www.halloriau.com  
Internasional
BREAKING NEWS :
Peringatan HANI 2019, Bupati akan Resmikan Kiyap Jaya Jadi Desa Bebas Narkoba
 
Badan Amal Inggris Dikecam Terkait Stafnya yang Pakai Jasa PSK saat Gempa Haiti
Rabu, 12/06/2019 - 11:42:49 WIB
Badan amal Inggris, Oxfam dikecam keras
Badan amal Inggris, Oxfam dikecam keras
TERKAIT:
 
  • Badan Amal Inggris Dikecam Terkait Stafnya yang Pakai Jasa PSK saat Gempa Haiti
  • Demi Operasi Plastik, Calon Dokter Ini Jadi PSK dan Jual Narkoba
  •  

    LONDON-Badan amal Inggris, Oxfam dikecam keras dalam laporan independen Charity Commission atau Komisi Sosial terkait cara organisasi itu menangani tuduhan pelanggaran seksual serius yang dilakukan stafnya di Haiti selama pemberian bantuan gempa pada 2010.

    Empat pegawainya diberhentikan karena "kelakuan buruk" dan tiga lainnya keluar dari organisasi itu setelah muncul klaim bahwa stafnya menggunakan jasa pekerja seks komersial. Mereka ditugaskan ke negara itu untuk membantu korban gempa.

    Tahun lalu, Oxfam dituduh menutupi klaim bahwa staf mereka melakukan eksploitasi seksual terhadap korban gempa 2010.

    Oxfam sudah beberapa kali meminta maaf atas tindakan para pegawai yang mereka sebut "sangat tidak dapat diterima," dan "memalukan."

    Charity Commission Inggris menyatakan Oxfam gagal dalam mengetahui isyarat " budaya tingkah laku buruk," dan tidak melaporkan dugaan pelecehan anak-anak."

    Dugaan eksploitasi seksual itu pertama kali muncul lewat harian The Times tahun lalu yang melaporkan bahwa sejumlah pegawai, termasuk mantan direktur Oxfam di Haiti, Roland van Hauwermeiren, menggunakan pekerja seks komersial yang masih muda saat bertugas setelah gempa.

    Koran itu melaporkan Oxfam sebenarnya sudah menyadari adanya kekhawatiran terkait tingkah laku Van Hauwermeiren dan seorang pria lainnya saat mereka bertugas di Chad sebelum diberikan peran penting di Haiti.
    Tidak menyinggung eksploitasi seksual

    Charity Commission menyatakan sejumlah kesalahan organisasi disebabkan karena kesalahan dalam pengelolaan sehingga menyebabkan penegak hukum untuk memberikan peringatan resmi kepada Oxfam.

    Laporan yang dikeluarkan setelah dilakukannya penyelidikan selama 18 bulan tersebut menyatakan Oxfam tidak menindaklanjuti kecurigaan masalah itu dalam proses internal di organisasi tersebut.

    "Kesalahan yang terjadi di Haiti bukan terjadi secara terpisah," kata pimpinan Charity Commission, Helen Stephenson, dikutip detikcom.

    "Selama bertahun-tahun, budaya di dalam Oxfam menerima tindakan buruk (yang dilakukan pegawai), dan kadang-kadang melupakan nilai-nilai yang seharusnya diwakilinya."

    Penyelidikan internal Oxfam pada 2011 menyebabkan empat orang dipecat dan tiga mengundurkan diri termasuk Van Hauwermeiren.

    Namun laporan yang dikeluarkan Oxfam setelah investigasi tidak menyinggung eksploitasi seksual. (*)





    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Peringatan HANI 2019, Bupati akan Resmikan Kiyap Jaya Jadi Desa Bebas Narkoba
  • Perwakilan Massa Curvanord Temui Pejabat Pemprov, Harus Selsaikan dalam 30 Menit
  • Dewan Sesalkan Walikota Tak Hadir di Serangkaian Kegiatan HUT Pekanbaru
  • Langgar Perda, Identitas Warga Pekanbaru akan Diblokir
  • Bupati Suyatno Pimpin Rapat Persiapan Keberangkatan CJH
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved