www.halloriau.com
HalloSawit
BREAKING NEWS :
Awasi Pengawasan Produk Ilegal, BPOM Pekanbaru Manfaatkan Teknologi Digitalisasi
 
Kasus Khashoggi, PBB Resmi Pimpin Penyelidikan Internasional
Jumat, 25/01/2019 - 06:43:41 WIB

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Untuk memimpin penyelidikan internasional independen dalam kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi turun tangan.

Pelapor Khusus bidang Ekstrayuridis PBB Agnes Callamard mengatakan akan menetap di Turki selama sekitar sepekan untuk memimpin tim penyelidikan tersebut. Kunjungan ke Turki akan berlangsung dari 28 Januari hingga 3 Februari 2019. 

"Saya akan mengevaluasi  tingkat tanggung jawab Arab Saudi dan individu terkait pembunuhan," kata Callamard seperti dilansir dari Reuters, Kamis (24/1/2019).

"Temuan dan rekomendasi saya akan dilaporkan ke Dewan Hak Asasi Manusia pada sesi Juni 2019," tambahnya.

Callamard adalah seorang akademisi Prancis yang merupakan direktur Departemen Kebebasan Berekspresi Global Columbia di Universitas Columbia, New York. Ia memiliki mandat global untuk menginvestigasi eksekusi.

Khashoggi, jurnalis Washington Post asal Arab Saudi dibunuh kala ia masuk ke gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu untuk mengurus administrasi pernikahannya dengan sang kekasih.

Sebelum menjadi jurnalis, Khashoggi dikenal sebagai orang dalam Kerajaan Saudi. Namun ketika menjadi jurnalis, ia kerap memberikan kritikan kepada Kerajaan, terutama untuk putra mahkota Mohammed bin Salman.

Badan Intelijen AS telah menyimpulkan sang putra mahkota memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi. Setelah dibunuh, jenazahnya dimutilasi dan dipindahkan ke lokasi yang masih belum diketahui.

Sejumlah pejabat Turki juga meyakini bahwa kematian Khashoggi berkaitan dengan calon pewaris takhta Kerajaan Saudi tersebut.

Akan tetapi pejabat Saudi membantah tuduhan bahwa sang pangeran adalah otak dari pembunuhan tersebut.

Pengadilan Saudi pada Kamis (3/1) mengadakan sidang pertama tentang kasus Khashoggi. Dalam sidang tersebut, jaksa menuntut hukuman mati untuk lima dari 11 tersangka kasus itu.

Namun kantor Hak Asasi Manusia PBB pada Jumat (4/1) menyebut persidangan itu "tidak memadai". (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Awasi Pengawasan Produk Ilegal, BPOM Pekanbaru Manfaatkan Teknologi Digitalisasi
  • Jelang Porkab Perdana, Coaching Clinik Perbasi Rohil Hadirkan Atlet Timnas
  • Akan Evaluasi Pilkada Langsung, Tito: Jadi Kepala Daerah Tak Punya Rp30 M Gak Berani
  • HUT ke-62, GOPTKI Rohil Gelar Gerak Jalan Beregu Tingkat TK
  • Diikuti 159 Desa, PMD Rohil Gelar Pelatihan Perdes
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
    Potret Lensa
    PWI Riau Kunjungi Chenzhen Daily Newspaper di Cina
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved