Warga Desa Inrafuri Terancam Bawa Hasil Pertanian
Minggu, 26 Februari 2012 - 21:47:45 WIB
TAPUNG - Warga Kecamatan Tapung , kususnya warga Desa Inrafuri sangat mengharapkan perhatian pemerintah kabupaten Kampar . Sebab saat ini satu jembatan di Desa tersebut, yakni Jembatan Sungai Kotok sudah rubuh enam tahun yang lalu.
Jembatan tersebut satu-satu jalan dan jembatan penghubung membawa hasil pertanian warga ke sejumlah perusahan yang ada ada di Tapung. "Kalau tidak segera mendapatkan perhatian pemkab Kampar , beberapa Desa terancam membawa hasil pertaniannyakeperusahan , apalagi jembatan tersebut terbuat dari kayau ," kata Tokoh Masyarakat Desa Inrafuri , Jumarianto , sabtu( 25/2 ) lalu.
Dikatan Jumarianto , jembatan sungai kotok juga merupakan jalan utama menuju ibu kota kecamatan dan juga sekaligus sebagai urat nadi masyarat membawa hasil pertanianya . Beberapa Desa yang di hubungi jembatan Sungai kotok ke perusahan , Desa Bencah Kelubi ke Pantai Cermin Kota Batak.
"Namun sampai sekarang jembatan tersebut belum mendapatkan perhatian pemkab untuk membangun permanen , sebab jembatan tersebut satu-satunya jalan utama beberapa Desa di Wilayah Tapung yang dibangun semasa Tranmikrasi," ujar kades lagi.
Dijelaskan , Jembatan Sungai Kotok yang terbuat dari Kayu tersebut panjang 15 meter dengan lebar 4 meter roboh enam tahun yang lalu tepatnya Mai 2004 .Sejak roboh jembatan tersebut tidak pernah di perbaiki , sehinggga masyarak Desa Inrafuri terpaksa berputar sepanjang 30 kilometer untuk membawa hasil pertaniannya keperusahan.
Dan sewaktu Jembatan tersebut utuh kata Jumarianto , masyarakat hanya dengan menempuh jarak 4 kilometer , masyarak sudah sampai kepabrik. "Oleh karena itu kita sangat berharap kepada pemerintah , segera memperbaiki jembatabn tersebut, sehingga bisa kembali normal , tidak lagi harus memutar sepanjang 30 kilometer seperti sekarang ini," imbuhnya. (aul)
Komentar (0 Komentar)
Isi Komentar :