BREAKING NEWS :
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun..Mantan Pimred Metro Riau Meninggal Dunia
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

21:15 - Tangis Haru Warga Pecah Ke...
17:12 - Tahun Ini 3.979 Siswa SMA ...
16:49 - KUA PPAS Kuansing Tanpa Pa...
16:29 - Hingga 28 Februari, Disduk...
12:20 - Mantan Ketua Timses MH dan...
19:40 - PKPP Kuansing Minta Camat ...
16:09 - Damkar Kuansing 3 Jam Berj...
17:09 - 124 Siswa Siswi SMPN 1 Hul...
14:37 - Asessment Kepala Kemenag K...
13:15 - Tiga Terdakwa Korupsi Ceta...
07:38 - Bupati Mursini Harapkan Pe...
15:22 - Masa Tugas Habis, Bupati M...
11:55 - Mantan Kades Beringin Jaya...
21:38 - Ditanam Sejak 2006, Anggot...
10:09 - Beredar Isu Kepala BKPP Ku...
14:07 - Galang Dana Jalur Baru Mas...
12:05 - Baru Tahu dari Media, Muha...
17:33 - Malam Ini Mantan Bupati Ku...
16:45 - DPRD Kuansing Tegaskan Mas...
14:47 - Bupati Mursini Didesak Tim...
13:38 - SK Ditandatangani, Muharli...
12:52 - Muharlius Diisukan Jadi Ca...
22:21 - Disdikpora Kuansing Bernia...
16:15 - 2018, Terminal Teluk Kuant...
15:41 - Hasnan Yatim Terpilih jadi...
22:16 - Kades Sebelumnya Meninggal...
19:21 - MenPAN-RB Janji Perjuangka...
10:57 - Masrul: Jangan Takut Digan...
20:12 - Provinsi Anggarkan Rp1,1 M...
17:15 - Seret Mantan Pejabat, Kasu...
16:52 - Tahun Ini Tujuh Daerah Iri...
15:31 - Akibat Banjir, 275,5 Hekta...
14:12 - Dari DAK Tahun Ini, Kuansi...
13:49 - 2018, Dinas PKPP Kuansing ...
12:51 - Tidak Hanya Pengurus Masji...
18:08 - Ratusan Pedagang Masih Ber...
16:16 - 2018, Dinas PUPR Kuansing ...
13:14 - Di APBN 2018, Kuansing Usu...
11:37 - Warga Geger!! Ratusan Mete...
11:29 - Bendungan Ambruk Sejak 201...
15:50 - Bupati Kuansing Mursini Bu...
08:05 - Suplai Air Jauh Berkurang,...
21:10 - Gawat, 33 Meter Saluran Ir...
16:11 - Habis untuk Seremonial, Ko...
14:24 - Dari APBN, Tahun Ini Kuans...
 
Bertekad Usir dari Kuansing
Sukarmis: Kurang Ajar Duta Palma Itu!
Selasa, 24/06/2014 - 09:43:51 WIB

TELUK KUANTAN-Bupati Kuansing, H Sukarmis, bertekad mengusir PT Duta Palma Nusantara (DPN) dari daerahnya. Dia menilai, perusahaan perkebunan kelapa sawit itu tidak menghargai pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat Kuansing.

"Sebelum masa jabatan saya berakhir, PT DPN sudah harus meninggalkan daerah ini," kata Sukarmis dalam rapat koordinasi yang membahas PT DPN di ruang kerjanya, Senin (23/6/2014). Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Drs H Muharman MPd, para asisten, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, dan pejabat terkait lainnya.

Sukarmis lalu memerintahkan Muharman dan instansi terkait untuk merealisasikan upaya hengkangnya PT DPN dari Kabupaten Kuansing. Menurut Sukarmis, banyak celah untuk menuntut perusahaan itu.

Selain itu, Sukarmis juga menilai keberadaan perusahaan milik Surya Darmadi itu tidak bermanfaat bagi masyarakat Kuansing. Bahkan, perusahaan itu telah menghina Sukarmis selaku kepala daerah, dan DPRD Kuansing.

Kemarahan Sukarmis dipicu dari kaburnya perwakilan PT DPN ketika penandatanganan kesepakatan pengaspalan jalan Benai-Kukok sepanjang 10 Km antara Pemkab Kuansing dengan tiga perusahaan. Akibatnya, kesepakatan hanya ditekan dua perusahaan lainnya, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Tri Bakti Sarimas (TBS).

"Kurang ajar Duta Palma itu! Sikap ini tidak bisa kita terima, karena telah menyakiti kita. Kita akan tuntut mereka agar pergi dari daerah ini. Mereka telah melawan pemerintah," ketus Sukarmis kesal.

Sepengetahuan Sukarmis, banyak kesalahan PT DPN. Mulai dari pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) lahan perkebunannya seluas 11.500 hektar tidak melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah, hingga konflik tenaga kerja berkepanjangan.

Sukarmis menilai perpanjangan izin HGU PT DPN di tahun 2005 silam penuh kejanggalan. Pasalnya, perpanjangan izin itu baru berlaku di tahun 2018 nanti. "Ini aneh, izin diperpanjang 2005, tapi berlaku 2018. Kita akan pertanyakan masalah ini," terangnya.

Tak hanya itu saja, Sukarmis juga memerintahkan jajarannya mengukur ulang luas lahan HGU PT DPN. Pasalnya, kebun kelapa sawit milik perusahaan itu diduga lebih dari 20 ribu hektar. "Harus diukur ulang HGU-nya. Kelebihannya akan kita disita dan harus dikembalikan ke masyarakat," tegas Sukarmis.

Sementara itu, Humas PT DPN, Agus Priyanto, saat diikonfirmasi wartawan terkait kaburnya Suheri, perwakilan PT DPN dalam penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemkab Kuansing di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (21/6) malam lalu, mengaku tidak mendapat informasi apa pun. "Kita belum mendapat info dari Pak Suheri," katanya singkat.

Penulis : Idi Susianto
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Innalillahi Wainnailaihi Rojiun..Mantan Pimred Metro Riau Meninggal Dunia
  • Tangis Haru Warga Pecah Ketika Ketua DPRD Kuansing Turun Temui Korban Kebakaran di Pasar Lubuk Jambi
  • Pleno KNPI Bengkalis, Agendakan Sejumlah Program Tahun 2017
  • Polda Riau Turunkan 200 Brimob untuk Amankan Aksi 313 di Jakarta
  • Kapolda Riau Hadiri Pembukaan Diklat STPI Angkatan 15 di Lirik
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved