www.halloriau.com  
Hukrim
BREAKING NEWS :
Trump ke Erdogan 'Jangan Bodoh!', Suratnya Dilempar ke Tong Sampah
 
Dua Eks Ketua DPRD Kampar Diperiksa Terkait Korupsi Jembatan Water Front City
Kamis, 05/09/2019 - 09:59:28 WIB
Jembatan Water Front City Bangkinang
Jembatan Water Front City Bangkinang
TERKAIT:

KAMPAR – Dua mantan Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ahmad Fikri dan H Syafrizal serta seorang wakil pimpinan legislatif periode 2014-2019 diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Ketiganya diperiksa atas kasus dugaan korupsi proyek multiyears pembangunan jembatan Water Front City Bangkinang tahun anggaran 2015-2016 yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 39,2 miliar.

Ahmad Fikri, mantan Ketua DPRD Kabupaten Kampar periode 2014-2019 yang ditemui usai pemeriksaan di ruang gedung Serbaguna Polres Kampar, Rabu (4/9/2019), mengakui soal pemeriksaan dirinya tersebut. Dia menilai, tidak yang ada aneh dengan pemeriksaan itu.

“Ini hal biasa dan wajar bila KPK memintai keterangan, Ini merupakan beban berat selaku pimpinan,” katanya.

Selain Ahmad Fikri, komisi antirasuah tersebut juga memeriksan mantan Ketua DPRD Kampar periode 2009-2014, yakni H Syafrizal dan mantan Wakil Ketua DPRD Kampar periode 2014-2019, H Sahidin, dan pejabat Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Khatim serta Kabid Tata Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Kabupaten Kampar, Adnan yang sudah berstatus sebagai tersangka.

Salah seorang penyidik KPK kepada wartawan menyebutkan, memperkirakan pemeriksaan tersebut akan berlangsung selama tiga hari. “Unsur pimpinan DPRD Kampar periode 2009 -2014 dan 2014-2019 kita periksa. Pemeriksaan ini berlanjut selama 3 hari,” kata salah seorang anggota KPK di ruang serbaguna Polres Kampar saat dimintai keterangan oleh wartawan.

Sementara itu,  Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Jakarta menyebutkan, KPK akan memanggil General Manager (GM) Wilayah I PT Hutama Karya, Sarjono untuk bersaksi untuk tersangka AN.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AN (Adnan)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).
 
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menjelaskan bahwa, dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau tahun anggaran 2015-2016, telah  menyebabkan kerugian negara hingga  Rp 39,2 miliar.

Dari hasil penyidikan, KPK kemudian menetapkan Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) atau WIKA, sekaligus Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa sebagai tersangka. Selain itu,  KPK juga menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jembatan Waterfront pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Adnan sebagai tersangka.

"KPK telah menyelesaikan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan data hingga terpenuhinya bukti permulaan yang cukup, maka KPK meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan. Dalam proses penyidikan itu, KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Jakarta beberapa waktu lalu. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Trump ke Erdogan 'Jangan Bodoh!', Suratnya Dilempar ke Tong Sampah
  • Daihatsu Day Siapkan Promo Spesial, Astra Daihatsu Siap Layani Konsumen Hari Ini
  • Ketua DPRD Dukung Provinsi Riau Pesisir
  • UU Baru sudah Berlaku, Anehnya, KPK Belum Terima Dokumen Resminya
  • Warga Riau Berbondong-bondong Urus Pemutihan Denda Pajak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved