www.halloriau.com  
Hukrim
BREAKING NEWS :
Sekda Ajak DWP Rohul Dukung Kinerja Suami‎ Demi Pembangunan Daerah
 
73 Kg Komoditas Pangan Ilegal Impor Asal Malaysia Disita Balai Karantina Pekanbaru
Rabu, 20/03/2019 - 19:30:01 WIB

PEKANBARU - Sedikitnya 10 jenis komoditas hewan dan tanaman asal Malaysia disita Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, belum lama ini. 

Barang bukti impor ini masuk ke wilayah hukum Riau melalui jalur darat dan udara tanpa dilengkapi dokumen lengkap alias Ilegal.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi, SP, M.Si kepada halloriau.com, Rabu (20/3/2019) mengatakan bahwa 10 komoditas itu tidak dilengkapi sertifikat kesehatan atau ilegal. 

"Upaya ini bentuk pencegahan masuknya bahan pangan yang belum terjamin keamanan pangannya dari cemaran zat kimia dan biologis yang berbahaya bagi kesehatan manusia," ucapnya. 

Hasil hitungan, Ferdi mengatakan 10 komoditas hewan dan tumbuhan ini beratnya mencapai 73 kilogram lebih. Di antaranya daging babi, sapi, unggas, kurma, jeruk, apel, mangga, jahe merah serta bibit tanaman dan rempah. Ferdi menyebut masuknya komoditas ini secara ilegal, tanpa ada dokumen asal negara.

"Komoditas ini berasal dari luar negeri, khususnya Malaysia. Tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan asal negaranya, tidak juga dilaporkan ke petugas karantina. Selain itu juga tidak melalui tempat pemasukan yang telah ditetapkan sesuai aturan undang-undang yang berlaku," terangnya. 

Masuknya komoditas ilegal ini, tentunya tidak melalui pengujian dari laboratorium negara asalnya. Menurut Ferdi, tidak menjamin juga keamanan bakteri yang terkandung di dalam bahan pangan tersebut. Untuk mencegah itu dilakukan pemusnahan. 

"Sudah tentu ilegal, pastinya keamanan dari bahan pangan tidak menjamin bagi kesehatan manusia. Ada banyak penyakit didalamnya, seperti hog cholera, flu burung, serta penyakit mulut dan kuku yang berbahaya. Makanya dimusnahkan. Semua itu upaya kita melindungi negeri dari masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan," terangnya. 

Upaya penahanan komoditas hewan dan tumbuhan ini, kata Ferdi merupakan hasil kerjasama antara petugas Karantina Pekanbaru, Bea Cukai, Avsec serta CIP Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim II dan Kantor Pos Pekanbaru. 

Sementara itu Riau sendiri bukan merupakan tempat pemasukan (impor) buah-buahan dari luar negeri. Sesuai Peraturan Menteri Pertanian No 42 tahun 2012, bahwa tempat pemasukan yang ditetapkan Menteri Pertanian adalah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan, Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar. 

Dalam acara pemusnahan dipimpin oleh Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pekanbaru, dan dihadiri Bea Cukai, AVSEC dan CIP Cargo Bandara SSK II Pekanbaru dan Kantor Pos Pekanbaru, Rabu (20/3/2019).

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sekda Ajak DWP Rohul Dukung Kinerja Suami‎ Demi Pembangunan Daerah
  • Oknum Gunakan Nama KDDI sebagai Ladang Pencarian akan Dilaporkan
  • Dalam Satu Tahun, Polsek Bangko Berhasil Ungkap 17 Kasus Narkoba
  • Bupati Wardan Buka Kegiatan Manasik Haji 2019, Diikuti Oleh 564 JCH asal Inhil
  • Ketua Majelis Hakim Cuti, Sidang Dugaan Pemalsuan SK Menhut di PN Siak Ditunda
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Pemusnahan Barang Sitaan Miras dan Narkoba
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved