www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Enam Tersangka Oknum Polres Meranti Penganiaya Apriadi Resmi Ditahan Bid Propam
 
PWI Riau Bantu Warga Sumpu Terkait Penyerobotan Lahan
Minggu, 29/09/2013 - 17:50:06 WIB
<span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, sans-serif; font-size: 13px; border-collapse: separate; -webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; ">Ketua PWI Cabang Riau, H Dheni Kurnia saat memasang plang agar hutan ulayat Sumpu tidak dibabat. Sebelumny
Ketua PWI Cabang Riau, H Dheni Kurnia saat memasang plang agar hutan ulayat Sumpu tidak dibabat. Sebelumny
TERKAIT:

TELUK KUANTAN-Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sumpu, di Kecamatan Hulu Kuantan, terus dibabat secara illegal. Warga setempat pun tak berdaya untuk mengatasinya. Mereka kemudian menyerahkan kuasa kepada PWI Riau agar dapat membantu menyelesaikannya dari jarahan oknum pengusaha saat ini. Dari 6000 hektar lahan setidaknya saat ini 2400 sudah beralih fungsi menjadi kebun sawit tanpa izin.

Menindaklanjuti hal ini, Jumat (27/9/2013) lalu Ketua PWI Riau H. Dheni Kurnia dan Ketua PWI Kuansing Amrizal Amin beserta sejumlah pengurus PWI dan ninik mamak setempat turun langsung ke lapangan melihat ribuan hektar lahan pada HPT ini telah ditanami sawit yang umurnya diperkirakan sudah dua tahun lebih. Padahal Dinas Kehutanan Kuansing melalui papan pengumuman sudah jelas-jelas menyebut dilarang digarap karena statusnya adalah hutan milik negara. 

Pembabatan HPT Sumpu ini tidak hanya menggunakan alat berat ekscapator dan alat berat lainnya, namun juga dilakukan pembakaran saat pembukaan lahan. 

Bahkan saat mereka berada dilokasi HPT Sumpu ini juga terdengar ada suara alat berat yang bekerja diduga sedang membersihkan lahan. Hal ini dapat dilihat gundulnya daerah perbukitan di daerah HPT Sumpu yang dulunya adalah kawasan hutan.

Ketua PWI Riau H. Dheni Kurnia melihat adanya pembakaran lahan di HPT Sumpu ini langsung berang. 

"Ternyata tidak hanya HPT yang dibabat, dalam membuka lahan di HPT ini juga telah terjadi pembakaran lahan, kasus ini harus diproses hukum dengan cepat," tegasnya.

Mereka juga mendatangi perusahaan Merauke yang disebut-sebut menguasai ribuan hektar lahan di HPT Sumpu. Bahkan mereka berdialog dengan salah satu asisten kebun. Dari keterangan Rifan asisten kebun yang ditemui di perumahan perkebunan HPT Sumpu sejumlah nama pemilik lahan di HPT Sumpu yang merupakan tanah masyarakat setempat. Saat ditanya langsung oleh H. Dheni Kurnia, Rifan asisten kebun ini ternyata bekerja dengan Apin yang merupakan Cina asal Medan yang sudah lama tinggal di Pekanbaru.

Lahan yang diawasi Rifan ini ternyata pemiliknya adalah Apin yang merupakan orang yang bekerja dengan PT. Merauke. Luas lahan milik Apin katanya, ada sekitar 348 hektar ada yang sudah ditanami ada juga yang baru akan ditanam. 

Dibeberkannya, Apin pengusaha asal Medan ini membeli lahan dari Kasi Candra seluas 100 hektar, selain membeli lahan dari Kasi Candra ternyata Apin pemilik lahan yang telah ditanami sawit saat ini juga dibeli dari Burhan Koto yang merupakan pemilik sebelumnya.

"Lahan ini pak Apin yang punya, kalau surat-suratnya hanya ada surat jual beli," katanya. 

Saat dimintai nomor kontak dirinya tidak mengantongi nomor kontak Apin pemilik lahan tersebut. Namun ada orang suruhan Apin ini yang berkantor di desa Serosa namanya Sudarmaji. ''Pak Sudarmaji ini katanya tinggal di Serosa,"ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kurnia mengatakan, kalau memang HPT Sumpu ini dikuasai PT. Merauke, kita minta izin PT ini dibekukan. Karena beraninya perusahaan ini menggarap HPT Sumpu yang juga statusnya tanah ulayat masyarakat setempat tanpa ada mengantongi izin.

Apalagi sebelum turun ke lokasi, Dheni Kurnia juga sempat bertemu dengan Bupati Kuansing H. Sukarmis. Menurut Dheni, Bupati Sukarmis tidak pernah mengeluarkan izin terhadap perusahaan yang membuka lahan di kawasan HPT tersebut.

Bahkan ujar Dheni, Bupati Sukarmis juga berjanji mengundang para ninik mamak Sumpu ini agar pada Senin pekan depan melakukan pertemuan dengan dirinya dikantor Bupati.

"Kita akan selesaikan bersama-sama, bagaimana tanah ini dikembalikan lagi kepada masyarakat. Karena tanah ini hak masyarakat," katanya. (Idi Susianto/MRNetwork)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Enam Tersangka Oknum Polres Meranti Penganiaya Apriadi Resmi Ditahan Bid Propam
  • Bentuk Kerjasama dan Sinergi BRK dan RSUD Provinsi Kepri
  • APBD Meranti 2017 Disahkan Rp1,2 Triliun
  • Dari Info Warga, Satuan Resnarkoba Polres Kuansing Amankan 2 Tersangka Narkotika
  • Tiga Alasan Terbaik untuk Biasakan Bangun Pagi
  •  
    Komentar Anda :

     
    Potret Lensa
    Operasi Zebra 2016 Riau
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved