Peras Pengusaha Restoran
Tukang Ojek Terkapar Ditembak Polisi
Rabu, 11 Juli 2012 - 06:00:21 WIB
PEKANBARU - Rid (38) warga Perumahan Bahana Gang Meranti Tangkerang Tengah terbaring lemah di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini Pekanbaru. Tukang ojek ini mengalami luka tembak di bagian pinggul sebelah kiri karena ditembak polisi.
Polisi terpaksa melepaskan timah panah karena Rid yang diduga ikut terlibat pemerasan berusaha kabur saat ditangkap, Senin (9/7) sekitar pukul 14.00 WIB. "Saya tak sadar kalau terkena tembakan," ujar Rid saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (10/7).
Rid berdalih dirinya bukanlah pelaku pemerasan. Menurutnya, kasus berawal saat dirinya mendapat telepon dari seseorang bernama Buyung. Ketika itu, Buyung meminta diantarkan ke Jalan Paus.
Permintaan itu disanggupinya. Namun sesampai di salah satu komplek ruko yang tengah dibangun, sudah ada anggota polisi berseragam dan berpakaian preman menunggu dan langsung menangkap Buyung.
Penangkapan itu membuat Rid ketakutan dan langsung melarikan diri dengan sepeda motornya. Tak lama, ia mendengar bunyi tembakan tapi terus tancap gas. Beberapa menit kemudian, ia baru merasakan bagian tubuhnya sakit.
"Saya berbelok ke gang dan memeriksa pinggul saya yang sakit. Ternyata pinggul saya terluka dan saya pingsan. Saya baru sadar ketika sudah berada di rumah sakit," kata Rid.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Adang Ginanjar yang dikonfirmasi terkait kasus penembakan ini membenarkan kalau Rid dan Buyung pelaku pemerasan terhadap pengusaha restoran. Menurutnya, keduanya tidak sekali memeras tapi sudah berulang kali hingga meresahkan warga.
"Uang yang diminta keduanya terhadap pengusaha sebesar Rp2,5 juta. Dia (Rid) terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Tapi kita akan cek lagi apakah penembakan itu sesuai prosedur atau belum," tutur Adang pada wartawan. (lin)
Komentar (0 Komentar)
Isi Komentar :