BREAKING NEWS :
Jadi Bandar Narkoba, Warga Tukang Kolip Diringkus di Rumahnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

13:38 - Meski Banyak yang Sering A...
09:26 - Bupati Mursini:Tidak Ada L...
16:04 - Bupati Kuansing Beri Solus...
13:11 - Kata Bupati Mursini Mungki...
12:00 - Mursini: Pemkab Tidak Meru...
09:09 - Anggota Polri Angkatan 200...
07:59 - Kran CPNS Masih Ditutup, M...
14:22 - Besok, DPRD Kuansing Gelar...
12:49 - Warga Sungai Buluh Minta P...
09:34 - Cek Kondisi Bantuan Damkar...
12:45 - Besok, Warga Air Buluh Dat...
12:00 - Enam Guru yang Dinotadinas...
11:15 - Pusat Masih Utang DAK untu...
15:26 - Padi di Siberobah Guntor s...
13:50 - Dalam Semalam, Lima Kebaka...
10:09 - Kuansing Dilanda Kekeringa...
16:31 - Bapenda Kuansing Mulai Dat...
16:28 - Ruang Sidang dan Ruang Hak...
11:27 - Kadisdik: Tak Cukup Jam Ba...
11:03 - Guru Sertifikasi di Kuansi...
21:31 - Blanko Habis, Disdukcapil ...
15:52 - Disdukcapil Kuansing Galau...
14:54 - 20 Koperasi yang akan Dibe...
11:01 - Alhamdulillah...Gaji 195 P...
16:34 - Mengejutkan, Oknum Anggota...
12:24 - Sejak jadi Pegawai Provins...
11:29 - Bupati Mursini Janji Rekru...
17:07 - BKD Kuansing Tak Miliki Re...
15:28 - Ibunda Kajari Kuansing Ber...
20:06 - Pengangguran Membludak, De...
12:45 - Kesedihan di Awal 2017, Ri...
20:16 - Pasca Dikukuhkan, Kasubag ...
12:38 - Bupati Mursini Kukuhkan pe...
11:20 - Bupati Imbau Masyarakat Ja...
17:20 - Sekda Sebut Penerimaan Tak...
10:30 - Bupati Apresiasi Ranperda ...
12:28 - DPKP Kuansing akan Pindahk...
13:26 - Dana Pendapatan Asli Daera...
17:20 - Sekda Kuansing Berharap RP...
12:54 - Bupati Kuansing Minta BMSD...
12:30 - Mursini Minta Prajurit TNI...
13:16 - Ribuan Warga Ikuti Gerakan...
10:03 - Inilah 24 Pejabat Eselon I...
15:30 - Nasib 2.949 Pegawai Honore...
09:34 - Duh, Seluruh Honorer RSUD ...
 
Bertekad Usir dari Kuansing
Sukarmis: Kurang Ajar Duta Palma Itu!
Selasa, 24/06/2014 - 09:43:51 WIB

TELUK KUANTAN-Bupati Kuansing, H Sukarmis, bertekad mengusir PT Duta Palma Nusantara (DPN) dari daerahnya. Dia menilai, perusahaan perkebunan kelapa sawit itu tidak menghargai pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat Kuansing.

"Sebelum masa jabatan saya berakhir, PT DPN sudah harus meninggalkan daerah ini," kata Sukarmis dalam rapat koordinasi yang membahas PT DPN di ruang kerjanya, Senin (23/6/2014). Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Drs H Muharman MPd, para asisten, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Perkebunan, dan pejabat terkait lainnya.

Sukarmis lalu memerintahkan Muharman dan instansi terkait untuk merealisasikan upaya hengkangnya PT DPN dari Kabupaten Kuansing. Menurut Sukarmis, banyak celah untuk menuntut perusahaan itu.

Selain itu, Sukarmis juga menilai keberadaan perusahaan milik Surya Darmadi itu tidak bermanfaat bagi masyarakat Kuansing. Bahkan, perusahaan itu telah menghina Sukarmis selaku kepala daerah, dan DPRD Kuansing.

Kemarahan Sukarmis dipicu dari kaburnya perwakilan PT DPN ketika penandatanganan kesepakatan pengaspalan jalan Benai-Kukok sepanjang 10 Km antara Pemkab Kuansing dengan tiga perusahaan. Akibatnya, kesepakatan hanya ditekan dua perusahaan lainnya, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Tri Bakti Sarimas (TBS).

"Kurang ajar Duta Palma itu! Sikap ini tidak bisa kita terima, karena telah menyakiti kita. Kita akan tuntut mereka agar pergi dari daerah ini. Mereka telah melawan pemerintah," ketus Sukarmis kesal.

Sepengetahuan Sukarmis, banyak kesalahan PT DPN. Mulai dari pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) lahan perkebunannya seluas 11.500 hektar tidak melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah, hingga konflik tenaga kerja berkepanjangan.

Sukarmis menilai perpanjangan izin HGU PT DPN di tahun 2005 silam penuh kejanggalan. Pasalnya, perpanjangan izin itu baru berlaku di tahun 2018 nanti. "Ini aneh, izin diperpanjang 2005, tapi berlaku 2018. Kita akan pertanyakan masalah ini," terangnya.

Tak hanya itu saja, Sukarmis juga memerintahkan jajarannya mengukur ulang luas lahan HGU PT DPN. Pasalnya, kebun kelapa sawit milik perusahaan itu diduga lebih dari 20 ribu hektar. "Harus diukur ulang HGU-nya. Kelebihannya akan kita disita dan harus dikembalikan ke masyarakat," tegas Sukarmis.

Sementara itu, Humas PT DPN, Agus Priyanto, saat diikonfirmasi wartawan terkait kaburnya Suheri, perwakilan PT DPN dalam penandatanganan nota kesepakatan dengan Pemkab Kuansing di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Sabtu (21/6) malam lalu, mengaku tidak mendapat informasi apa pun. "Kita belum mendapat info dari Pak Suheri," katanya singkat.

Penulis : Idi Susianto
Editor : Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Jadi Bandar Narkoba, Warga Tukang Kolip Diringkus di Rumahnya
  • Pemko Pekanbaru Berharap 6 Ranperda Prioritas Segera Dijadikan Perda
  • Serang Klab Malam, Masharipov Dapat Hadiah 3 Wanita dari ISIS
  • Ikut Simposium Resilience RS Awal Bros Yuk, Banyak Ilmu dan Doorprize Menarik Lho
  • Resahkan Masyrakat, Satpol PP Rohil Amankan 5 Anak Punk
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved