www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Sebutkan Nama Ikan Khas Riau, Gubri Hadiahi Guru di Rohul Sebuah Laptop
 
Sudah Diperbaiki, Kemenkominfo Buka 5 Situs Islam yang Sempat Diblokir
Selasa, 10/01/2017 - 14:40:57 WIB
TERKAIT:

JAKARTA - Paska diblokir beberapa waktu lalu bersama 11 situs lain, sebanyak 5 situs Islam kembali dibuka oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kelimanya adalah Islampos.com, Voa-islam.com, Suaranews.com, Nahimunkar.com, dan Kiblat.net.

"Ada lima yang sudah dibuka," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemekominfo, Samuel Abrijani Pangarepan, Senin (9/1/2017).

Ia menjelaskan, dari 11 situs yang diblokir, hanya lima yang mengajukan kesediaannya untuk memperbaiki konten. Kemkominfo menilai, perbaikan konten dari lima situs itu telah sesuai dengan perundang-undangan yang ada.

Samuel mengatakan, belum ada pengelola situs lainnya yang mengajukan kesediaannya untuk memperbaiki konten. "Belum ada yang lain, baru lima itu," ujar dia.

Samuel menyebut, banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah memblokir 11 media daring tersebut. Ia menjabarkan, salah satu penilainnya, yakni melanggar ketentuan peraturan undang-undang yang ada. Seperti berita yang tak akurat, berbau sara atau melecehkan lambang negara. Ia menegaskan, semua alasan-alasan pemblokiran telah disampaikan pada pengelola masing-masing situs.

"Semua yang ada UU-nya. Sudah dikasih tahu ke pengelola situs, kan biar bisa perbaikan," jelasnya.

Samuel mengatakan, pihaknya terus memantau situs atau media daring. Bahkan, ia membuka seluas-luasnya apabila ada masyarakat yang melaporkan adanya situs yang diduga memuat unsur radikalisme dan sara. Kemenkominfo, kata dia, juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga.

Untuk memantau media daring yang berpriktik jurnalistik, Kemenkominfo bekerja sama dengan Dewan Pers. Sementara untuk situs yang bermuatan radikalisme, Kemenkominfo menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kemudian, untuk situs yang bermuatan KUHP, Kemenkominfo menggandeng kepolisian.

Samuel menyebut, langkah Kemenkominfo tidak akan berhenti untuk memblokir situs. Kemenkominfo dapat mengajukan laporan pada kepolisian apabila ada situs yang tidak bisa ditoleransi secara hukum.

"Ini pembelajaran terakhir. Kalau ada yang melanggar dan laporannya valid, diproses hukum. Itu yang kita mau, biar semua media yang mengaku media online ya mereka harus hati-hati kalau mereka bisa kena UU yang berlaku," kata dia.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sebutkan Nama Ikan Khas Riau, Gubri Hadiahi Guru di Rohul Sebuah Laptop
  • Baru Lima Bulan Jualan di Lazada, Nadi Sudah Untung Banyak
  • Baru Bangun, Bandar Sabu Ngumpet di Kos-kosan Pekanbaru Tak Berkutik Digelandang Polisi
  • Biang Kerok Kemacetan, Dewan Minta PKL di Pekanbaru Tidak Kucing-Kucingan dengan Petugas
  • Update Style Terbarumu, Yuk Kunjungi Cantik Butik Lalu Pilih Pakaian Muslim Modis Sesuai Gayamu!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Peserta Rakor Distribusi Peralatan BNPB Foto Bersama
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved