www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Kadiskes Riau: HKN adalah Upaya Ajak Masyarakat untuk Hidup Sehat
 
Biosoy, Kedelai Rakitan Balitbangtan yang Siap Membumi
Senin, 21/10/2019 - 15:53:50 WIB
Biosoy
Biosoy
TERKAIT:
 
  • Biosoy, Kedelai Rakitan Balitbangtan yang Siap Membumi
  •  

    JAKARTA-Sejak diluncurkan pada akhir Agustus 2019, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan keseriusannya dalam mendiseminasi atau menyebarluaskan Kedelai Biosoy rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Hal tersebut dapat dilihat dari target tanam yang dilakukan Balitbangtan melalui beberapa unit pelaksana teknisnya.

    Untuk memenuhi kebutuhan benih tahun 2020 mendatang, Balitbangtan tengah menanam kedelai Biosoy di tiga daerah, yakni Kabupaten Majalengka seluas 2 hektare (ha), Kabupaten Kuningan seluas 1 ha, dan Kabupaten Bogor seluas 1 ha.

    “Akhir bulan ini ditargetkan sudah tertanam semua sehingga akhir tahun nanti bisa dipanen,” ujar Peneliti Balitbangtan, Dr Asadi di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen), Bogor, Senin (21/10/2019).

    Asadi menjelaskan, Biosoy yang ditanam di tiga daerah tersebut nantinya akan menghasilkan benih penjenis atau breeder seeds (BS) untuk disebar ke lima provinsi melalui Balai Pengkajian Teknolog Pertanian (BPTP) Balitbangtan, yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

    “Insya Allah Januari tahun depan mulai kita distribusikan ke BPTP di lima provinsi tersebut,” kata Asadi.

    Benih kedelai biosoy yang diterima masing-masing BPTP nantinya akan ditanam dalam dua musim. Pada musim tanam (MT) pertama masing-masing provinsi akan menanam di lahan seluas 5 ha. Sementara MT kedua, kedelai biosoy akan ditanam di 25 ha lahan milik para petani.

    Dengan adanya program perbanyakan benih ini, Asadi optimis kedelai Biosoy dapat membumi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

    Sebelumnya, Menteri Pertanian Periode 2014-2019, Andi Amran Sulaiman meminta agar kedelai biosoy dimanfaatkan secara maksimal. Amran berpendapat, varietas unggul baru (VUB) ini memiliki potensi yang besar sehingga patut dibumikan.

    “Ini potensi hasilnya 3,5 ton per hektar, kalo ditanam di seluruh Indonesia, dua tahun kita swasembada kedelai,” kata Amran usai pelepasan VUB kedelai biosoy di Bogor pada akhir Agustus 2019.

    Biosoy sendiri merupakan kedelai biji besar dengan potensi hasil hingga 3,55 ton per hektare. Kelebihan lain dari kedelai ini adalah toleran penyakit karat dan memiliki ukuran batang yang besar dan kokoh. Hingga kini kedelai biosoy telah dikembangkan di sejumlah daerah seperti Grobogan, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Barat. (rilis)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Kadiskes Riau: HKN adalah Upaya Ajak Masyarakat untuk Hidup Sehat
  • Gantikan Ihsan, Mulyadi Resmi Jabat GM Sales Telkomsel Regional Sumbagteng
  • EMP Bentu Ltd Sosialisasikan Program Survey Seismik 3D di Pelalawan dan Kampar
  • Kurang Sehari, Polsek Batang Cenaku Amankan 4 Pengedar Sabu
  • Telkomsel Raih Penghargaan World Branding Awards 2019-2020 Sebagai Brand of The Year
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Studi Jurnalistik to Vietnam PWI Riau
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved