www.halloriau.com
Hukrim
BREAKING NEWS :
Uang Rp11 Juta Milik Aura Kasih di Aplikasi Ojek Online Lenyap, Kok Bisa?
 
Siswa SMP di Pekanbaru Korban Bullying di Sekolah, Hidung Patah dan Dioperasi
Jumat, 08/11/2019 - 14:16:15 WIB

PEKANBARU - Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) diduga menjadi korban bullying atau perundungan di Pekanbaru, Riau. Kasus bullying itu diposting akun Facebook Rani Chambas, Kamis (7/11/2019) pukul 10.31 WIB.

Dalam unggahan itu disebutkan kejadian itu terjadi pada Selasa 5 November 2019.

Akibat tindakan bullying itu, hidung bocah itu sampai patah dan harus menjalani operasi.

Saat kejadian juga dituliskan jika di dalam kelas itu masih ada guru.

Berikut isi postingannya.

Kasus Bullying terjadi lagi...siswa kls 8 smp.. Di keroyok di dlm kelas..sementara bu guru nya ada di dlm kelas...

murid nya berantam guru nya sibuk main hp...sampai patah tulang hidung si anak...dan di operasi ..

kejadiannya hari selasa tgl 5 november jam sekolah.....

lokasi nya Smp negeri di Hangtuah pekanbaru Dan org tua mana yg terima anak nya babak belur di dlm kelas????

Coba jika anak sendiri yg di gitukan org??? Karna tdk ada jalan keluar.. Akhirnya pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi..

Semogaa...tidak ada lagi kejadian2 begini di sekolah. #mirisaja.. Korban ponakan si opa pula Anak kk nya Lala Ila Mila....

Coba jika korbannya anak2 ibu2 atau bpk2..apa diam aja kita?

Postingan itu disertai dua buah foto korban yang sedang dirawat di rumah sakit di Pekanbaru. Pada wajah korban tampak diperban.

Postingan Rani Chambas yang dilihat Kompas.com, Jumat (8/11/2019) pagi, mendapat 473 like dan 214 komentar.

Beragam komentar miris warganet melihat kejadian ini.

"Itu gurunya ko bisa gk perduli oma..keterlaluan jg kl sampe gk tau ad ank berantem ddepan matanya," tulis komentar Ummu Nisa.

"Semoga cepat sembuh ananda. Mba Rani Chambas, sebaiknya diuraikan juga kronologis kejadiannya. Apakah ini telah sering dilakukan shg bisa disebut bullying, atau ini berantem/ keroyokan yg tjd saat hari itu saja," tulis komentar Watri Juwita.

Komentar akun Watri Juwita, dikomentari pula oleh akun Lala Ila Mila, yang disebut ibu korban, yang berprofesi seorang dokter.

"Kelender pendidikan sudah 5 bulan berjalan,selama itulah anak saya di buli,di tinju,di pukul,di kompas,dia tidak pernah mengadu kpd guru dan orang tuanya,krn anak saya pendiam dan anak yang baik,dia diancam,orang yg membuly nya bergantian,temannya bernama M (inisial), dari keluarga tidak mampu paling sering menyakiti anak saya,anak itu lebih besar dari anak saya,

umurnya 2 tahun lebih tua dari anak saya,dia memang terkenal anak bandel,gurunya udah pada angkat tangan lihat perangai anak ini, anak ini duduk di depan krn bandelnya, meski badannya besar, sementara anak saya duduk di belakang walaupun badannya kecil.

semua temannya mengerjakan tugas yg di berikan guru, begitu juga anak saya, tiba2 dia dtg dan meninju anak saya,lalu dia bertanya sakit? dgn polosnya anak saya jawab tidak,lalu dia suruh temannya utk mukul anak saya,tp temannya mukul kepala anak saya pakai kayu,anak saya hanya bisa menahan sakit di kepalanya dan M pun menghantukkan kpl anak saya shg hidungnya patah,

anak saya menjerit kesakitan,guru yg mengasih pelajaran itu seolah2 tidak mendengar,setelah temannya ribut melihat hidung anak saya gurunyapun ga ada respon,malah dia diancam,jika di tanya bilang jatuh,jgn bilang di pukuli,jadi siapapun yg bertanya dia tetap bilang jatuh,

setelah di bujuk tantenya,baru dia mengaku,selama ini dia amat tersiksa di buat temannya,h

ati seorang ibu yg mana tdk menangis,saya juga salah,mengajar anak terlalu baik,jangan melawan terutama kpd guru,

mulai sekarang saya ajarin anak saya,jika kamu di pukul balas pukul soal nanti itu urusan nanti.

Anak saya pernah di buli 2 orang, sd dan smp.apa sih salah saya?,sehingga anak saya jadi bulian teman,apa harus saya ajarin anak saya se ganas harimau?."

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Adiandha saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat, membenarkan adanya laporan kasus tersebut.

"Betul, ada laporannya. Sekarang dalam penyelidikan di Satreskrim Pekanbaru," kata Budhia melalui pesan WhatsApp dikutip dari Tribunpekanbaru.

Namun, dia mengaku belum mendapat data lengkap mengenai kronologi kejadian perundungan tersebut.

"Datanya ada sama Unit PPA (Pelindungan Perempuan dan Anak). Kanit (PPA) sedang rapat, nanti saya infokan," tutup Budhia. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Uang Rp11 Juta Milik Aura Kasih di Aplikasi Ojek Online Lenyap, Kok Bisa?
  • Rohil Raih Juara II Lomba Inovasi Tepat Guna se-Riau
  • Apresiasi Guru, KOMED Gelar Lomba Cipta Media Pembelajaran Nasional
  • Jadi yang Tercepat di Kualifikasi MotoGP Valencia, Quartararo Ngaku Tak Puas
  • Cabuli 9 Muridnya di Ruang Kelas, Guru SD Ini Diamankan Aparat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved