www.halloriau.com
Internasional
BREAKING NEWS :
Tidak hanya Tugas DLHK, Camat Diminta Ikut Andil Atasi Sampah Pekanbaru
 
Mau Cepat-cepat Lenyapkan ISIS, Trump Kirim 1.000 Tentara Tambahan untuk Rebut Raqqa
Sabtu, 18/03/2017 - 17:17:54 WIB
TERKAIT:
 
  • Filipina Berangus 36 Antek ISIS Dalam Kurun Waktu 3 Hari
  • Pusat Kubu ISIS di Suriah Didera Pertempuran Hebat
  • Listrik Mati, Amerika Gelap Gulita
  •  

    JAKARTA - Amerika Serikat (AS) di bawah perintah Donald Trump mengirimkan sekitar 1.000 tentara untuk bergabung dengan 500 serdadu AS lainnya ke Suriah Utara. Pasukan ini akan perkuat operasi militer besar-besaran mengusir ISIS dari ibu kota de facto Suriah, Raqqa.

    Pekan lalu pasukan Demokratik Suriah Kurdi (SDF) telah menutup semua jalur masuk dan keluar Raqqa sehingga ofensif untuk merebut kembali kota itu diperkirakan akan segera dilancarkan. 

    Keputusan mengirimkan pasukan darat ke Suriah ini berbeda sekali dengan kebijakan yang diambil pendahulu Trump, Barack Obama, yang bersikeras menolak mengirimkan banyak-banyak pasukan darat ke Suriah karena akan menjerumuskan AS untuk terlibat lebih jauh dalam perang saudara Suriah. 

    Para analis memperkirakan kehadiran militer AS dalam jumlah besar akan membuat negara itu bentrok dengan pasukan Rusia yang sudah beroperasi di Suriah atas permintaan Presiden Suriah Bashar al-Assad. 

    Namun pasukan yang baru dihadirkan itu tak akan turut angkat senjata, melainkan sebagai penasihat untuk para pejuang Arab dan Kurdi di Suriah seperti dilakukan militer AS di Irak yang sekarang tengah mengurung ISIS di Mosul. 

    "Ini tetap oleh, dengan dan melalui mitra-mitra lokal kami di lapangan," kata salah seorang pejabat Pentagon seperti dikutip The Independent. 

    Berbeda dari Obama, Trump ingin secepatnya melenyapkan ISIS. Namun, Trump yang sebelumnya pernah menyatakan ingin bekerjasama dengan Rusia dalam melawan ISIS, sepertinya tidak memiliki rencana bekerjasama dengan Rusia dalam ofensif ke Raqqa. 

    Namun AS harus menghadapi masalah dari Turki yang juga sekutunya. Turki tidak menyukai SDF, khususnya Kurdi yang dianggapnya teroris, sebaliknya AS menganggap Kurdi sebagai payung utama koalisi melawan ISIS karena dianggap sebagai kekuatan paling efektif dalam melawan ISIS. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Tidak hanya Tugas DLHK, Camat Diminta Ikut Andil Atasi Sampah Pekanbaru
  • Terima Surat dari Pedagang, Kejari Kuansing Siap Dampingi Pedagang Pasar Lumpur
  • Ketiga Kalinya, Wapres Jusuf Kalla Buka IIMS 2017
  • Musnahkan 40 Kg Sabu dan 12 Kg Ganja, Kapolda Riau Desak Kejaksaan Hukum Mati Bandarnya
  • Terkait Penjualan Buku "Siluman", Polres Bengkalis Mulai Lakukan Penyelidikan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Keluarga Besar Azharisman Rozie Berangkat Umrah
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved