BREAKING NEWS :
Securitech Indonesia Komitmen Berikan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

22:22 - Pemkab Kuansing Usulkan Pe...
16:06 - Tahun Ini, Kuansing Bangun...
08:52 - Dinas PUPR Kuansing Usulka...
14:09 - Terima Remisi HUT RI, Dua ...
11:43 - Sekda Kuansing Bakal Beri ...
15:32 - Pedagang Berjualan di Bada...
20:33 - TPG dan TKG Guru di Kuansi...
11:15 - 14 Kantor Kades dan Satu K...
18:55 - 250 Unit RTLH di Kecamatan...
17:25 - Pusat Setujui Penambahan P...
18:46 - Peduli Kesehatan Masyaraka...
14:10 - Warga Sigaruntang Minta Ja...
15:17 - Pemkab Kuansing Didesak Pe...
12:08 - Dinas PUPR Kuansing Usulka...
11:11 - Kecamatan Diminta Serahkan...
15:55 - BPJS Kesehatan Gandeng Kej...
18:36 - Seandainya Dibangun Baru, ...
17:12 - Khusus Wilayah Singingi, K...
13:07 - Tiga Tribun Pacu Jalur Dib...
12:27 - Anggaran Perbaikan Fisik H...
10:35 - UPPBKB Kuansing di Desa Ja...
17:05 - Melalui DAK 2019, Bidang S...
10:18 - Sekda Intruksikan Hotel Ku...
17:47 - Pansus Aset Minta Tim Terp...
16:32 - EVP RAPP Wujudkan Semangat...
16:28 - Dua Jalur Adhyaksa Kuansin...
16:59 - Tanah Sudah Dihibahkan, Wa...
16:34 - Praktik Korupsi Jadi Perso...
16:57 - Gempa Padang Terasa hingga...
14:07 - Baksos, Dzikir Akbar, dan ...
11:27 - BPKAD Kuansing : Tak Mungk...
19:38 - Meleset, Pacu Jalur Rayon ...
14:08 - Kejari Kuansing Bakal Inve...
16:02 - Resmi Daftar ke KPU, PAN K...
18:51 - DPRD Ingatkan Pemkab Kuans...
13:45 - Sekda Kuansing Harapkan OP...
08:19 - Sekda Kuansing Pimpin Rapa...
10:03 - Sudah Dianggarkan, Penerim...
15:32 - Pasar Murah, Lomba Menemba...
13:52 - Kapolres Kuansing Ajak Mas...
13:18 - Pimpin Apel HUT Bhayangkar...
10:05 - Andi Putra Dukung Kasyfi A...
17:00 - Pacu Jalur Rayon IV di Tep...
14:09 - Kris Andio Putra Juara Sat...
14:58 - Bupati, Wabup dan Sekda Ti...
 
Banyak Pelayanan Dasar Belum Terpenuhi, Kuansing Miliki 33,72 Ha Kawasan Kumuh
Rabu, 06/09/2017 - 13:58:05 WIB
TERKAIT:
 
 

TELUK KUANTAN - Sesuai Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Pemerintah Pusat terhitung sejak tahun 2014 lalu, total luas yang dikategorikan kawasan kumuh di Kabupaten Kuantan Singingi saat ini 33,72 hektar. Luas tersebut diindikasikan masih tergolong sedikit mengingat luasnya wilayah Kuansing yang belum sepenuhnya mendapatkan pembangunan.

"Kawasan kumuh yang dimaksud bukan daerah kita ini dikatakan kumuh, tapi masih banyak pelayanan dasar disuatu kawasan seperti didesa belum terpenuhi, mulai drainase, belum adanya  TPA, dan infrastruktur lain yang masih banyak yang kurang,"ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas perumahan, kawasan permukiman dan pertanahan Kuansing melalui Sekretarisnya Buhanuddin yang ditemui halloriau.com, Selasa (5/9/2017).

Disampaikan Burhanuddin, kawasan kumuh juga bisa dikategorikan masih banyaknya hunian masyarakat yang tidak layak huni dan ini menjadi tugas Pemerintah untuk memberikan bantuan terutama kepada masyarakat kurang mampu agar mendapatkan hunian yang layak.

"Didaerah kita masih banyak, maka melalui program kawasan kumuh ini kita bisa mendapatkan anggaran dari pusat untuk pembangunan mulai drainase, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah, jalan lingkungan dan infrastruktur lainnya yang masih banyak kurang termasuk hunian masyarakat yang tidak layak,"ujarnya.

Saat ini kata Burhan, kita belum bisa mengusulkan penambahan luas kawasan kumuh ke pemerintah pusat, karena program ini masih dikunci hingga 2019 mendatang. "Sehingga belum bisa direvisi SK kawasan kumuh didaerah kita, padahal kalau diindikasikan cukup luas yang bisa dikategorikan masuk dalam kawasan kumuh,"katanya.

Seperti misalnya di Kecamatan Kuantan Tengah kata Burhan, kalau kita indikasikan ada sekitar 140  hektar masuk kawasan kumuh karena belum terpenuhinya pelayanan dasar baik drainase, TPA dan infrastruktur lainnya.

"Kita terus melakukan pendataan dan kedepan bisa direvisi oleh Pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR dan diajukan ke Bappenas,"katanya.

Di Kuansing sendiri kata Burhan, baru Kecamatan Singingi yang sudah ada SK kawasan kumuh, dan beberapa desa di Kecamatan Kuantan Tengah seperti desa Sawah, Koto Taluk dan Kelurahan Simpang Tiga.

"Kalau kita paksakan diajukan revisi pada 2017, tentunya akan berdampak pada kegiatan 2018, apalagi tahun 2017 kita dapat anggaran dari APBN untuk kawasan kumuh ini,"katanya.

Ada dua item yang dianggarkan, pertama kata Burhan, untuk kolaborasi atau pembinaan, serta operasional pembinaan itu sejumlah desa dapat Rp 500 ribu. Dan untuk fisik pencegahan kita dapat Rp 1 Milyar.

"Biasanya satu desa dapat Rp 200 sampai Rp 250 juta, nanti dipilih sesuai rangking tertinggi mana desa yang masuk kawasan kumuh ini mendapatkan nilai tertinggi,"katanya.

Penulis : Robi Susanto
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Securitech Indonesia Komitmen Berikan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan
  • Pemkab Kuansing Usulkan Pembangunan 50 Unit Rumah Khusus untuk Teluk Pauh Pangean
  • Bersama Anak Panti Asuhan, Warga RT 01/05 Desa Senggoro Jalan Sehat HUT RI
  • Mulai September, Denda Rp2,5 Juta untuk Buang Sampah Sembarangan Diterapkan di Pekanbaru
  • Tahun Ini, Kuansing Bangun Rumah Susun Satu Tower untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved