www.halloriau.com
IMSYAKIYAH RAMADAN 1440 H/2019
KOTA PEKANBARU
17 Ramadhan
22 Mai
IMSYAK SHUBU ZUHUR ASHAR MAGHR ISYA
04:37
04:47
12:14
15:37
18:18
19:31
Hukrim
BREAKING NEWS :
Akselerasi Perkembangan Ekosistem Digital Nasional, Telkomsel Hadirkan Tiga Pilar Inovasi Digital
 
KPK Sita Deposito Rp 1 M dan Uang Rp 200 Juta saat Geledah Rumah Tersangka Suap SPAM
Rabu, 02/01/2019 - 21:52:56 WIB

JAKARTA - Rumah salah satu tersangka kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Yuliana Enganita Dibyo digeladah KPK. Dari rumahnya, KPK menyita uang Rp 200 juta hingga deposito senilai Rp 1 miliar.

"Dari rumah tersangka YUL (Yuliana Enganita Dibyo), Direktur PT TSP, penyidik menyita uang sekitar Rp 200 juta, deposito setidaknya Rp 1 miliar serta sejumlah dokumen-dokumen proyek yang relevan dengan penanganan perkara," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (2/1/2019).

Dilansir dari detik.com, KPK sebenarnya melakukan penggeledahan di 3 lokasi hari ini. Menurut Febri, penggeledahan di dua lokasi lainnya, yakni rumah tersangka Budi Suharto dan Teuku Moch Nazar masih berlangsung.

"Sedangkan untuk 2 rumah tersangka lainnya penggeledahan masih berjalan malam ini," ucapnya.

Kemarin, KPK juga melakukan penggeledahan di kantor satuan kerja SPAM Kementerian PUPR. Dari penggeledahan itu, KPK menyita duit Rp 800 juta serta sejumlah dokumen proyek.

Total, ada delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan SPAM. Para tersangka juga sudah ditahan.

Dari delapan orang tersangka, empat di antaranya merupakan pejabat Kementerian PUPR, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah; PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Sedangkan empat orang lainnya dari pihak swasta, yakni Dirut dan Direktur PT WKE, Budi Suharto serta Lily Sundarsih; dan dua direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa, yakni Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Jumlah suap yang diduga para pejabat Kementerian PUPR itu ialah Rp 5,3 miliar, USD 5 ribu dan SGD 22.100. Duit itu diduga merupakan bagian fee 10 persen dari total nilai proyek Rp 429 miliar yang didapat oleh kedua perusahaan itu. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Akselerasi Perkembangan Ekosistem Digital Nasional, Telkomsel Hadirkan Tiga Pilar Inovasi Digital
  • AMSI Imbau Publik Baca Berita dari Sumber Terpercaya agar Jangan Terjebak Hoaks
  • Gubri Safari Ramadan di Kampar
  • Blokir Kirim Gambar dan Video di WA dan Medsos, Kata Wiranto Upaya Amankan Negeri
  • Undian Promo THR Periode Pertama, Pelanggan Agung Toyota dapat Hadiah Mobil Toyota 1 Innova
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Ekspos Narkoba
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved