Angkat Ekonomi Makro Plus
Pokdakan Mina Artha Produksi Jamur Tiram
Rabu, 02 Mei 2012 - 10:01:55 WIB
BAGANSIAPIAPI - Setelah sukses menjadi pemasok benih lele di Rohil melalui pemijahan. Kelompok Pembudidayaan Perikanan (Pokdakan) Mina Artha kembali meraih apresiasi dengan membudidayakan jamur tiram dengan media tanam dari limbah serbuk gergajian kayu.
Hasilnya, Pokdakan Mina Artha mampu memproduksi jamur tiram per harinya mencapai 20 kilogram, yang semula benihnya didatangkan dari Ngawi, Jawa Barat.
Jamur tiram termasuk bahan makanan yang kaya protein dan terbilang langka ini ternyata banyak diminati konsumen. Sehingga peluang pasarnya masih terbuka luas untuk kebutuhan lokal di Kepenghuluan Karya Mukti, Kecamatan Rimba Melintang hingga diharpkan mampu mencukupi skala Kabupaten Rokan Hilir. Ide kreatif Pokdakan Mina Artha yang diketuai Penghulu, Nursalim patut mendapat perhatian serius dari dinas terkait.
"Awalnya ide ini hanya sekedar coba-coba dengan memanfaatkan limbah bekas gergajian kayu yang banyak ditemukan di daerah kita. Kini, dalam perharinya kita mampu menghasilkan jamur tiram sebanyak 20 kilogram per harinya. Dan, ketika hasil panen per harinya kita jajakan kepada warga sekitar, tak sampai 3 jam sudah habis terjual," ujar Nursalim kepada mrnetwork, Selasa (1/5).
Secara rinci, lanjut Nursalim, harga per kilogram jamur tiram dipasaran mencapai Rp25 ribu. "Ini sangat membatu ekonomi warga yang tergabung dalam Pokdakan Mina Artha. Sehingga, tujuan utama untuk mewujudkan ekonomi makro plus kita harapkan dapat tercapai," harapnya.
Sementara, proses pembudidayaan jamur tiram sendiri, katanya, dengan menggunakan kubung atau tempat untuk membudidayakan jamur berbentuk seperti rumah dengan ukuran hanya 3 x 6 meter. "Media utama untuk proses pembudidaya adalah serbuk gergaji, atau limbah kayu yang kita bentuk dalam wadah log untuk media tumbuh. Dengan perawatan yang sangat sederhana, jamur dapat berkembang biak dengan cepat asal kita selalu merawatnya dengan baik," katanya.
Usaha Nursalim dan 25 orang anggotanya yang tergabung di Pokdakan Mina Artha terus meningkatkan volume budidayanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. "Kini kita sudah memiliki 4-5 ribu log media tanam jamur tiram. Dan semua log itu disusun di rak yang ada dalam kubung agar terhindar dari sinar matahari. Media dimasukan kedalam plastik setelah mengalami beberapa proses," bebernya.(Naj)
Komentar (0 Komentar)
Isi Komentar :