www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Tempat Nongkrong Asyik dengan Harga Terjangkau di Pekanbaru ? Hanya di Sis And Bro Coffie !
 
Galeri Foto
Seminar Nasional Kadin Riau dan Bank Riau Kepri, Riau Harus Perkuat UMKM Hadapi MEA
Selasa, 29/12/2015 - 10:50:45 WIB

Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman membuka seminar nasional Ekonomi Indonesia 2015 dan Outlook 2016 Memasuki Masyarakat Ekonomi "ASEAN", Selasa (22/12) di Hotel Pangeran, Pekanbaru.  Seminar diikuti 500-an tamu undangan dari berbagai kalangan, antara lain, pelaku bisnis dan investor, kalangan perbankan dan pejabat pemerintah, akademisi, NGO, mahasiswa dan Pers.

Seminar merupakan kerjasama PT Bank Riau Kepri dan Kamar Dagang dan Industri Provinsi Riau. Seminar menghadirkan narasumber level nasional, Prof DR Didik J Rachbini selaku Guru Besar Ekonomi dan Kepala LP3E Kadin Indonesia, Wakil Ketua Kadin Riau, Viator Butarbutar dan Direktur Utama Bank Riau Kepri, DR Irvandi Gustari.

"Menghadapi MEA 2016, sektor unggulan yang perlu digarap adalah pariwisata berbasis budaya di Riau," ungkap Arsyadjuliandi Rachman dalam kata sambutannya.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki nilai strategis, karena memiliki multifier effect yang luas, ini bisa menjadi peluang bagi Riau yang memiliki view dan lokasi wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya dan perkembangan pariwisata tersebut akan berdampak pada kemajuan UKM-UKM di Riau.



Sementara itu, Komisaris Utama PT Bank Riau Kepri, HR Mambang Mit mengatakan, MEA di tahun 2016 menjadi tantangan dan peluang bagi masyarakat di seluruh ASEAN dan semua harus bersiap menghadapinya.

Dijelaskannya, seminar bisa menjadi media bagi pelaku usaha dan masukan untuk pemerintah dalam mengambil strategi dalam menghadapi persaingan ekonomi karena MEA.



Seminar lansung dipandu presenter televisi nasional, Maria Kalaik. Sedangkan narasumber, Prof DR Didik J Rachbini menyampaikan beberapa faktor yang mempengaruhi ekonomi di Indonesia, baik secara external maupun internal.

Di antaranya dampak penguatan USD di Asia relatif lebih ringan, kecuali Malaysia dan Indonesia.  Kemudian pertumbuhan ekonomi India dan Tiongkok cukup tinggi dan masih menjadi motor penggerak di Asia. Adapun pengaruh dari internal turunnya ekspor Indonesia, terutama batu bara, minyak kelapa sawit dan karet. Hubungan bilateral juga sangat mempengaruhi dari sisi internal.

Sedangkan Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari menambahkan, MEA terhadap perbankan ada 5  poin penting yang harus dihadapi, yaitu tingkat penetrasi pasar yang masih minim, peningkatan kompetensi SDM, kecanggihan IT yang masih dipegang bank-bank besar, kebutuhan modal untuk ekspansi bisnis dan penyempurnaan payung hukum perbankan.
 
Tingkat potensi pasar yang masih minim, lanjutnya, bisa dilihat dari masih tingginya masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Potensi domestik yang sangat besar, tentunya akan mengundang para pelaku usaha asing untuk bermain di negeri ini.



Menurutnya,  MEA bagi  industri perbankan akan diberlakukan pada tahun 2020 jadi masih ada waktu yang tersisa dan perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, guna meningkatkan daya saing. Mengingat perbankan Indonesia cukup tertinggal dibandingkan dengan negara lain dikawasan Asean, terutama Malaysia dan Singapura.

Wakil Ketua Kadin Riau, Dr Viator Butarbutar sekaligus sebagai narasumber dalam seminar  mengatakan, para pelaku usaha, khususnya di Provinsi Riau, harus benar siap menghadapi MEA 2016 mendatang.



"Seminar selain bertujuan memberikan informasi kepada para pelaku usaha,  sekaligus memberikan masukan kepada pemerintah dan pelaku usaha dalam mengambil kebijakan-kebijakan strategis, menghadapi persaingan ekonomi di tingkat Asean. Dampak MEA ini ada negatif dan positifnya, seperti peluang serta ancamanya. Jadi kita juga harus lebih menitik beratkan pada peluang yang akan kita hadapi," tukasnya.

Menghadapi MEA, sambungnya, selain penguatan UMKM untuk permodalan, juga perlu dilakukan penguatan personal pelaku usaha UMKM.



Viator juga mengungkapkan permasalahan utama di Indonesia umumnya dan Riau khususnya adalah tingkat kompetensi tenaga kerja yang masih dibawah standar dan tenaga kerja yang sudah kompeten belum mendapatkan pengakuan resmi dalam bentuk sertifikat kompetensi.



Untuk itu, perlu peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia, pelaksanakan percepatan penerapan sistem pelatihan kerja nasional (sislatkernas) dan mengembangkan perjanjian pengakuan kesetaraan (mutual recognation arrangement/MRA) ketenaga kerjaan untuk 10 sektor pioritas yang belum MRA.



Beragam pertanyaan dilontarkan para peserta seminar nasional yang dijawab langsung oleh narasumber. Disela-sela acara seminar,  Bank Riau Kepri dan Kadin Provinsi Riau melakukan penandatanganan kerjasama sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM di Riau, terutama untuk masalah permodalan.(adv)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tempat Nongkrong Asyik dengan Harga Terjangkau di Pekanbaru ? Hanya di Sis And Bro Coffie !
  • Dukung Pemberantasan Korupsi, Andi Putra Hadiri Peringatan HAKI di Pekanbaru
  • Riau Nihil Penghargaan Rembuk Integritas Nasional, Gubri: Mudah-Mudahan Tahun Depan
  • All New Sienta Raih Predikat Product of The Year 2016
  • Presiden Dipastikan Batal Hadiri Puncak Peringatan HAKI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    Potret Lensa
    Soft Launching Whiz Hotel Pekanbaru
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved