www.halloriau.com  
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Makin Luas, Kapolres Pelalawan Terpaksa Menginap di Lokasi Karhutla
 
Bayi Termungil di Dunia Bertahan Hidup, Sebesat Telapak Tangan dengan Berat 245 Gram
Jumat, 31/05/2019 - 11:56:24 WIB
Bayi prematur dirawat di rumah sakit, lahir dengan berat badan 245g dan tinggi badan 23cm. FOTO: AFP
Bayi prematur dirawat di rumah sakit, lahir dengan berat badan 245g dan tinggi badan 23cm. FOTO: AFP
TERKAIT:

SAN DIEGO - Seorang bayi yang lahir dengan berat 245 gram telah dipulangkan dari sebuah rumah sakit di Amerika Serikat (USA). Dia diyakini sebagai bayi terkecil yang pernah selamat dari kelahiran prematur.

Berat badan Saybie sama dengan sebuah apel besar ketika ia dilahirkan pada usia 23 minggu dan tiga hari Desember 2018 lalu.

Terus berjuang untuk hidup, ia dipindahkan ke unit perawatan intensif di Rumah Sakit Sharp Mary Birch di San Diego, California.

Dokter saat itu memberi tahu orang tua Saybie bahwa ia hanya bisa hidup selama beberapa jam lagi.

Namun lima bulan kemudian, uniknya ia diizinkan pulang dengan berat 2,5 kg, di luar semua perkiraan.

Seorang perawat yang merawat Saybie mengatakan pemulihan dan pemulangannya di awal bulan ini adalah "keajaiban".

The Tiniest Babies Registry mengatakan Saybie diduga merupakan bayi prematur terkecil yang bertahan hidup di dunia.

Rekor sebelumnya dipegang oleh bayi perempuan dari Jerman, lahir dengan berat 252 gram pada tahun 2015, menurut pencatatan yang dioperasikan oleh University of Iowa itu.

Seorang bayi yang lahir dengan berat hanya 268 gram di Jepang awal tahun ini, diduga sebagai bayi laki-laki terkecil yang selamat dari kelahiran prematur.

Ibu Saybie melahirkan anak perempuan itu dengan operasi caesar darurat tiga bulan lebih cepat dari jadwal setelah dia didiagnosis menderita pre-eklampsia, komplikasi kehamilan yang dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayi.

Dalam sebuah video yang dirilis pihak rumah sakit, sang ibu menggambarkan kelahiran tersebut sebagai "hari paling menakutkan dalam hidup saya".

"Saya terus berkata kepada mereka: 'Dia tidak akan bertahan hidup. Dia lahir, padahl baru 23 minggu [hamil]'," kata sang ibu, yang meminta namanya tidak disebut.

Kelahiran Saybie begitu prematur sehingga dokter menganggapnya sebagai "micro preemie" bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu. "Bayi biasanya lahir antara 37 dan 42 minggu setelah hamil," kata pihak rumah sakit.

Ia sangat kecil sehingga bisa "pas di telapak tangan tim asuhannya".

Kelangsungan hidupnya, para dokter percaya, dapat dikaitkan dengan fakta bahwa ia tidak mengalami komplikasi serius setelah lahir.

"Saybie hampir tidak mengalami tantangan medis yang biasanya dikaitkan dengan bayi prematur, yang dapat mencakup pendarahan otak, dan masalah paru-paru dan jantung," kata rumah sakit. (*)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Makin Luas, Kapolres Pelalawan Terpaksa Menginap di Lokasi Karhutla
  • Dampingi Gubri saat Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Tembilahan, Bupati Wardan Minta Pedagang Bersabar
  • Gebyar Merdeka, Beli Xpander di NBM Pekanbaru Bonus 3 Gram Emas dan Seat Cover
  • Hasil FP3 MotoGP Inggris: Quartararo Masih Terdepan, Rossi Peringkat 2
  • Pariwisata Hong Kong Oleng, Perhotelan dan Properti Turunkan Harga
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved