Inhil
Pemkab Inhil | DPRD Inhil
 
 
+ INDEX BERITA

08/12/2019
Kakek Al Kamah Hidup Sebatangkara di Tembilahan Menuai Perhatian
07/12/2019
Inhil Hamparan Kelapa Dunia, tapi Harga Tidak Berpihak ke Petaninya
06/12/2019
Kodim 0314 Inhil Laksanakan Goro Sambut Hari Kartika
05/12/2019
Jelang Hari Bela Negara, Kesbangpol Inhil Kunjungan ke Makodim 0314 Inhil
05/12/2019
Hari AIDS Se-Dunia, RSUD Tembilahan Adakan Penyuluhan Kesehatan
04/12/2019
Disaksikan Wakil Bupati Inhil, Tim Gabungan TNI, Polri, BPBD dan Satpol PP Gelar Simulasi Karhutla
02/12/2019
Goweser Jelajah Ekowisata 2019 Inhil Semakin Gaungkan Keindahan Pantai Solop
01/12/2019
Akibat Angin Puting Beliung di Tembilahan, Aliran Listrik Padam
30/11/2019
Disdukcapil Inhil akan Bekerjasama dengan BPS Sukseskan Sensus Penduduk 2020
30/11/2019
Puluhan Seniman Musik Inhil Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H
29/11/2019
PERAN Kabupaten Inhil Ingin Tempuling Bebas Karlahut
28/11/2019
Kesbangpol Inhil Gelar Talks Show Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar
28/11/2019
Diperkenalkan Kemendagri, Disdukcapil Inhil Tertarik Miliki Mesin Canggih ADM
27/11/2019
PPMI dan Granat Inhil Laksanakan Pendidikan Bahaya Narkoba Bagi Pelajar
27/11/2019
150 Personel TNI AD Kodim 0314 Inhil Gelar Minggu Militer
26/11/2019
Pelaku Curas Diamankan, Kuasa Hukum Korban Apresiasi Kenerja Polres Inhil
26/11/2019
Kesbangpol Riau Gelar P4GN di Inhil karena Jadi Sasaran Empuk Pengedar Narkoba
25/11/2019
Peringati HGN, Sekretaris Kesbangpol dan Dandim 0314 Inhil Kunjungi SDN 10 Sungai Beringin
22/11/2019
Kwaran Kateman Inhil Gelar Perkemahan Terpadu Diikuti 1.200 Peserta
22/11/2019
Teka-teki Sekdaprov Riau Terjawab, Said Syarifuddin: Segala Sesuatu Pasti Ada Hikmahnya
 
Jamaah Haji Asal Inhil Meninggal Dunia di Madinah
Selasa, 16/07/2019 - 19:51:35 WIB
 (Dalam lingkaran), Subli bin Muhammad (64) Jamaah Haji asal Kabupaten Inhil meninggal dunia
(Dalam lingkaran), Subli bin Muhammad (64) Jamaah Haji asal Kabupaten Inhil meninggal dunia
TERKAIT:

INHIL - Subli bin Muhammad (64) dengan nomor 400078133, jemaah haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meninggal dunia setelah dirawat kurang lebih tiga hari selama di Madinah.

Subli menghembuskan nafas terakhir pada hari Senin tanggal 15 Juli 2019 sekitar pukul 11.30 WAS atau 15.30 WIB di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan ditangani oleh tim KKHI.

"Informasi kami dapatkan dari Dr Aulia Tim medis kloter 3 BTH melalui sambungan telephone langsung via selluler, sekitar pukul 22.05 WIB bahwa dokter Dr Aulia terkejut dan tidak menyangka, jemaahnya meninggal secepat itu. Jadi keterangan dokter dari KKHI Subli meninggal karena pecahnya pembuluh darah ke otak," kata Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Embakarkasi Haji Antara (EHA) Riau, HM Samam, Selasa (16/7/2019).

Dia menuturkan selama di Madinah TKHI mengaku telah melakukan tindakan awal saat di Maktab, dan tensi jemaah sudah mulai turun. 

"TKHI sudah melakukan pemasangan infus, dan memasukkan obat spilingual di bawah lidah, Alhamdulillah tensinya turun jadi 180, tapi selama di perjalanan terjadi peningkatan tekanan darah dan kondisi pasien masih sadar, masih bisa ngomong, hanya memang separuh badan memang sudah lemas, separoh badannya yang sebelah kiri tidak bisa digerakkan bahkan ketika ditanya namanya pun masih bisa menjawab dan masih tahu namanya," tambahnya, sesuai keterangan Dr.Aulia.

Sementara itu Dokter Aulia mengaku tidak menyangka jemaah meninggalnya secepat itu karena memang menurutnya tim TKHD tidak bisa mengontrol pasien setiap saat, makanya tim TKHD serahkan ke pihak rumah sakit. 

Namun menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum memang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes sejak ditanah air. Bahkan kata pihak keluarga Almarhum Subli rutin minum obat. 

“Mungkin karena faktor kelelahan dan cuaca dll, kata keluarganya, sehingga terjadi peningkatan tekanan darah berlebihan sampai 240 jamaah tidak sadar lagi”, jelas Dr Aulia.

Sebelumnya Subli memang tensi tinggi lebih kurang mencapai 180 dan sudah diberi obat hipertensi. Bahkan Aulia menyebut ia sudah mengingatkan jemaah untuk tidak melakukan aktivitas berat dan tidak berkunjung melakukan ziarah, cukup perbanyak istirahat di pemondokan.

"Tapi mungkin karena faktor kelelahan atau faktor pikiran tiba tiba terjadi tekanan darah tinggi, kita kan tidak tahu", jelasnya.

Setelah dikonfirmasi dari Ketua Kloter Khairunnas mengatakan jemaah beserta rombongan tersebut pun tidak ada melapor ke Ketua Kloter untuk pergi ziarah.

Aulia mengaku tidak mendapat informasi, jemaahnya pergi ziarah. Namun menurut pengakuan keluarga, jemaah pergi ziarah, hanya di bus saja tidak sampai keliling.

“Saya betul tak menyangka sekitar dua hari setelah dirawat jemaah saya meninggal pukul 11.30 WAS di RS King Fadh atau 15.30 WIB," tutupnya.

Penulis: Yendra
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Usai Tutup Turnamen Gasing "Rang Kayo Enggut", Wabup Rohil Ingin Digelar Lagi Februari 2020
  • PPL Desa Mekar Sari Olah Repu Sagu Jadi Pakan Ternak Benilai Ekonomis
  • Ingin Suami Sembuh, Isteri Rela Disetubuhi Dukun Cabul
  • Masjid Cheng Ho Rohil Diyakini Mampu Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
  • Jelang Porkab I Rohil, Cabor Sepak Bola dan Futsal Matangkan Persiapan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved