www.halloriau.com  
Hukrim
BREAKING NEWS :
Luas Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Mencapai 5.345 Hektare
 
Kasus Dugaan Suap Bowo Sidik, KPK Panggil Ulang Mendag Enggartiasto Lukita
Kamis, 18/07/2019 - 12:55:45 WIB
Mendag Enggartiasto Lukita
Mendag Enggartiasto Lukita
TERKAIT:
 
  • Kasus Dugaan Suap Bowo Sidik, KPK Panggil Ulang Mendag Enggartiasto Lukita
  •  

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kasus dugaan suap bidang pelayaran yang menjerat Anggota DPR RI Komisi VI Bowo Sidik Pangarso.

    "Yang bersangkutan akan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IND (Staf PT Inersia Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Kamis (18/7/2019) dikutip dari CNNIndonesia.

    Enggar, yang merupakan politikus Nasional Demokrat (NasDem) itu sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK. Enggar pertama kali dipanggil pada Selasa (2/7), sementara kedua pada Senin (8/7) lalu.

    Enggar mangkir di pemanggilan sebelumnya karena berdalih sedang berdinas di luar negeri untuk dan tidak bisa hadir terkait pekerjaan.

    Selain Enggar, KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya dari pihak swasta yakni Komisaris Utama PT Fahreza Duta Perkasa Aan Ikhyaudin, Dirut PT Fahreza Duta Perkasa, Widodo, Direktur PT Fahreza Duta Perkasa Isdianto, Direktur PT Telaga Gelang Indonesia Hendy Putra, Komisaris PT Telaga Gelang Indonesia Muhammad Irham, dan wiraswasta Azwir Dainy.

    Sebelumnya, KPK telah menetapkan Bowo Sidik dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka.

    Bowo diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama bidang pelayaran menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia melalui Indung.

    KPK mengendus Bowo juga menerima uang di luar kasus suap tersebut. Tim KPK kemudian menemukan uang sejumlah Rp8 miliar di Kantor PT Inersia, perusahaan milik Bowo.

    Uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang yang berada dalam 400 ribu amplop itu tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019. (*)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Luas Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Mencapai 5.345 Hektare
  • Ketua PDPM Rohil Ajak Masyarakat Rajut Kebhinekaan
  • Ketua Timsel Sebut Akan Segera Umumkan Nama Dirut dan Dewan Pengawas PDRHJ
  • Disambut Wabup, 436 Rombongan Jemaah Haji Inhil Tiba di Kampung Halaman
  • 50 Pemuda dan Pemudi di Meranti Akan Ikut Studi di STIP Jakarta
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved