BREAKING NEWS :
Pejabat Meranti Punya Wanita Simpanan di Hotel
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

13:20 - 9 Perwira Polres Kuansing ...
12:25 - Kapolres Dan Bupati Kuansi...
08:36 - Gunakan 45 Bus, 1.900 Kary...
05:44 - Ciptakan Wartawan Profesio...
14:39 - Daftar Jadi Balon Kades Ko...
21:23 - Satlantas Polres Kuansing ...
18:54 - Pembayaran Sertifikasi Gur...
17:27 - Satlantas Polres Kuansing ...
19:19 - Dua Cafe di Cerenti dan In...
16:48 - Penandatanganan Fakta Inte...
15:36 - Kejari Kuansing dan BPJS K...
10:04 - DPD KNPI Kuansing Bakal La...
19:37 - Jelang Pilgubri, Kapolres ...
05:20 - Tak Terekspos Media, Hari ...
14:08 - Kapolres Kuansing: Tahun D...
12:33 - Bupati Mursini Akui Dalam ...
10:45 - Bupati Mursini Tes Jalur T...
12:10 - Mahasiswa Nilai Kepemimpin...
09:58 - Bupati Mursini Optimis Vis...
22:20 - Operasi Premanisme, Polres...
18:04 - Cegah Terjadi Konflik, Pol...
10:34 - Perjuangan Pemkab Kuansing...
08:25 - Persiapan Jelajah Alam Kot...
13:45 - Kejari Kuansing akan Perju...
12:35 - Puluhan Ibu-ibu Antusias I...
10:56 - Hari Ini, IAD Kejari Kuans...
17:34 - Meriahkan HUT ke-72 TNI, K...
10:09 - Turun Monitoring, Bupati M...
15:32 - Ketua Masjid Agung Kuansin...
13:44 - Peningkatan Ruas Jalan Lin...
10:33 - Desa Kuansing Bakal Menjad...
17:11 - Sudah Seminggu Listrik PLN...
13:52 - Sesekali Turun Hujan Ringa...
14:17 - Indahnya Air Terjun Dangku...
10:33 - Bupati Apresiasi Track's K...
18:06 - Layanan PBB Keliling Bapen...
17:34 - Ketua DPRD Kuansing Apresi...
14:35 - Mandi di Sungai, Dua Warga...
18:57 - Bupati Kuansing Terbitkan ...
15:51 - Kapolres Kuansing AKBP Fib...
19:15 - Forkomakusi Surati BPN Kua...
17:49 - Genjot Pariwisata, Pemkab ...
22:33 - Kumpulkan Seluruh Jajaran,...
21:37 - RSUD Teluk Kuantan Buka Lo...
18:55 - Selamatkan SDN Logas Masya...
 
Banyak Pelayanan Dasar Belum Terpenuhi, Kuansing Miliki 33,72 Ha Kawasan Kumuh
Rabu, 06/09/2017 - 13:58:05 WIB
TERKAIT:
 
 

TELUK KUANTAN - Sesuai Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Pemerintah Pusat terhitung sejak tahun 2014 lalu, total luas yang dikategorikan kawasan kumuh di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini 33,72 hektar. Luas tersebut diindikasikan masih tergolong sedikit mengingat luasnya wilayah Kuansing yang belum sepenuhnya mendapatkan pembangunan.

"Kawasan kumuh yang dimaksud bukan daerah kita ini dikatakan kumuh, tapi masih banyak pelayanan dasar disuatu kawasan seperti didesa belum terpenuhi, mulai drainase, belum adanya  TPA, dan infrastruktur lain yang masih banyak yang kurang,"ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan Kuansing melalui Sekretarisnya Buhanuddin yang ditemui halloriau.com, Selasa (5/9/2017).

Disampaikan Burhanuddin, kawasan kumuh juga bisa dikategorikan masih banyaknya hunian masyarakat yang tidak layak huni dan ini menjadi tugas Pemerintah untuk memberikan bantuan terutama kepada masyarakat kurang mampu agar mendapatkan hunian yang layak.

"Didaerah kita masih banyak, maka melalui program kawasan kumuh ini kita bisa mendapatkan anggaran dari pusat untuk pembangunan mulai drainase, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah, jalan lingkungan dan infrastruktur lainnya yang masih banyak kurang termasuk hunian masyarakat yang tidak layak,"ujarnya.

Saat ini kata Burhan, kita belum bisa mengusulkan penambahan luas kawasan kumuh ke pemerintah pusat, karena program ini masih dikunci hingga 2019 mendatang. "Sehingga belum bisa direvisi SK kawasan kumuh didaerah kita, padahal kalau diindikasikan cukup luas yang bisa dikategorikan masuk dalam kawasan kumuh,"katanya.

Seperti misalnya di Kecamatan Kuantan Tengah kata Burhan, kalau kita indikasikan ada sekitar 140  hektar masuk kawasan kumuh karena belum terpenuhinya pelayanan dasar baik drainase, TPA dan infrastruktur lainnya.

"Kita terus melakukan pendataan dan kedepan bisa direvisi oleh Pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR dan diajukan ke Bappenas,"katanya.

Di Kuansing sendiri kata Burhan, baru Kecamatan Singingi yang sudah ada SK kawasan kumuh, dan beberapa desa di Kecamatan Kuantan Tengah seperti desa Sawah, Koto Taluk dan Kelurahan Simpang Tiga.

"Kalau kita paksakan diajukan revisi pada 2017, tentunya akan berdampak pada kegiatan 2018, apalagi tahun 2017 kita dapat anggaran dari APBN untuk kawasan kumuh ini,"katanya.

Ada dua item yang dianggarkan, pertama kata Burhan, untuk kolaborasi atau pembinaan, serta operasional pembinaan itu sejumlah desa dapat Rp 500 ribu. Dan untuk fisik pencegahan kita dapat Rp 1 Milyar.

"Biasanya satu desa dapat Rp 200 sampai Rp 250 juta, nanti dipilih sesuai rangking tertinggi mana desa yang masuk kawasan kumuh ini mendapatkan nilai tertinggi,"katanya.

Penulis : Robi Susanto
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pejabat Meranti Punya Wanita Simpanan di Hotel
  • KSPSI Tunggu Salinan Putusan MA
  • Gubri akan Sampaikan Permintaan Ribuan Buruh PT RAPP ke Mentri LHK
  • Telkomsel Raih Tambahan Spektrum di Frekuensi 2,3 GHz
  • Bupati Syamsuar Lepas Rombongan Bikers Siak Menuju Kota Batu Jawa Timur
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved