www.halloriau.com
Internasional
BREAKING NEWS :
Dugaan Pencemaran, Besok Ratusan Massa Siak Turun ke Pekanbaru
 
KBRI Dampingi WNI Terduga Anggota ISIS Tebar Teror di Malaysia
Sabtu, 18/03/2017 - 13:26:49 WIB

KUALA LUMPUR - Kedutaan besar Rebuplik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, terus mendampingi seorang WNI yang ditangkap kepolisian Malaysia karena dituduh terlibat tindak terorisme di Malaysia dan disebut anggota kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan KBRI di Kuala Lumpur telah mendampingi pria tersebut dan menunjuk seorang pengacara asal Malaysia sebagai kuasa hukumnya.

"Kita lihat di persidangan, sejauh mana bisa dibuktikan bahwa yang bersangkutan memang benar berencana untuk melakukan teror di Malaysia," kata Arrmanatha dalam jumpa pers, Rabu (15/3/2017) siang lalu, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Keterangan resmi Kepolisian Indonesia menyebutkan pria itu berinisial A (27 tahun) asal Pandeglang, Provinsi Banten, dan ditangkap oleh Kepolisian Malaysia pada 21 Februari lalu.

Kepolisian Malaysia mengatakan A melakukan kontak melalui media sosial dengan seorang warga Malaysia yang diduga anggota ISIS. Dia disebutkan berencana berangkat ke Suriah melalui Malaysia pada 22 Februari 2017.

"Yang bersangkutan berangkat dari Jakarta tanggal 18 Februari dan bermaksud ke Suriah dengan transit di Malaysia," ungkap Arrmanatha.

Menurut polisi, perjalanan A ke Malaysia dibiayai oleh seseorang yang diduga kelompok militan ISIS di Malaysia.

"Dia dikirimi uang sekitar Rp3 juta dan diduga diiming-imingi fasilitas tempat tinggal ketika tiba di Suriah oleh terduga anggota ISIS," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Martinus, pekan lalu.

Kepada wartawan di Bandung, pekan lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga membenarkan bahwa terduga asal Indonesia itu "bergabung dengan kelompok di Malaysia".

Tanpa menjelaskan latar belakang kelompok tersebut, Tito mengatakan, "Koneksi antara kelompok-kelompok di Indonesia dengan di Malaysia sudah biasa dan sudah lama sekali."

Kapolri Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian Malaysia terkait kasus ini.

Kapolri kemudian mencontohkan hubungan kelompok Indonesia-Malaysia sudah berlangsung semenjak kelahiran dan keberadaan kelompok teroris Jamaah Islamiyah dan DII/TII.

"Pada saat mereka (DI/TII) diserang, ditekan, mereka larinya ke Sabah, Serawak. Pada saat zaman Jamaah Islamiyah, juga larinya ke Malaysia," ungkapnya, dikutip BBC.

"Pelaku dari Malaysia juga larinya ke sini (Indonesia)," tambah Kapolri seraya menyebut keberadaan tokoh Jamaah Islamiyah asal Malaysia seperti Azahari dan Noordin M Top, dua warga Malaysia, yang 'lari' ke Indonesia.

Keduanya tewas dalam operasi antiteror polisi.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Pencemaran, Besok Ratusan Massa Siak Turun ke Pekanbaru
  • Pemkab Kuansing Bakal Angkat 6.300 Honorer, Masran: Kita Minta Transparan
  • BBPOM Sita 162 Produk Kosmetik dan Jamu Ilegal di Pekanbaru
  • HaloOto! Inilah 5 Penyebab Utama Kecelakaan Mobil
  • Suzuki Hadirkan Konsep Gaya Hidup di Bursa Motor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Keluarga Besar Azharisman Rozie Berangkat Umrah
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved