Meranti
Pemkab Meranti | DPRD Meranti
 
+ INDEX BERITA

17:24 - Tiga ASN dan 52 Honorer Pe...
07:08 - KPU Meranti Temukan 27 Sur...
17:53 - Bujang Dara Meranti Jalin ...
15:00 - Kapal Pembawa Minuman Kebu...
15:48 - Sanksi Menanti Pejabat Mer...
17:56 - Minyak Genangi Geladak Kap...
18:40 - Bupati Meranti Hadiri Rako...
04:34 - BBPOM Temukan Makanan Meng...
15:32 - Festival Cian Cui Kepulaua...
12:05 - BBPOM Temukan Boraks Pada ...
05:45 - KPID Riau Gelar Seminar Li...
10:04 - Dua Kali Berunjuk Rasa, Tu...
04:47 - Selama Ramadan, ASN Merant...
20:03 - Para Kades dan BNPB Apresi...
13:45 - Employee Volunteering Prog...
11:08 - Pemkab Meranti Buka 248 Fo...
09:58 - Lahan RSUD Meranti Digugat...
23:25 - Pemkab Meranti Minta BPN P...
10:54 - Tanjung Padang Jadi Masyar...
15:36 - Rekor Double Hattrick, Kep...
10:43 - DPRD Minta Pemkab Meranti ...
14:22 - Sebut Keuangan Daerah Stab...
12:55 - Antisipasi Terorisme, Pemu...
14:41 - Dengan e-Sagu, PNS Meranti...
16:31 - Disdukcapil Meranti Buka S...
14:30 - Pendemo Tuntut Pemkab Mera...
08:50 - Pemkab Meranti Segera Real...
14:35 - Ratusan Muslim Meranti Gel...
17:26 - Sekda Meranti Lantik 177 P...
10:36 - Pejabat Pemkab Meranti Dim...
20:59 - Pemkab Meranti Alokasikan ...
21:20 - Limbah Pasar Modern Selatp...
11:03 - Situs Resmi Pemkab Meranti...
15:38 - Hasil UN di Meranti Bakal ...
12:57 - Bupati dan Ketua DPRD Mera...
14:16 - SPSI Minta Upah Buruh di M...
14:25 - Banyak Timbangan yang tak ...
05:47 - Diduga Curang, FLS2N Meran...
20:56 - Baru Dibangun, Plafon Pusk...
18:49 - Tiga Desa di Meranti Ini J...
13:22 - Program Desa Bebas Api Bua...
19:16 - Lahan Tak Bersertifikat, P...
11:45 - BPBD Meranti Salurkan Bant...
15:27 - Pemilik Swalayan Top 99 Di...
15:39 - Pembangunan Proyek di Mera...
10:33 - Dinilai Sukses Kembangkan ...
16:18 - Baru Menjabat, Kadis Perik...
10:18 - Selain Kemiskinan, Subside...
11:18 - Berbeda dengan Puslabfor M...
20:21 - Ribuan Hektare Hutan Mangr...
 
Bercacing, Ikan Sarden Farmerjack Ditarik dari Peredaran
Selasa, 20/03/2018 - 14:12:14 WIB
Disperindag Meranti tarik Sarden Farmerjack dari pasaran.
Disperindag Meranti tarik Sarden Farmerjack dari pasaran.
TERKAIT:
 
  • Pakai Nomor Registrasi BPOM Palsu, Sarden Merk Golden Champ Dimusnahkan
  • Bercacing, Ikan Sarden Farmerjack Ditarik dari Peredaran
  •  

    SELATPANJANG-Setelah dilakukan pengujian labor dan ikan Sarden Mackarel merk Farmerjack terbukti mengandung cacing jenis Gilig, kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) perwakilan Riau melalui Staf bidang pemeriksaan, BBPOM Riau di Pekanbaru menginstruksikan kepada agen distributor untuk menarik seluruh produk ikan kaleng merek Farmer Jack dari pasaran.

    Seksi pemeriksaan BBPOM Pekanbaru, Rita Aristia S.Farm mengatakan, untuk menarik produk ikan kaleng merek tersebut dari pasaran, BBPOM berkoordinasi dengan Diskes dan Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti.

    "Kami sudah mendatangi seluruh agen distributor dan swalayan di Meranti untuk tidak lagi menjual merek ikan kaleng produk asal China tersebut. Dan meminta kepada para pedagang untuk melakukan pengemasan sementara dan mereture semuanya untuk dipulangkan ke importirnya di Batam, Kepri," ujar Rita.

    Rita juga tidak mengetahui secara persis penyebab adanya cacing Gilig di dalam produk ikan kaleng tersebut. Menurutnya sampel yang diuji tersebut merupakan produk yang belum kadaluwarsa dan kemasannya juga masih dalam kondisi tersegel.

    Rita juga menjelaskan, dari segi izin, produk tersebut terdaftar di BPOM RI tahun 2016 dengan Nomor ML 543929007175 yang diimportir oleh perusahan asal Batam, PT Prima Niaga Indomas dan diproduksi oleh Zhang Zou tan.co ltd (China).

    "Dari segi izin, produk tersebut terdaftar dan tidak ada masalah izin," ujarnya.

    Diberitakan sebelumnya, isu produk ikan kaleng bercacing sempat membuat heboh Masyarakat Kepulauan Meranti, khususnya Kota Selatpanjang.

    Isu tersebut menyebar saat ada warganet yang mengunggah foto ikan kaleng yang diduga terdapat cacing di medsos pada Selasa (13/3/2018) lalu.

    Dua hari kemudian, Disperindagkop UKM dan Dinkes Kepulauan Meranti langsung melakukan peninjauan ke sejumlah distributor sembako.

    Dari hasil peninjauan tersebut, Diskes mengambil dua sampel produk ikan kaleng yang disebut-sebut bercacing oleh warga.

    Untuk memastikan lebih jauh, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti membawa sampel produk ikan kaleng yang diduga terdapat cacing ke BPOM di Pekanbaru.

    Sampel produk ikan kaleng tersebut didapatkan pihak Diskes setelah turun bersama pihak Disperindagkop UKM ke salah satu toko sembako di Jalan Alahair, Kecamatan Tebingtinggi pada Kamis (15/3/2018) sore.

    Penulis : Ali Imroen
    Editor : Yusni Fatimah


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Diduga Punya Masalah Pribadi, Pria Paruh Baya Nekad Gantung Diri
  • Jumlah DPT Kuansing Pada Pilgubri 2018 Turun
  • Jasad Wanita tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Rumbai
  • Paslon Nomor 4 Pede di Debat Malam Ini, Andi: Pembangunan yang Sudah Ada Tinggal Lanjutkan
  • Tes Urine Sopir Bus, Kapolres: Tidak Ditemukan Sopir Gunakan Narkoba
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved