www.halloriau.com
HalloIndonesia
BREAKING NEWS :
Securitech Indonesia Komitmen Berikan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan
 
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Ungkap Evakuasi Penyanderaan 18 Guru di Papua Terhalang Kabut
Jumat, 20/04/2018 - 14:57:07 WIB

PEKANBARU - Anggota TNI berhasil menyelamatkan 18 orang guru dari tangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua, Kamis (19/4/2018) kemarin. Mereka ini sempat menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual selama disandera.

Namun dari 18 guru yang diselamatkan anggota TNI, baru 13 orang yang sudah dievakuasi dari wilayah Aroanop ke Timika, mengingat kondisi cuaca yang berkabut tebal membuat helikopter susah masuk ke lokasi penjemputan korban.

"Korban guru sudah kita selamatkan dan baru 13 yang dievakuasi ke wilayah aman. Kini menyisakan 5 orang lagi mengingat kondisi cuaca buruk," kata Marsekal TNI, Hadi Tjahjanto kepada halloriau.com, Jumat (20/4/2018) siang usai acara pengarahan didepan anggota Polri dan TNI.

Adapun korban guru ini diketahui mengajar di Sekolah Dasar (SD) di Desa Aroanop dan Jagamin yang juga merupakan guru kontrak dan guru PKL dari salah satu Universitas di Papua.

Dari hasil informasi data meteorologi yang didapatkan, untuk kondisi cuaca akan membaik dalam beberapa hari. Di sana akan dilakukan evakuasi kembali bagi korban guru yang tersisa.

"Dari data meteorologi, kondisi cuaca sudah membaik. Sisa korban 5 orang ini akan kita evakuasi kembali," kata Hadi.

Data yang berhasil dihimpun, guru yang menjadi korban ini sebanyak 18 orang terdiri dari 11 orang pria dan 7 orang wanita tetapi yang dapat dievakuasi dari Aroanop ke Timika sebanyak 13 orang. Selain korban, KKSB juga membawa pergi harta benda mereka, sebagian lagi bahan makanan dan pakaian.

Mereka (KKSB) ini berjumlah 20 orang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Namun semua dapat dipukul mundur oleh anggota TNI. Sejak kejadian itu, para guru mengalami trauma mendalam.

Dalam beberapa minggu lagi, anak-anak SD di Aroanop dan Jagamin akan melaksanakan ujian, tetapi para guru ini harus meninggalkan anak-anak sekolah karena harus menjalani perawatan akibat serangan KKSB.

Tekad para guru ini masih besar untuk mengajar anak-anak di SD Aroanop dan Jagamin karena para guru menginginkan anak-anak sekolah disana memiliki ilmu untuk memajukan Papua.

Penulis : Helmi
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Securitech Indonesia Komitmen Berikan Layanan Terbaik Bagi Pelanggan
  • Pemkab Kuansing Usulkan Pembangunan 50 Unit Rumah Khusus untuk Teluk Pauh Pangean
  • Bersama Anak Panti Asuhan, Warga RT 01/05 Desa Senggoro Jalan Sehat HUT RI
  • Mulai September, Denda Rp2,5 Juta untuk Buang Sampah Sembarangan Diterapkan di Pekanbaru
  • Tahun Ini, Kuansing Bangun Rumah Susun Satu Tower untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    Potret Lensa
    Dirut RAPP Tunjukkan Varian Kertas
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved