BREAKING NEWS :
XL Axiata Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Jateng dan DI Yogyakarta
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
+ INDEX BERITA +

11:32 - Desa Kebun Lado di Kuansin...
21:58 - ASN Pemkab Kuansing Mulai ...
20:58 - BIMBO Foundation Gelar Pen...
20:49 - Hadiri Tablig Akbar, Andi ...
11:27 - Dalam Dua Hari Ini, SK CPN...
19:09 - Sri Yulia Diajukan Gantika...
16:03 - BKPP Kuansing Masih Belum ...
15:26 - Diikuti 264 Siswa, Disdikp...
06:27 - Dewan Minta Kuansing Harus...
21:04 - DPRD Kuansing Konsultasi k...
20:32 - Viralkan Objek Wisata, PWI...
21:22 - Pemkab Kuansing akan Kemba...
14:27 - Tas PNS di Kuansing Digasa...
20:52 - KPU Kuansing Segera Pindah...
21:17 - Tahun Ini, Pengadaan Bibit...
12:32 - Perbaikan Lantai Jembatan ...
15:37 - Diduga Tengah Asyik Pesta ...
06:05 - Pemkab Kuansing segera Ter...
21:45 - Jalan Rusak Parah, Warga 7...
13:47 - Usai Diresmikan, Bupati Be...
12:32 - Bupati Kuansing Usulkan Pe...
09:28 - Disdukcapil Catat 11 Warg...
10:47 - Masyarakat Sikijang dan Lo...
07:01 - Bupati Kuansing Apresiasi ...
19:35 - DPRD Kuansing Minta Dinas ...
11:48 - Akses Menuju Tiga Desa, Ca...
20:17 - Bupati Ajak Masyarakat Kua...
17:48 - Puji Pacu Jalur, Luhut: Ti...
16:09 - Warga Gunung Toar Peroleh ...
14:43 - Luhut Kaget Ada Proyek Nas...
12:14 - Bupati Kuansing Minta Duku...
10:48 - Setelah 7 Tahun Anjlok, Lu...
10:07 - Luhut Sebut Pemerintah Tak...
09:49 - Bagikan 5.405 Sertifikat T...
19:35 - Peduli Sesama, Pemuda Bata...
22:14 - Pembagian Sertifikat Tanah...
20:12 - Kedatangan Luhut Binsar Pa...
15:57 - Aktivitas Galian C di Kuan...
14:12 - Penerapan Single Salary, G...
12:02 - Aneh, Kepala BKPP Kuansing...
11:41 - Sebelum Hearing dengan DPR...
21:13 - Warga Serosa Kuansing Kelu...
15:50 - Setelah Lapangan Limuno Ru...
21:02 - Tak Masuk Kelender Nasiona...
13:03 - Pembangunan Jalan Dominasi...
 
Soal Iuran Wajib Komite Sekolah, DPRD Kuansing Minta Disdik Riau Turun Tangan
Rabu, 20/02/2019 - 19:16:55 WIB
Musliadi
Musliadi
TERKAIT:
 
 

TELUK KUANTAN - Adanya keluhan masyarakat di Kabupaten Kuansing yang terbebani adanya iuran wajib berupa pungutan di sekolah tingkat SMA di Kuansing. DPRD Kuansing minta Dinas Pendidikan Provinsi Riau turun tangan untuk meluruskan hal tersebut.

"Disdik Riau akan menelusuri hal itu, dan dalam waktu dekat akan memanggil Kepsek dan forum komite," kata Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi usai melakukan pertemuan dengan Disdik Riau, Selasa (19/2/2019).

Kunjungan Komisi A DPRD Kuansing juga dihadiri anggota Komisi A DPRD Kuansing dan disambut pihak Disdik Riau.

Dilanjutkan Musliadi, persoalan ini harus secepatnya diluruskan oleh Disdik Riau, karena kalau diteruskan berpotensi melanggar hukum karena bisa masuk dalam pungutan liar.

"Apalagi sekarang SMA sederajat ini dijamin oleh pemerintah bebas dari semua biaya," katanya.

Namun yang kita sayangkan, meskipun pemerintah sudah menggratiskan semua biaya untuk sekolah terutama tingkat SMA, tapi masih saja ada orang tua murid dibebankan iuran wajib berupa pungutan.

"Ada dua laporan yang kita terima pertama di Kuantan Tengah dan di Kuantan Hilir Seberang," katanya.

Dimana ada forum komite namanya, sebenarnya forum ini harus bisa bedakan antara sumbangan dengan pungutan. "Memang sumbangan tapi dilapangan memaksa sifatnya," katanya.

Karena anak-anak yang tidak mampu bayar mereka kabarnya tidak boleh ikut ujian. "Inikan sifatnya memaksa, dan tidak boleh dilakukan," ujar Politisi PKB ini.

Meskipun berdasarkan surat edaran Permendikbud itu boleh, tapi sifatnya tidak boleh memaksa. Sebaiknya jangan dibebankan kepada wali murid yang tidak mampu membayar iuran tersebut, kalau dia mau nyumbang itu tidak masalah.

Karena dilihat di lapangan ini dijadikan sumbangan wajib. "Kalau sudah diwajibkan tentu menjadi pungutan, dan namanya pungli karena itu tidak sesuai aturan," ujarnya.

Mungkin kalau ada sumbangan sebesar Rp80 ribu - Rp100 ribu perbulan itu sah-sah saja, tapi harus jelas juga kegunaannya jangan sampai ada wali murid yang mengeluh.

"Sudah dijawab Disdik provinsi, sebenarnya tidak ada pungutan pak yang ada itu sumbangan. Dan sumbangan itu sesuai surat edaran sekjen dari kemendikbud melalui forum komite, dan forum komite inilah yang menyampaikan ke wali murid," kata pihak provinsi seperti disampaikan Musliadi.

"Tapi di lapangan terjadi disekolah itu pungutan menjadi iuran wajib, jadi tidak sumbangan namanya kalau iuran wajib," ujar Musliadi mempertanyakan kepada Disdik Riau.

Saat pertemuan, Disdik Riau minta semua sekolah bebaskan semua biaya-biaya dan jangan ada lagi sumbangan, kecuali ada orang tua murid atau siswa yang mau menyumbang kesekolah itu silakan.

Kalau masih ada iuran wajib tiap bulan itu tidak dibolehkan dan bisa dikategorikan pungutan liar. "Disdik Riau akan menelusuri hal itu karena kalau diteruskana akan berpotensi melanggar hukum," katanya.

Penulis: Robi Susanto
Editor: Yusni



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • XL Axiata Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Jateng dan DI Yogyakarta
  • Diduga Kades Bangun Jaya Diancam Bunuh Mantan Kades Payung Sekaki
  • Besok Suzuki SBT Perkenalkan All New Ertiga 2019 di Mal Ska
  • Setubuhi Pacar di Bawah Umur, Remaja di Dumai Dilaporkan ke Polisi
  • Daihatsu Setia Ajak Konsumen Liburan ke Jepang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved