BREAKING NEWS :
Liga Champion Atletico Vs Juventus, Berikut Jadwalnya Malam Ini
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

22:40 - Disdukcapil Kuansing Kemba...
16:55 - Guru K2 Tidak Miliki Ijaza...
17:05 - Sekda Kuansing Masih 'Bung...
13:39 - Bupati Kuansing Belum Tand...
20:59 - DPRD Kuansing Konsultasi M...
20:29 - DPRD Kuansing Ingin Lahirk...
19:36 - Sempat Viral, Perkelahian ...
18:24 - 12 Pejabat P2UPD Kuansing ...
14:09 - 23 Guru SD di Kuansing Dip...
21:02 - Sesuai SK Bupati, Nopol Mo...
19:33 - Lima Guru Dapat Promosi Ja...
19:11 - Server Tersambar Petir, Ce...
17:22 - Rekrutmen PPPK di Kuansing...
21:35 - Dua Oknum Caleg Lulus CPNS...
16:51 - Masyarakat Berharap Pasar ...
15:50 - Ambil Barang Bukti Tilang ...
21:06 - DPRD Minta Kementerian Ser...
19:30 - Siswa SMA N 1 Teluk Kuanta...
11:40 - Kemenhub Ungkap Tiga Mobil...
20:38 - Kasus DBD di Kuansing Meni...
17:10 - Rekrutmen PPPK Segera Dibu...
20:03 - Diteken Bupati, SK Pemecat...
14:17 - Seolah Mobil Pribadi, Peja...
11:15 - Soal Dugaan Perzinaan Oknu...
20:01 - Kapolres Kuansing Serahkan...
16:33 - Berkas Peserta Lulus CPNS ...
19:47 - Belum Tuntas, Pemkab Kuans...
17:23 - Menteri ATR/BPN Terbitkan ...
17:13 - Aturan Baru, Guru di Kuans...
11:16 - Kuansing Krisis Dokter, Du...
11:06 - Tahun Ini, 6 Puskesmas di ...
19:13 - Jelang Pelantikan, Bupati ...
18:37 - Mursini: Kedatangan Romahu...
22:36 - Fitri Fita Nilai Pemekaran...
20:44 - Diskes Kuansing Targetkan ...
20:11 - Puskesmas Lubuk Jambi Kuan...
17:39 - Heboh Penerimaan P3K Siste...
15:26 - BKPP Kuansing Sudah Terima...
21:16 - Sering Dicuri, Kini Pemasa...
20:30 - Masuk Antrean ke-20, Uji K...
21:26 - Terganjal Anggaran, Tapal ...
17:24 - Hingga Kini Tapal Batas Ku...
17:00 - BKPP Kuansing: Dua Caleg L...
16:23 - 2019, DAK Fisik untuk Disk...
15:46 - Delapan Bidan PTT Tidak Lo...
 
Ambruk Sejak 2012, Permohonan Rehab Bendungan Kebun Nopi Kurang Direspon Gubri
Jumat, 19/01/2018 - 13:30:26 WIB

TELUK KUANTAN - Pemerintah Provinsi Riau kurang merespon surat yang dikirim Pemerintah Kabupaten Kuansing terkait permohonan dukungan Rehabilitasi Bendungan di Lubuk Ambacang I atau Kebun Nopi yang ambruk sejak 2012 lalu untuk diusulkan dibangun menggunakan Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Dimana Pemkab Kuansing sudah empat kali menyurati Pemprov Riau meminta dukungan Gubernur Riau untuk mengusulkan pembangunan Bendungan di Danau Kebun Nopi Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik melalui Kementrian dan sampai saat ini tidak ada tindak lanjut. 

"Surat terakhir kita kirim kemarin pada 12 Desember 2017 perihal permohonan dukungan Rehabilitasi Bendung di Lubuk Ambacang I atau kebun Nopi kepada Pemprov Riau, namun hingga saat ini informasinya masih tertahan di Bappeda Riau, belum ditindaklanjuti,"ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kuansing, Pebri yang ditemui halloriau.com, Jumat (19/1/2018). 

Ambruknya bendungan Danau Kebun Nopi ini kata Pebri, sangat merugikan petani diwilayah Kecamatan Kuantan Mudik terutama sawahnya yang berada ditiga desa mulai Luai, Bukit Pedusunan dan Seberang Pantai. 

"Sejak ambruk tahun 2012 lalu, bendungan ini tidak lagi bisa mengairi lahan persawahan,"katanya.

Sedikitnya ada sekitar 251 hektar lahan persawahan yang terkena dampak akibat ambruknya bendungan danau kebun nopi sehingga bendungan dan irigasi tak bisa lagi mengairi persawahan masyarakat. "Benar ini menjadi kewenangan Kabupaten, namun mengingat bangunan bendungan ini dibangun sudah puluhan tahun sejak 1978 kita ingin direhab total pasca ambruk,"ujarnya. 

Ditambah karena keterbatasan APBD Kuansing, makanya diusulkan penanganan melalui APBN TA 2018. "Kita sudah berupaya agar bendungan ini dibangun dan direhab total, kita sampaikan ke Balai dan Provinsi dan pusat, namun sejauh ini belum ada respon,"katanya. 

Padahal, tahun 2017 lalu telah dilaksanakan penyusunan DED Bendung DI Lubuk Ambacang I oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera III Pekanbaru yang bersumber dari APBN Tahun 2017.

"Kita sangat berharap surat permohonan yang disampaikan Bupati segera direspon, karena kita butuh dukungan Gubernur untuk mengusulkan pembangunan bendungan Kebun Nopi melalui Kementrian dan baru bisa dianggarkan APBN,"katanya.

Dikatakan Pebri, untuk rehab total pembangunan bendungan di Danau Kebun Nopi ini membutuhkan anggaran yang cukup besar lebih kurang Rp 18 Milyar. "Dulu luas danau ini hanya 35 hektar, dan sejak dijadikan venue dayung luasnya sudah mencapai 70 hektar dengan genangan lebih kurang 100 hektar. Jadi tidak mungkin dengan bangunan lama bisa menampung air danau, makanya kita usulkan untuk direhab total,"katanya. 

Sekarang disampaikan Pebri, kuncinya Gubernur,"kalau Gubri cepat mengusulkan ke Kementrian pasti bisa gol, karena pihak Kementrian menunggu surat usulan Gubri, kalau surat rekomendasi kita sudah kita sampaikan beberapa kali,"katanya.

Penulis: Robi Susanto
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Liga Champion Atletico Vs Juventus, Berikut Jadwalnya Malam Ini
  • KBRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Kairo
  • Hari Ini, Presiden Jokowi Lantik Gubri dan Wagubri Terpilih
  • Bupati Inhil Prihatin atas Musibah Kebakaran yang Menimpa Warga Sungai Guntung
  • Bupati Inhil Prihatin Atas Musibah Kebakaran yang Menimpa Warga Sungai Guntung
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved