www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
1 Juli Bakal Jadi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Sei Duku Pekanbaru
 
Ini Kisah Pilu Wanita Cantik Diperkosa dan Dibunuh hingga Dimasukkan Gagang Cangkul ke Kemaluannya
Rabu, 18/05/2016 - 16:11:40 WIB

JAKARTA - Tiga pelaku pembunuhan sadis yang menimpa karyawati PT Polyta Global Mandiri, Enno Farihah (19) di Tangerang telah dibekuk aparat Polda Metro Jaya. Ketiganya yakni pria RAr alias Arif (24), RAl alias Alim (16) dan IH alias Ilham (24), terlibat dalam pembunuhan korban dan memperkosa korban serta menancapkan gagang cangkul ke dalam kemaluan korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, ketiga pelaku tidak saling kenal namun jatuh cinta dengan Enno. Sebab korban juga termasuk banyak "digilai" oleh pria terutama di sekitar tempat tinggalnya.

Ini juga dibuktikan dari pesan singkat ketiganya di telepon genggam yang ditujukan untuk Enno.

"Pelaku RAr alias Arif, dirinya sering dikatain jelek atau diomongin yang pahit-pahit oleh korban. Untuk RAl alias Alim melakukan perbuatan karena korban menolak saat hendak disetubuhi, dia ini kekasih korban. Sedangkan IH motifnya kesal karena sudah pendekatan berkali-kali dengan korban namun tak pernah direspon," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya, kejadian awal proses pembunuhan keji ini bermula pada Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 WIB, antara tersangka RAl dan korban sepakat janjian bertemu di kamar korban.

"Ternyata pelaku orang luar yang dibukakan pintu oleh korban yakni RAl atau Alim yang bukan lain selaku anak SMP. Korban berkenalan dengan RAl mengaku kenalan namanya Indah. Pelaku minta nomor korban lalu telepon dan SMS sampai malam kejadian," kata Krishna.

Lanjut dia, usai pelaku RAI bermain Play Station diberitahu bahwa pintu kamar korban sudah dibuka, akhirnya dia masuk ke dalam kamar dengan gerbang masuk tak dikunci. Saat itu posisi kamar korban terbuka, sedangkan kamar lain tertutup. Korban tinggal di mess khusus perempuan berjumlah 13 kamar dihuni 22 perempuan.

"Samping mess ini ada mess pria dan mess semua ada gerbang yang hanya bisa dibuka oleh orang dari dalam, artinya tak ada orang lain masuk kalau tidak dibuka dari dalam. Korban menjemput pelaku masuk ke dalam," ucapnya.

Melihat pintu terbuka, pelaku RAl masuk ke kamar, mereka kemudian berbincang sekitar 30 menit. Sempat berciuman, pelaku kemudian mengajak korban berhubungan namun ditolak korban dengan alasan takut hamil. Karena kesal, RAl kemudian keluar gerbang mess dan merokok dua batang rokok.

Saat itulah pelaku RAI bertemu dengan RAr yang baru kali itu mereka bertemu. Mereka berkenalan, dan ternyata Arif karyawan pabrik mess belakang mess korban.

Tak lama kemudian, keduanya bertemu dengan pelaku IH alias Ilham yang tengah lewat dan kemudian berkenalan. "Ternyata RAr dan IH ini suka sama korban, namun tak pernah ditanggapi," ucapnya.

Setelah itu, para tersangka menuju kamar korban dengan maksud untuk memperkosa korban. Saat masuk, korban yang tengah tertidur pun langsung dibekap mukanya oleh tersangka IH dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAl mencari pisau dapur.

Namun di dapur tak ada pisau, selanjutnya RAl keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau, dan menemukan sebuah cangkul tak jauh dari kamar korban.

"Selanjutnya IH menyuruh tersangka RAl memukul cangkul ke arah korban hingga mengenai wajah korban. Usai melakukannya, RAI sempat keluar kamar karena geli," jelasnya.

Tak hanya itu, korban kemudian diperkosa Rar, dan IH menyayat wajah korban dengan menggunakan garpu makan. RAl yang masih kesal sama korban kembali masuk dan menggigit payudara korban sebelah kiri hingga membekas.

"Kemudian RAr memasukkan cangkul ke kemaluan korban. Bukan hanya dimasukkan, bahkan sampai kaki mendorong-dorong cangkul hingga masuk 90 persen," jelasnya.

Setelah semua selesai, para tersangka selanjutnya kabur dengan terlebih dahulu menutup engsel kamar mess dengan tujuan penghuni lain tak curiga.

Oleh sebab itu, tersangka RAr Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 kurp dan atau Pasal 35A KUHP Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan atau Pasa 285 KUHP kakan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 56 ke-1 KUHP Juncto Pasal 3AD KUHP.

Sedangkan tersangka RAI dan IH dikenakan Pasal 338 KUHP dan P Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 56 ke-1 KUHP Juncto Pasal 340 KUHP Pasal 55 Ayat subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP dan atau subsider Pasal 351 ayat 3 kiUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP dan tambahan Pasal 285 KUHP untuk IH dengan ancaman seumur hidup. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 1 Juli Bakal Jadi Puncak Arus Balik di Pelabuhan Sei Duku Pekanbaru
  • Kacang Pukul, Oleh-oleh Khas Bagi yang Mudik ke Riau
  • Walau dalam Suasana Lebaran, Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Kadaluarsa
  • Alamak! Bapak Angkat Ini Perkosa Putrinya hingga 729 Kali
  • Kemenhub Sanksi PO Jual Tiket Tanpa Stempel
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Telkomsel Siap Hadapi Ramadan dan Lebaran
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved