BREAKING NEWS :
Minim Hujan, Hotspot Bermunculan di Riau Awal Pekan Ini
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

16:27 - Antisipasi Banjir Bandang,...
15:45 - Kajari Kuansing Sampaikan ...
22:54 - 32 Paket Kegiatan Dilelang...
05:59 - Horeee...Senin Sertifikasi...
17:33 - Jalur Linggar Jati Adhyaks...
10:14 - Kurun Waktu 1,5 Tahun, Kej...
14:26 - Bagian Keuangan sudah Samp...
13:21 - Ketua IAD Kejari Kuansing ...
11:29 - Pengusaha Lokal di Kuansin...
07:01 - Dewan Harap Jembatan Pengh...
21:56 - Prioritaskan Tunda Bayar 2...
13:54 - Siang Ini Dua Jalur Pekanb...
11:29 - Kemenhub Segera Terapkan A...
12:18 - Masih Ada Lima Bidan PTT d...
20:20 - Sudah 8 Hari Masih 'Zonk',...
19:26 - Dana Desa Tahap I untuk Ku...
16:49 - 2018, Dinas PUPR Kuansing ...
10:17 - Bapenda Kuansing Pasang St...
20:21 - Hingga 2017, Pemkab Kuansi...
13:14 - Kajari Kuansing Lepas Jala...
09:46 - Gelar Diskusi dengan Kapol...
22:36 - Dikunjungi Kejari Kuansing...
15:59 - Pemkab Kuansing Kembali Aj...
13:44 - Disdukcapil Kuansing Sudah...
12:51 - Kapt Inf Siswandy Gantikan...
21:19 - Pusat sudah Kirim Dana Des...
19:18 - Dana Sertifikasi Guru Kuan...
17:14 - Kabar Gembira, Tunda Bayar...
21:03 - Diperkirakan Ratusan Hekta...
19:39 - Jalur Putri Ayu, Pendatang...
17:19 - Pemkab Kuansing Siapkan Du...
13:44 - Jalur-jalur Kuantan Mudik ...
19:51 - Tuah Koghi Melejit Bak 'Sp...
15:52 - Asessment Pejabat di Kuans...
14:23 - Gelorakan Semangat Hargana...
09:25 - Gubri Janji Sampaikan Aspi...
08:23 - Kaur Pembangunan Desa Beri...
06:03 - Kalah dari Bintang Emas, J...
16:51 - Didampingi Wabup, Ketua DP...
12:29 - Sukarmis Jamu Gubri Andi R...
09:31 - Pembelian Peralatan Labora...
15:52 - Diikuti 40 Jalur, Tuah Kog...
13:57 - Netizen Komentari Bupati M...
12:38 - 10 Jabatan di Pemkab Kuans...
11:25 - Meleset! Perawat Menghilan...
 
Bertekad Usir dari Kuansing
Sukarmis: Kurang Ajar Duta Palma Itu!
Selasa, 24/06/2014 - 09:43:51 WIB

TELUK KUANTAN-Bupati Kuansing, H Sukarmis, bertekad mengusir PT Duta Palma Nusantara (DPN) dari daerahnya. Dia menilai, perusahaan perkebunan kelapa sawit itu tidak menghargai pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat Kuansing.

"Sebelum masa jabatan saya berakhir, PT DPN sudah harus meninggalkan daerah ini," kata Sukarmis dalam rapat koordinasi yang membahas PT DPN di ruang kerjanya, Senin (23/6/2014). Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Drs H Muharman MPd, para asisten, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, dan pejabat terkait lainnya.

Sukarmis lalu memerintahkan Muharman dan instansi terkait untuk merealisasikan upaya hengkangnya PT DPN dari Kabupaten Kuansing. Menurut Sukarmis, banyak celah untuk menuntut perusahaan itu.

Selain itu, Sukarmis juga menilai keberadaan perusahaan milik Surya Darmadi itu tidak bermanfaat bagi masyarakat Kuansing. Bahkan, perusahaan itu telah menghina Sukarmis selaku kepala daerah, dan DPRD Kuansing.

Kemarahan Sukarmis dipicu dari kaburnya perwakilan PT DPN ketika penandatanganan kesepakatan pengaspalan jalan Benai-Kukok sepanjang 10 Km antara Pemkab Kuansing dengan tiga perusahaan. Akibatnya, kesepakatan hanya ditekan dua perusahaan lainnya, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Tri Bakti Sarimas (TBS).

"Kurang ajar Duta Palma itu! Sikap ini tidak bisa kita terima, karena telah menyakiti kita. Kita akan tuntut mereka agar pergi dari daerah ini. Mereka telah melawan pemerintah," ketus Sukarmis kesal.

Sepengetahuan Sukarmis, banyak kesalahan PT DPN. Mulai dari pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) lahan perkebunannya seluas 11.500 hektar tidak melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah, hingga konflik tenaga kerja berkepanjangan.

Sukarmis menilai perpanjangan izin HGU PT DPN di tahun 2005 silam penuh kejanggalan. Pasalnya, perpanjangan izin itu baru berlaku di tahun 2018 nanti. "Ini aneh, izin diperpanjang 2005, tapi berlaku 2018. Kita akan pertanyakan masalah ini," terangnya.

Tak hanya itu saja, Sukarmis juga memerintahkan jajarannya mengukur ulang luas lahan HGU PT DPN. Pasalnya, kebun kelapa sawit milik perusahaan itu diduga lebih dari 20 ribu hektar. "Harus diukur ulang HGU-nya. Kelebihannya akan kita disita dan harus dikembalikan ke masyarakat," tegas Sukarmis.

Sementara itu, Humas PT DPN, Agus Priyanto, saat diikonfirmasi wartawan terkait kaburnya Suheri, perwakilan PT DPN dalam penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemkab Kuansing di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (21/6) malam lalu, mengaku tidak mendapat informasi apa pun. "Kita belum mendapat info dari Pak Suheri," katanya singkat.

Penulis : Idi Susianto
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Minim Hujan, Hotspot Bermunculan di Riau Awal Pekan Ini
  • Demi Kembangkan Riau, Perbatasan Rohil-Dumai Jangan Dipersoalkan
  • 65 Dewan Hakim MTQ ke 50 Tingkat Pekanbaru Resmi Dilantik
  • SD Juara Pekanbaru Peringati Hari Anak Nasional dengan Taja Quran Camp
  • All New CR-V Terus Diburu Konsumen
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved