Tonase Biang Keladi Kerusakan Jalan di Riau
Kamis, 10 Mei 2012 - 16:30:23 WIB
PEKANBARU- Tonase atau kelebihan beban angkutan disebut sebagai biang keladi kerusakan jalan-jalan yang ada di Riau. Tuduhan itu disampaikan mengingat banyaknya keberadaan pabrik-pabrik dan kebun besar yang beroperasi di daerah Riau.
"Banyaknya pabrik besar beroperasi di Riau, tentunya membuat jalan-jalan yang ada di daerah ini selalu dilintasi angkutan bertonase besar. Sedangkan kekuatan jalan yang ada tak mampu menampung beban yang diangkut truk-truk itu, sehingga mengakibatkan banyaknya jalan rusak,"kata Asisten II Sekdaprov Riau, Emrizal Pakis
Dikatakan Emrizal, jika tak segera dilakukan perbaikan terhadap tonase, diyakini dalam satu tahun bakal banyak jalan rusak di Riau.
"Untuk mengatasi masalah ini, kita minta Dishub tinjau,sidak dan lihat langsung tonase. Kalau tak segera diatasi ditakutkan bakal banyak jalan provinsi yang rusak,"jelasnya.
Saat ini lanjutnya, dari tiga ribuan panjang jalan provinsi, sepanjang 832,62 km dalam keadaan rusak.
Emrizal mengharapkan, perbaikan dapat dilakukan secara maksimal dengan tenggat waktu yang dimiliki. Bahkan, untuk alokasi dana penunjang perbaikan tersebut, untuk jalan provinsi telah dialokasikan di APBD 2012.
"Sedangkan untuk jalan nasional tentunya mengharapkan dukungan Pemerintah Pusat,"kata Emrizal.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Riau, Ahmad Ismail mengaku pihaknya memiliki keterbatasan dana untuk perbaikan jalan. Kendati demikian, dia membenarkan, bahwa beberapa jalan provinsi yang merupakan akses menuju venus PON sedang diperbaiki dan diremajakan.(Nel)
Komentar (2 Komentar)
@ Pak Bos, 10 Mei 2012 | 17:35:20 WIB Jgn cari kambing hitam kerusakan jalan propinsi dgn mengatakan kelebihan tonase, yg perlu dipertanyakan oleh bos-bos itu mutu pekerjaan jalan, jelas mobil yg melewati jalan lintas yang merupakan jalan propinsi atau nasional, tolong mutunya disesuaikan dengan standar jalan propinsi atau nasional...kalau tdk maka diminta KPK untuk melacak proyek jalan tumbal salam asal jadi....yg telah merugikan masyarakat riau...
@ Bram, 10 Mei 2012 | 20:48:54 WIB Para pejabat di Riau, menjadikan proyek jalan sebagai lahan untuk mengeruk keuntungan. dengan alasanan ketiadaan dana, pemerintah enggan meningkatkan standarnya. Kenapa demikian..? Agar PU selalu punya pekerjaan setiap tahun..
Isi Komentar :