Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
+ INDEX BERITA

20/08/2019
Disambut Wabup, 436 Rombongan Jemaah Haji Inhil Tiba di Kampung Halaman
20/08/2019
Koramil 03 Tempuling Lakukan Panen Padi Demplot
20/08/2019
Dinkes Inhil Adakan Pertemuan Evaluasi Program Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
18/08/2019
HUT ke-74 RI, Bupati Inhil Hadiri Acara Pemberian Remisi Bagi Warga Binaan Lapas Tembilahan
17/08/2019
TRC BPBD Inhil Upacara HUT RI di Lokasi Kebakaran
17/08/2019
Polsek GAS Kunjungi Rumah Warga Berikan Bantuan
17/08/2019
Bupati Inhil Ikuti Renungan Suci dalam Keheningan di TMP Yudha Bakti Tembilahan Hulu
17/08/2019
Kapolres Inhil: Apel Kehormatan dan Renungan Suci Momentum Introspeksi Diri
17/08/2019
Ini Nama-nama Pahlawan Kabupaten Inhil di Makam Pahlawan Yudha Bakti
16/08/2019
Bhayangkari Inhil dan Disdukcapil Gelar Kegiatan Sosial Sampena HUT ke-67
16/08/2019
PC Muslimat NU Inhil Gelar Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah
16/08/2019
Bupati Sematkan Anugerah Satyalancana Karya Satya bagi PNS Pemkab Inhil
16/08/2019
Terkait Karhutla di Riau, Ini Kata HMI Tembilahan
16/08/2019
Bupati Inhil Kukuhkan Paskibra Tahun 2019, Prosesi Berlangsung Khidmat
16/08/2019
32 Calon Paskibra Inhil 2019 Dikukuhkan
15/08/2019
Bupati Inhil Pimpin Rapat Final Persiapan HUT ke-74 RI dan Pencanangan Program Rumah Tahfidz
14/08/2019
Minta Turun Hujan, Bupati Inhil Bersama Ribuan Masyarakat Ikuti Salat Istisqa
14/08/2019
Dandim 0314/Inhil Ikuti Salat Istisqa dan Doa Bersama
14/08/2019
Nazwa Bocah Cilik Ini Butuh Biaya Dirawat di RS Pekanbaru
13/08/2019
Intensitas Meningkat, Bupati Inhil Terjun Langsung Tinjau Lokasi Karhutla di Kempas
 
Jamaah Haji Asal Inhil Meninggal Dunia di Madinah
Selasa, 16/07/2019 - 19:51:35 WIB
 (Dalam lingkaran), Subli bin Muhammad (64) Jamaah Haji asal Kabupaten Inhil meninggal dunia
(Dalam lingkaran), Subli bin Muhammad (64) Jamaah Haji asal Kabupaten Inhil meninggal dunia
TERKAIT:

INHIL - Subli bin Muhammad (64) dengan nomor 400078133, jemaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia setelah dirawat kurang lebih tiga hari selama di Madinah.

Subli menghembuskan nafas terakhir pada hari Senin tanggal 15 Juli 2019 sekitar pukul 11.30 WAS atau 15.30 WIB di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan ditangani oleh tim KKHI.

"Informasi kami dapatkan dari Dr Aulia Tim medis kloter 3 BTH melalui sambungan telephone langsung via selluler, sekitar pukul 22.05 WIB bahwa dokter Dr Aulia terkejut dan tidak menyangka, jemaahnya meninggal secepat itu. Jadi keterangan dokter dari KKHI Subli meninggal karena pecahnya pembuluh darah ke otak," kata Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Embakarkasi Haji Antara (EHA) Riau, HM Samam, Selasa (16/7/2019).

Dia menuturkan selama di Madinah TKHI mengaku telah melakukan tindakan awal saat di Maktab, dan tensi jemaah sudah mulai turun. 

"TKHI sudah melakukan pemasangan infus, dan memasukkan obat spilingual di bawah lidah, Alhamdulillah tensinya turun jadi 180, tapi selama di perjalanan terjadi peningkatan tekanan darah dan kondisi pasien masih sadar, masih bisa ngomong, hanya memang separuh badan memang sudah lemas, separoh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan bahkan ketika ditanya namanya pun masih bisa menjawab dan masih tahu namanya," tambahnya, sesuai keterangan Dr.Aulia.

Sementara itu Dokter Aulia mengaku tidak menyangka jemaah meninggalnya secepat itu karena memang menurutnya tim TKHD tidak bisa mengontrol pasien setiap saat, makanya tim TKHD serahkan ke pihak rumah sakit. 

Namun menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum memang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes sejak ditanah air. Bahkan kata pihak keluarga Almarhum Subli rutin minum obat. 

“Mungkin karena faktor kelelahan dan cuaca dll, kata keluarganya, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah berlebihan sampai 240 jamaah tidak sadar lagi”, jelas Dr Aulia.

Sebelumnya Subli memang tensi tinggi lebih kurang mencapai 180 dan sudah diberi obat hipertensi. Bahkan Aulia menyebut ia sudah mengingatkan jemaah untuk tidak melakukan aktivitas berat dan tidak berkunjung melakukan ziarah, cukup perbanyak istirahat di pemondokan.

"Tapi mungkin karena faktor kelelahan atau faktor pikiran tiba tiba terjadi tekanan darah tinggi, kita kan tidak tahu", jelasnya.

Setelah dikonfirmasi dari Ketua Kloter Khairunnas mengatakan jemaah beserta rombongan tersebut pun tidak ada melapor ke Ketua Kloter untuk pergi ziarah.

Aulia mengaku tidak mendapat informasi, jemaahnya pergi ziarah. Namun menurut pengakuan keluarga, jemaah pergi ziarah, hanya di bus saja tidak sampai keliling.

“Saya betul tak menyangka sekitar dua hari setelah dirawat jemaah saya meninggal pukul 11.30 WAS di RS King Fadh atau 15.30 WIB," tutupnya.

Penulis: Yendra
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Rusuh Manokwari, Ini Pesan Damai dari Masyarakat Papua di Riau
  • Pin Emas DPRD DKI Rp1,3 Miliar, Pengamat: Pemborosan
  • Denda Masih Diampuni, Segera Bayar PBB Sebelum 31 Agustus
  • Luas Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Mencapai 5.345 Hektare
  • Ketua PDPM Rohil Ajak Masyarakat Rajut Kebhinekaan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved