www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Ngaku Buat Koleksi Pribadi, Saat Takut Ditinggal Pacar Video Syur Disebar di Medos
 
Kejati Tahan 1 Tersangka
Pengembalian Kerugian Negara Pada Kasus Korupsi SPPD Bapenda Riau Baru Rp200 Juta
Selasa, 19/09/2017 - 11:59:56 WIB

PEKANBARU - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akhirnya memeriksa dan menetapkan penahanan terhadap tersangka inisial DY dan DL, dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di instansinya, Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau tahun 2015/2016, Senin (18/9/2017) sore. Sejauh ini, sejumlah kerugian negara telah dikembalikan dengan nilai ratusan juta.

Hal ini diungkapkan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, Senin (18/9/2017) sore kepada halloriau.com mengatakan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka resmi menahannya.

"Terhadap DY sudah beberapa kali diperiksa dan ia juga sudah terlebih dahulu kita tahan. Saya minta diselesaikan, kalau kebutuhan pemeriksaan dari penyidik sudah selesai laporannya," ujar Sugeng.

Sugeng menjelaskan, terhadap tersangka ini disarankan untuk mengajukan alat bukti yang menguntungkan. Mulai dari bukti dan saksi ahli, kebutuhan itu terdapat pada tersangka.

"Namun itu tergantung tersangkanya, apakah mau mengajukan bukti yang menguntungkan atau tidak. Itu terserah mereka (tersangka,red). Tugas kita hanya menanyakan," sebut Sugeng.

Selanjutnya terhadap tersangka DL sudah dilakukan pemanggilan dan diperiksa sebagai tersangka yang kemudian terhadap DL, Sugeng mengatakan akan dilakukan usulan  penahanannya.

"Setelah diperiksa, terhadap tersangka (DL), penyidik mengusulkan untuk dilakukan penahanan," kata Sugeng.

Dalam penahanan terhadap tersangka DL, Sugeng memberikan alasan agar perkara ini dapat selesai diperiksa dengan tuntas. Selanjutnya dapat diberkaskan dan secepatnya dibawa ke Pengadilan.

"Perkara ini ada dua tersangka, kita harus mempertimbangkan keadilan untuk semua dan khalayak publiknya seperti apa. Kepentingan untuk mempercepat proses pemeriksaan ditingkat penyidika saja agar segera dibawa ke Pengadilan," terang Sugeng.

Sejauh ini, Sugeng juga menambahkan sudah ada pengembalian kerugian negara terhadap kasus tersebut yang diperkirakan mencapai Rp 150 sampai Rp200 juta.

"Ada, cuma belum pasti berapa. Tapi saat ini sudah terkumpul sekitar Rp 150 sampai Rp200 juta kerugian negara yang dikembalikan, termasuk (dari) tersangka juga," sambung Sugeng.

Dalam pengembalian kerugian negara terhadap kasus ini, Sugeng menegaskan kepada tim penyidik untuk lebih intensifkan pengembalian yang diketahui diduga banyak pihak lain terlibat akan dipanggil.

Kasus ini, pihak Kejati Riau menjamin akan terus bergulir ke depannya, masih banyak hal yang harus ditindak lanjuti dan masih banyak melibatkan pihak yang terkait. Sugeng tidak menyangkal ada pihak lain terlibat.

"Penyidikan perkara ini belum selesai sampai di sini. Saya belum bisa mengatakan ada penambahan tersangka baru. Itu sangat tergantung dengan kualitas keterangan tersangka," pungkas Sugeng.

Sementara itu, menurut Kuasa Hukum tersangka DL, Hj Eva Nora SH, MH, mengatakan menghargai proses penyidikan penyidik ini sampai ke pengadilan.

"Kita sudah koperatif dan mau mengembalikan kerugian negara. Mudah-mudahan didepan pengadilan nanti tersangka (DL) tidak bersalah. Doakan saja," singkat Eva.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejati Riau telah menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun 2015/2016 di Dinas Bapenda. Mereka (Tersangka,red) disebut sebgai ā€ˇpejabat berwenang dalam penerbitan SPPD di instansinya yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar.

Dugaan korupsi ini dilakukan beberapa modus oleh pejabat berwenang. Pemotongan dilakukan dengan jumlah bervariasi, ditahun 2015 potongan sebesar 5 persen dan 2016 10 persen, selain itu ada juga membuat SPPD fiktif. Kemudian penyidik menaikkan proses penyelidikan ke penyidikan perkara setelah memastikan adanya dugaan pidana yang dilanggar.

Penulis : Helmi
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ngaku Buat Koleksi Pribadi, Saat Takut Ditinggal Pacar Video Syur Disebar di Medos
  • Disdik Pastikan Dampak Kebakaran Tak Ganggu Proses Belajar Mengajar di SMPN 4 Pekanbaru
  • 13 Unit Mobnas Masih di DPRD, Sekda Pekanbaru Layangkan Surat Teguran ke Sekwan
  • Pemkab Kuansing Usulkan 146 Km Ruas Jalan Kabupaten Diambil Alih oleh Pemprov
  • SMA Pradita Dirgantara Terima 150 Siswa Baru dengan Tawaran Beasiswa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Sita Barang dan Dokumen Travel Umrah JPW
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved