Lingkungan
BREAKING NEWS :
BBM Jenis Premium Mulai Langka di Kuansing
 
DBPTH Kemenhut Puji Konsep Pembibitan RAPP
Kamis, 26 Juli 2012 - 18:02:14 WIB

TERKAIT:
 
  • RAPP Gelar Employee Volunteering di Tiga Kabupaten
  • Donor Darah Massal ke-35 Kumpulkan 246 Kantong
  • PGRI dan PT RAPP Taja Program GSS
  •  

    PELALAWAN -  Pengelolaan Hutan Lestari atau lebih dikenal dengan Sustainable Forest Management tengah gencar-gencarnya diterapkan di negara ini. Dan pada prinsipnya, manajemen hutan lestari merupakan konsep pengelolaan hutan lestari yang menyimbangkan antara fungsi ekologis dan fungsi ekonomis hutan dengan pelibatan masyarakat di dalamnya.

    "Pengelolaan hutan lestari yang kini tengah diterapkan itu dimulai dari benih yang berkualitas. Soalnya, dengan mempersiapkan serta memiliki benih yang bagus maka secara otomatis akan menghasilkan kualitas pohon yang bagus pula," kata Direktur Bina Perbenihan Tanaman Hutan dari Kementerian Kehutanan RI, Ir Lamris Sitompul, saat berkunjung ke Kerinci Central Nursery (KCN) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kamis (26/7).

    Lamris menjelaskan bahwa pengelolaan hutan dapat dikatakan lestari jika memenuhi tiga (3) kriteria utama yakni kelestarian produksi, dimana maksudnya terjaminnya keberlangsungan pemanfaatan hasil hutan dan usahanya. Kemudian adanya kelestarian ekologi atau lingkungan, dan ini merupakan salah satu dimensi hasil pengelolaan hutan lestari yang dapat menjamin terpeliharanya fungsi ekosistem beserta komponennya dalam jangka panjang.

    "Kriteria ketiga yaitu adanya kelestarian sosial dan budaya. Ini adalah salah satu dimensi hasil pengelolaan hutan lestari yang menjamin kesejahteraan dan integrasi sosial melalui pelaksanaan jaminan akses dan kontrol komunitas atau masyarakat terhadap sumberdaya hutan, pengendalian dampak pengusahaan hutan terhadap komunitas, dan hubungan ketenagakerjaan yang harmonis antara unit manajemen dan pekerja," bebernya.

    Sebelum mengunjungi KCN, Lamris yang datang bersama Kepala Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah Sumatera di Palembang, Toni Kartinan, berkesempatan mengunjungi Laboratorium Research and Development pembenihan milik perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci itu.

    Pada kesempatan tersebut, rombongan mendapat penjelasan secara detail dari salah satu Research and Development, Rosmalonin, didampingi Seed Management Manager RAPP, Hero Dien, terkait soal bibit-bibit kayu yang ada di perusahaan tersebut.

    Dijelaskannya, bahwa untuk mendapatkan benih yang bagus maka dilakukan proses seleksi benih yang dilakukan oleh beberapa orang. "Dari situ, kemudian benih-benih yang telah melalui proses seleksi itu berlanjut ke tahap berikutnya," katanya.

    Disinggung soal hasil tinjauan yang telah dilakukan ke PT RAPP sendiri, baik Lamris maupun Toni mengatakan bahwa perusahaan ini telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari. Hal ini bisa dilihat dari mulai tingkat penyiapan benih sampai ke proses-proses selanjutnya telah dilakukan secara profesional dengan menerapkan best practices atau praktek-praktek terbaik.

    "Bahkan bagusnya di sini, pembibitan itu tak mengenal musim. Sehingga regenerasi tanaman itu akan terus bergulir, apalagi dengan memakai konsep pengelolaan seperti ini," kata Toni saat berbincang-bincang dengan media ini.

    Secara sederhana pengelolaan hutan lestari dapat digambarkan sebagai pencapaian keseimbangan-keseimbangan antara tuntutan masyarakat yang semakin meningkat untuk produk hutan, manfaat, dan pelestarian kesehatan hutan dan keanekaragaman hayati. Keberlanjutan ini sangat penting untuk kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada hutan.

    "Intinya, pengelolaan hutan berkelanjutan berarti melakukan upaya yang nyata untuk memastikan agar manfaat dan produktifitas hutan yang dapat dinikmati pada saat ini akan sama atau bahkan dapat ditingkatkan di masa depan," tandasnya.

    Lamris menyebutkan, penerapan pembenihan ini juga sudah diterapkan beberapa perusahaan kayu di Jambi. Namun untuk pola-pola perlakuannya sendiri, diakui, bahwa PT RAPP memiliki kelebihan lain dengan penerapan perlakukan yang profesional.

    "Pengelolaan-pengelolaan seperti ini alangkah bagusnya jika diketahui oleh masyarakat luas, sehingga mereka tak keburu apriori soal peran dan kewajiban perusahaan dalam pengelolaan hutan lestari," tutupnya.  And

    Komentar (0 Komentar)


    Isi Komentar :
    Nama :
    Email :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     

     
     
     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris
    Management : Redaksi Disclaimer Karier
        © 2011-2013 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved