BREAKING NEWS :
Kesbangpol Inhu Buka Pelatihan Deteksi Dini Bagi Pengurus FKDM
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

16:57 - Gempa Padang Terasa hingga...
14:07 - Baksos, Dzikir Akbar, dan ...
11:27 - BPKAD Kuansing : Tak Mungk...
19:38 - Meleset, Pacu Jalur Rayon ...
14:08 - Kejari Kuansing Bakal Inve...
16:02 - Resmi Daftar ke KPU, PAN K...
18:51 - DPRD Ingatkan Pemkab Kuans...
13:45 - Sekda Kuansing Harapkan OP...
08:19 - Sekda Kuansing Pimpin Rapa...
10:03 - Sudah Dianggarkan, Penerim...
15:32 - Pasar Murah, Lomba Menemba...
13:52 - Kapolres Kuansing Ajak Mas...
13:18 - Pimpin Apel HUT Bhayangkar...
10:05 - Andi Putra Dukung Kasyfi A...
17:00 - Pacu Jalur Rayon IV di Tep...
14:09 - Kris Andio Putra Juara Sat...
14:58 - Bupati, Wabup dan Sekda Ti...
10:03 - Suhardiman Amby Sebut Pemk...
16:05 - Tempat Sidang Tak Memadai,...
13:17 - Kapolres Kuansing Resmikan...
12:15 - Pemkab Kuansing Targetkan ...
19:16 - Pemkab Kuansing Dorong Tia...
10:42 - Ini Alasan Bupati Belum Di...
21:07 - Partisipasi Pemilih Saat P...
20:55 - Mursini Pastikan Pejabat t...
11:16 - Ada Pejabat Kuansing Tidak...
12:32 - Bankeu Provinsi Rp 351 Jut...
16:35 - Ini Rangkaian Kegiatan HUT...
14:17 - 18 Anggota Polres Kuansing...
10:10 - Bupati Mursini sudah Tanda...
13:50 - Pilgubri Aman, Polres Kuan...
13:16 - Lebih 26 Kilometer Jaringa...
14:15 - Formasi Guru dan Tenaga Ke...
15:21 - Masa Tenang Pilgubri, Polr...
11:48 - Pimpim Apel Pergeseran Pas...
09:28 - Rayo Onam di Sentajo, Andi...
18:00 - Jumlah DPT Kuansing Pada P...
15:28 - Tes Urine Sopir Bus, Kapol...
22:09 - Kapolres Kuansing Ajak Mas...
16:11 - Positif Gunakan Narkoba, P...
13:26 - Sambil Gendong Balita, Ist...
14:03 - Kejari Kuansing Kenalkan L...
11:04 - BRK Sudah Salurkan THR Bag...
13:05 - Operasi Ketupat 2018 di Ku...
04:18 - Kapolres Kuansing Buka Ber...
 
81 Tenaga Kontrak Daerah Guru Batal Diakomodir Berasal dari Pangkalan Indaruang dan Pucuk Rantau
Sabtu, 04/11/2017 - 19:07:48 WIB

TELUK KUANTAN - Dari keterangan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kuansing, Jupirman, jumlah 81 tenaga kontrak daerah yang batal diakomodir terutama guru yang disampaikan merupakan hasil pendataan guru yang mengajar di Pengkalan Indaruang Kecamatan Singingi dan Pucuk Rantau. Angka itu juga bukan jumlah secara keseluruhan.

"Data 81 orang yang disampaikan itu data guru di Pengkalan Indaruang ada 15 orang dan sisanya masih mengajar di Pucuk Rantau,"ujar Kadisdikpora Kuansing, Jupirman saat bincang-bincang dengan halloriau.com, Sabtu (4/11/2017).

Sebelumnya jumlah tenaga pendidik atau guru yang masih bekerja disampaikan Disdikpora sebanyak 668 orang, namun yang diakomodir dan disetujui Pemkab gajinya dianggarkan pada APBD Perubahan hanya puluhan orang, sehingga terjadi pembahasan alot dengan DPRD Kuansing sebelum sidang paripurna digelar kemarin.

Begitu juga dengan tenaga kesehatan  dari 320 orang yang masih bekerja hanya diusulkan 20 orang oleh Dinas kesehatan. Termasuk di Dinas kependudukan dan pencatatan sipil dari 20 usulan yang diakomodir hanya 8 orang.

"Apa beda guru dan tenaga kesehatan, dan tenaga lainnya yang masih bekerja termasuk satpol PP itu yang saya pertahankan, mereka sama sama bekerja, sama-sama anak negeri ini dan berharap mendapatkan SK juga dibayarkan haknya, kenapa tidak diakomodir,"tegas Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi.

Saat ditanya kata Musliadi, Pemkab katanya memiliki data valid dan yang diprioritaskan hanya 438 orang tenaga kontrak daerah. Dan berubah menjadi 357 karena yang 81 orang tidak mungkin dimasukan karena tidak terakomodir semuanya.

Lalu kita tanya Disdik berapa tenaga guru yang bekerja katanya jumlahnya 668 orang, Diskes 320 orang, sehingga saat rapat internal kata Musliadi sama-sama mereka sempat ribut.  Makanya rapat internal sebelum paripurna kita pending, malam hari.

Bahkan saya sempat mempertanyakan kalau Dinas ini tidak tahu berapa data rill pegawainya terutama tenaga kontrak daerah yang masih bekerja,"seharusnya kan didata dengan baik, tadi jumlahnya 668 bisa jadi 81, begitu juga tenaga kesehatan dari 320 jadi 20 orang,"katanya.

Menurut Musliadi, begitu tenaga kontrak daerah ini dirumahkan awal Januari lalu karena SK tidak diperpanjang, sebagian besar mereka masih tetap bekerja baik tenaga guru maupun tenaga kesehatan dan lainnya.

"Begitu mereka dirumahkan orangnya tetap bekrja, maka saat rapat internal saya keluar, karena guru dan tenaga kesehatan tidak diakomodir,"kata Musliadi.

Meskipun pemerintah katanya akan memutuskan nasib tenaga guru dan tenaga kesehatan pada 2018 mendatang akan didata ulang.

"Maka kemarin yang 81 dibatalkan karena tidak mungkin dan akan menimbulkan kecemburan, baik guru maupun tenaga kesehatan, tidak semua diakomodir,"katanya.

Fraksi PKB Plus kata Musliadi dengan tegas menolak angka 357 tersebut,"kalau mau diakomodir, ya akomodir semua bagi yang masih bekerja sejak Januari sampai saat ini,"tegasnya.

Penulis: Robi Susanto
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kesbangpol Inhu Buka Pelatihan Deteksi Dini Bagi Pengurus FKDM
  • Lion Air Jadikan Sulut sebagai Destinasi Populer ke-2 di Indonesia yang Terhubung dengan Tianjin
  • Walau Hari Ini Suhu Riau Panas, Namun Tak Ada Hotspot Terdeteksi
  • Bupati Inhil Lepas Keberangkatan 445 JCH Kloter 3 Embarkasi Batam
  • Miris, Bocah 15 Tahun di Inhu Tertangkap Miliki Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved