makanan yang mengandung formalin, borak dan pewarna.

"Dua bahan berbahaya ini mampu menarik masyarakat awam karena warnanya terkesan hidup, untuk itu masyarakat diminta untuk lebih selektif memilih bahan makanan," kata Kashuri.

Meski demikian, pihaknya meminta agar masyarakat berhati-hati dengan jenis makanan yang memiliki bau menyengat dan warna pekat karena disinyalir mengandung zat berbahaya tersebut. Pasalnya, BBPOM tidak mungkin bisa mengawasi seluruh penjual takjil yang notabene penjual musiman.

Selanjutnya BBPOM akan memeriksa makanan yang dijual di pasar Ramadan yang berada di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang.

"Nanti sore kita akan kembali menggelar Sidak terhadap makanan Takjil yang dijual di pasar Ramadhan," kata Kepala BBPOM itu.

Adapun temuan panganan dengan bahan berbahaya itu didata oleh BBPOM dan direkomendasikan ke Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti untuk ditindaklanjuti.

Penulis : Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Warga Terindikasi DBD, Dinkes Meranti Lakukan Fogging
  • Tim Korwil KPK Minta Provinsi Riau Serius Upayakan Pencegahan Korupsi
  • Bupati Pantau Pelaksanaan UNBK Jenjang SMP
  • Peringatan Hari Bumi, XL Axiata-KKP Bersihkan Pantai dan Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara
  • Rustam Effendi Buka Peluang Anggota Dewan Kuansing Tak Terpilih Daftar di LSM
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved