www.halloriau.com  
Internasional
BREAKING NEWS :
Terima SK DPW LSM Amarah Riau, Miswan Diminta Putuskan Mata Rantai Koruptor di Riau
 
Trump Sebut Walikota Muslim London sebagai Bencana dan Aib Nasional
Senin, 17/06/2019 - 06:12:13 WIB
Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump.
TERKAIT:
 
  • Trump Sebut Walikota Muslim London sebagai Bencana dan Aib Nasional
  •  

    JAKARTA - Presiden AS Donald Trump kembali menuliskan cuitan yang 'menyerang' wali kota London Sadiq Khan, menanggapi kolumnis Inggris sayap kanan Katie Hopkins yang banyak dituduh Islamofobia dan pernah menyebut para migran sebagai 'kecoa'.

    Awalnya, Trump mencuitkan ulang tulisan Hopkins tentang kejahatan yang dilakukan di 'Londonistan Khan', istilah yang dianggap sebagai referensi penghinaan terhadap populasi Muslim di ibu kota Inggris serta leluhur Pakistan Khan.

    "LONDON butuh wali kota baru secepatnya. Khan adalah bencana - hanya akan bertambah buruk!" tulis Trump, menambahkan bahwa sang wali kota adalah 'aib nasional yang menghancurkan' kota itu dikutip dari CNNIndonesia.

    Pada awal bulan ini, sebelum pesawat Trump mendarat di London dalam rangka kunjungan kenegaraan, dia sudah bercuit menyebut Khan sebagai 'pecundang berhati dingin'. 

    Sebelumnya, Khan melontarkan kritik atas perlakuan yang diberikan kepada Trump saat kunjungan, termasuk gelaran karpet merah. Menurut Trump, Khan seharusnya 'fokus pada kejahatan di London, bukan pada saya' seraya meremehkan tinggi badan Khan.

    Khan, wali kota Muslim pertama di London, telah memimpin gerakan oposisi dalam kunjungan Trump. Ia menulis sebuah artikel surat kabar yang isinya membandingkan pemimpin AS tersebut dengan para diktator Eropa pada era 1930-1940an.

    Saat itu, juru bicara wali kota menyebut cuitan Trump sebagai 'kekanak-kanakan'.

    Dalam perjalanan ke London pada Juli 2019, Trump menuduh Khan 'memperburuk terorisme', menghubungkan kehadiran para migran dengan gelombang kejahatan yang terjadi di London.

    Perseteruan ini bermula ketika Khan, putra seorang sopir bus yang beremigrasi dari Pakistan pada 1960-an, mengkritik larangan bepergian yang diberlakukan Trump terhadap penduduk Muslim di negara-negara tertentu.

    Katie Hopkins yang mendukung kampanye pemilihan Trump di masa kerjanya di Daily Mail, telah lama mendapat tuduhan menyuarakan kebencian dan Islamofobia dalam kariernya. Pada 2015, ketika ia menggambarkan para migran sebagai 'kecoa', mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Zeid Ra'ad Al Husein pun menegurnya.

    Al Husein mengatakan, Hopkins menggunakan bahasa yang mirip dengan yang dipakai oleh beberapa media di Rwanda menjelang genosida tahun 1994, dan oleh Nazi pada era 1930-an. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Terima SK DPW LSM Amarah Riau, Miswan Diminta Putuskan Mata Rantai Koruptor di Riau
  • Bappebti Hentikan Seminar PBK Illegal "Bincang Bisnis OctaFX Explorer" di Yogyakarta
  • Mau Kuota 60 GB dan Gratis Telepon Semua Operator, Ini Pilihan Paket New Freedom Indosat Ooredoo
  • Polsek Bangko Amankan Pelaku Sabu di Kebun Sawit
  • Tekan Angka Stunting, Koramil 05/Kampar Kiri Hadiri Rapat Lintas Sektoral
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved