www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Frozen Raih Penghargaan Best New Comer for Mineral Water with Ozone Injection and Ultra Filtration
 
Penembak Warga Kampung Itu Tahun 2015 Lalu Pernah Lompat dari Lantai 8 Hotel di Pekanbaru
Senin, 09/01/2017 - 18:16:32 WIB

PEKANBARU - Satriandi (29) tersangka pembunuhan warga Kampung Dalam, yang diamankan di Sumbar, Padang Panjang, ternyata pernah jadi Target Operasi polisi terkait kasus pengedaran narkoba. Dia pernah digrebek di Hotel Aryaduta Pekanbaru pada tahun 2015 silam dan nekat melompat dari lantai 8 hingga menyebabkan luka berat.

"Dia mempunyai catatan kasus, diantaranya peredaran narkoba di tahun 2015 silam, " ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain saat konfrensi pers yang didampingi Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Rivai Sinembela dan Kapolresta Pekanbaru, Susanto dikantor Polresta Pekanbaru, Senin (9/1/2017).

Saat penangkapan tersangka, polisi berhasil menemukan barang bukti sebanyak 5.000 butir pil ekstasi, bersama dengan 9 orang tersangka lainnya yang telah berhasil diungkap oleh Kasat Narkoba Polresta, Kompol Iwan Lesmana Riza.

"Tersangka pernah ditangkap oleh tim Resnarkoba Polresta Pekanbaru ditahun 2015 silam. Saat diringkus tersangka nekat melompat dari kamar hotel Aryaduta lantai 8, yang menyebabkan tersangka luka berat," jelas Zulkarnain.

Namun, polisi mengalami kendala dalam penyelidikannya karena tersangka mengalami gangguan jiwa usai terjun bebas dari lantai 8 Hotel Aryaduta, Pekanbaru, yang mengharuskan ida dirawat di rumah sakit jiwa, Tampan. Setelah pihak kepolisian menyerahkan berkasnya kejaksaan, dia divonis bebas karena mengalami gangguan kejiwaan.

Dalam pertemuan Kapolda Riau dengan Kapolresta Pekanbaru, tersangka diyakini tidak mengalami gangguan jiwa usai melompat dari lantai 8 Hotel Aryaduta.

"Logikanya saja, manabisa gila bisa keluar pergi jalan-jalan. Apalagi bisa membunuh orang dengan menggunakan senjata api," ujar Zulkarnain yang didampingi

Sambung Kapolda, sejauh ini motif pembunuhan yang dilakukan tersangka memang ditenggarai peredaran narkoba. Namun kasusnya masih didalami, dua rekannya masih dilakukan pemburuan.

"Bisa saja si korban tidak menyetor kepada tersangka. Lantaran sakit hati lalu dibunuh. Sepertinya persis kayak gitu," jawab Zulkarnain.

Ditambahkan Zulkarnain, tersangka akan dilakukan pemeriksaan tes psisikotes kejiwaannya kembali, pasalnya sebelumnya dia mengalami kejiwaan. Tersangka juga akan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup.

"Tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Selain pasal pembunuhan dan juga pasal terkait kasus peredaran narkotika," kata Zulkarnain.

Penulis : Helmi
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Frozen Raih Penghargaan Best New Comer for Mineral Water with Ozone Injection and Ultra Filtration
  • Polisi Kampar Tangkap Pengedar Sabu Bersama Barang Bukti 36 Paket Sabu
  • Jadi Pahlawan dengan Donorkan Darahmu di Perayaan Metta Permadhis PCR Minggu Nanti
  • Angkasa Pura Bersedia Mediasi Porter SSK II yang Mogok dengan Perusahaan Mereka
  • Tuntut Didaftarkan BPJS, Porter Bandara SSK II Mogok Kerja
  •  
    Komentar Anda :

     
    Potret Lensa
    Pelaku Pembobol Rumah Mewah
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved