BREAKING NEWS :
Hilal Tak Terlihat di Minas karena Tertutup Awan Gelap
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

17:12 - Bupati Kuansing Akui Pengu...
15:04 - Bupati Mursini Sebut Alasa...
14:09 - Selain Kekurangan Dokter, ...
11:57 - Ditanya Kapan APBD Kuansin...
11:33 - Prihatin Lama Menunggu, Tu...
07:25 - Gawat, Jembatan Gantung Mu...
18:54 - Harga Tembus Rp25 Ribu, Ga...
18:05 - Tengah Viral, Sungai Tabij...
14:06 - Disindir Fraksi PPP Soal L...
09:29 - Fraksi Demokrat Sesalkan P...
09:11 - Wuih..Penjara di Teluk Kua...
08:51 - Bupati Kuansing Akui Ada K...
17:27 - SK Terlambat Dikirim, 13 G...
19:49 - Banyak Kursi Kosong Tanpa ...
16:38 - SK Masih Tertahan dj Pusat...
14:15 - Bupati Kuansing Kembali Be...
06:39 - Tahun ini, Pemkab Kuansing...
18:09 - Masyarakat Tiga Desa di Hu...
18:04 - Rem Tangan Tak Berfungsi, ...
12:14 - Horee...Dana Tunjangan Ser...
10:50 - Heboh!! Foto "Selebrasi" M...
14:13 - Pemkab Kuansing Tanam 10 R...
10:22 - Hari ke-9 Operasi Patuh Si...
06:14 - DLH Kuansing Proses Izin L...
15:33 - Padang Rumput di Bukik Cok...
14:07 - Aneh!! Sering Buang Limbah...
15:45 - Jelang Ramadan, Harga Caba...
09:06 - Lima Hari Operasi Patuh Si...
07:14 - Duuhhh....Gas 3 Kg Mulai L...
11:51 - Pemkab Inhu sudah Serahkan...
12:04 - Perebutkan Tiga Unit Seped...
09:23 - Jalan Hibah Wabup Kuansing...
18:52 - Pemkab Kuansing 'Ngotot' A...
18:36 - Fantastis!! Panwaslu Kuans...
15:32 - Sekretariat Daerah Sedot A...
14:47 - Bupati Kuansing Minta Wakt...
11:35 - Bupati Mursini: Kita akan ...
05:03 - Jelang Satu Tahun Kepemimp...
11:13 - Kalah Tipis dari Siposan, ...
10:39 - Realisasi Belanja Daerah K...
10:06 - Dana Perimbangan Kuansing ...
19:16 - Realisasi PAD Kuansing Tah...
16:46 - DPRD Kuansing Setujui APBD...
14:24 - Track's Kuansing Utus 50 R...
12:43 - Pejabat di Kuansing "Gigit...
 
Bertekad Usir dari Kuansing
Sukarmis: Kurang Ajar Duta Palma Itu!
Selasa, 24/06/2014 - 09:43:51 WIB

TELUK KUANTAN-Bupati Kuansing, H Sukarmis, bertekad mengusir PT Duta Palma Nusantara (DPN) dari daerahnya. Dia menilai, perusahaan perkebunan kelapa sawit itu tidak menghargai pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat Kuansing.

"Sebelum masa jabatan saya berakhir, PT DPN sudah harus meninggalkan daerah ini," kata Sukarmis dalam rapat koordinasi yang membahas PT DPN di ruang kerjanya, Senin (23/6/2014). Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Drs H Muharman MPd, para asisten, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, dan pejabat terkait lainnya.

Sukarmis lalu memerintahkan Muharman dan instansi terkait untuk merealisasikan upaya hengkangnya PT DPN dari Kabupaten Kuansing. Menurut Sukarmis, banyak celah untuk menuntut perusahaan itu.

Selain itu, Sukarmis juga menilai keberadaan perusahaan milik Surya Darmadi itu tidak bermanfaat bagi masyarakat Kuansing. Bahkan, perusahaan itu telah menghina Sukarmis selaku kepala daerah, dan DPRD Kuansing.

Kemarahan Sukarmis dipicu dari kaburnya perwakilan PT DPN ketika penandatanganan kesepakatan pengaspalan jalan Benai-Kukok sepanjang 10 Km antara Pemkab Kuansing dengan tiga perusahaan. Akibatnya, kesepakatan hanya ditekan dua perusahaan lainnya, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Tri Bakti Sarimas (TBS).

"Kurang ajar Duta Palma itu! Sikap ini tidak bisa kita terima, karena telah menyakiti kita. Kita akan tuntut mereka agar pergi dari daerah ini. Mereka telah melawan pemerintah," ketus Sukarmis kesal.

Sepengetahuan Sukarmis, banyak kesalahan PT DPN. Mulai dari pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) lahan perkebunannya seluas 11.500 hektar tidak melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah, hingga konflik tenaga kerja berkepanjangan.

Sukarmis menilai perpanjangan izin HGU PT DPN di tahun 2005 silam penuh kejanggalan. Pasalnya, perpanjangan izin itu baru berlaku di tahun 2018 nanti. "Ini aneh, izin diperpanjang 2005, tapi berlaku 2018. Kita akan pertanyakan masalah ini," terangnya.

Tak hanya itu saja, Sukarmis juga memerintahkan jajarannya mengukur ulang luas lahan HGU PT DPN. Pasalnya, kebun kelapa sawit milik perusahaan itu diduga lebih dari 20 ribu hektar. "Harus diukur ulang HGU-nya. Kelebihannya akan kita disita dan harus dikembalikan ke masyarakat," tegas Sukarmis.

Sementara itu, Humas PT DPN, Agus Priyanto, saat diikonfirmasi wartawan terkait kaburnya Suheri, perwakilan PT DPN dalam penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemkab Kuansing di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (21/6) malam lalu, mengaku tidak mendapat informasi apa pun. "Kita belum mendapat info dari Pak Suheri," katanya singkat.

Penulis : Idi Susianto
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Hilal Tak Terlihat di Minas karena Tertutup Awan Gelap
  • Tips Sahur dan Berbuka Puasa Sehat, Cobain Deh..
  • Tumbangkan Alaves, Barcelona Juara Copa Del Rey
  • Resmi Buka Pasar Ramadan Siak, Bupati Imbau Pedagang Jaga Kebersihan
  • Diguyur Hujan, Launching Beras Siak Kota Istana Berjalan Lancar
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved