PEKANBARU - Tersangka kasus gratifikasi Perda PON terus bertambah. Setelah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Riau, Lukman Abbas dan seorang stafnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyeret Ramli Walid. Kepala Bappeda Riau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Kabar ditetapkannya Ramli Walid sebagai tersangka, sudah beredar dikalangan wartawan. Dia ditetapkan sebagai tersangka sejak pukul 14.00 Wib tadi. Hanya saja, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelum Ramli Walid, dalam kasus gratifikasi ini, KPK telah menetapkan Muhammad Faisal Aswan dan Muhammad Dunier sebagai tersangka. Muhammad Faisal yang dikenal memiliki hubungan darah dengan Gubernur Riau, HM Rusli Zazinal ini, ditangkap di rumahnya.
Sedangkan Muhammad Dunier, merupakan Ketua Pansus yang membahas Perda penambahan anggaran salah satu venues PON XVIII. Dalam kasus yang sama, KPK juga menyeret seorang staf Dispora dan seorang staf PT Pembangunan Perumahan. Fat
Komentar(14 Komentar)
@ maulana, 12 April 2012 | 17:07:56 WIB mohon kalau menulis berita valid kebenarannya, jangan hanya sekedar isu belum jelas yg d angkat, angkat memancing emosi publik yang mudah terpropaganda......
ini menyangkut nama baik orang lain
terimakasih
@ pedang demokrasi, 12 April 2012 | 17:54:12 WIB memuat berita tu berimbang bung cek kebenarannya jgn asal tulis,,, sbg ralat tersangka MFA dari fraksi golkar tidak ada sama sekali hubungan darah dgn RZ gubri, asal tulis aja, klo tak tahu bertanya bung.....
@ Pedang Kebenaran, 12 April 2012 | 18:06:10 WIB Kalau tidak salah, mereka tidak punya hubungan darah, tapi MFA itu adalah keponakan. Tolong dibedakan, persaudaraan dengan hubungan darah.
@ Putera Inhil, 12 April 2012 | 19:13:15 WIB Faisal Aswan tidak memiliki hubungan darah dengan Rusli Zainal. Yang benar, Faisal Aswan ikut Rusli Zainal sejak Gubernur Riau itu
menjadi pengusaha dan Ketua Umum Gapensi Riau.
@ @Rhoma Irama, 12 April 2012 | 19:41:19 WIB Berita yang g jelas ni.. anda unsur PROVOKATOR ni.
@ asbun, 12 April 2012 | 21:53:06 WIB Media sekarang lebay,,hahaha
Bisa di tuntut ni isi berita nya,,kakakakak
Yg benar faisal anak dari ibuk dan bapak nya...
@ pedang demokrasi, 12 April 2012 | 22:08:51 WIB MFA dan RZ tdk ada memiliki hubungan kluarga, sedarah tidak keponakan jg tdk, bliau saling kenal sudah lama sejak MFA sekolah di SMU6 dan kuliah di UPN jogja, dan MFA jd ketua IPR saat itu, dan hubungan ke organisasian lah yg mmbuat mereka dekat,,,,, kmi sama sekolah....... jadi yg tukang buat berita jangan asak deh buat berita
@ sekre, 12 April 2012 | 23:22:27 WIB Yang betul nya adek MFA tuch....seorang pembunuh...
@ rahmat, 13 April 2012 | 09:22:35 WIB bodoh kali wartawan dan redaksinya ni
@ Juliu, 13 April 2012 | 12:57:15 WIB Apapun namanya...Kita Biarkan KPK utk bekerja...Tak usah kita persoalkan ada hubungan atau tidak....mau dikaitkan atau tidak....tentu KPK lebih tahu siapa yg menjadi target akhir dari ini semua...sebab satu tahun yang Lalu sosok ini sudah menjadi target...Dan inilah strategi Desa Mngepung Kota....Awal mula hancurnya sebuah rezim....
@ ebon, 13 April 2012 | 17:36:38 WIB sudahlah jgn saling ribut, toh kita sama sama tau , bagaimana rusli dan kroninya, jadi biarlah hukum yg menentukan
@ budak_kenen, 26 April 2012 | 09:44:58 WIB Ntah Buayo Ntah Katak...Ntah Iyo Ntah Tidak.
tak jelas redaksi ne wak..apo pasal ne pakcek.
@ junai, 10 Juli 2012 | 23:28:51 WIB kalaulah selalu menggunkan uang apbd, macam mereka tu,,macam mane pula lah jadi kaye kalau tidak korupsi,,,dari peda rakyat yang kaye lebih baik keluarga dulu...betul tak???... kate atan lenon
@ WAK KADUL, 27 April 2013 | 02:37:53 WIB cekiklah banyak2 duit riau tu sampai gembung, mati masuk kedalam tanah jugenye, makenye insaflah